Ketum PSSI Berencana Liga 1 Gunakan Alat Pembantu Wasit seperti Eropa
Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi, menginginkan suatu saat nanti Gojek Traveloka Liga 1 ke depannya menggunakan alat bantu wasit. Untuk saat ini, rencana itu urung terlaksana lantaran biaya alat bantu wasit terlalu mahal.
"Saya sebetulnya ingin pakai teknologi untuk membantu wasit, namun harganya terlalu mahal," ungkap Edy Rahmayadi usai menghadiri acara peluncuran Gojek Traveloka Liga 1 2017, di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/04/17).
"Kami (PSSI) baru mereka-reka, mudah-mudahan bisa dilakukan. Untuk saat ini, kami masih menggunakan cara lama (manual), tapi kami akan terus melakukan evaluasi," lanjutnya.
Seperti diketahui, liga-liga papan atas dunia kini menggunakan alat bantu komunikasi wasit. Wasit utama beserta jajarannya menggunakan alat bantu tersebut agar terhindar dari kesalahpahaman. Bahkan, kini beberapa liga-liga papan atas sudah menggunakan alat bantu garis gawang.
Di sisi lain, kompetisi sepakbola kasta tertinggi Indonesia kini bertajuk Gojek Traveloka Liga 1. Hal itu diumumkan ke masyarakat Indonesia terutama pencinta sepakbola nasional, dalam acara yang berlangsung di Hotel Fairmont, Senin (10/04/17).
Gojek Traveloka Liga 1 sendiri akan dijalankan oleh operator kompetisi resmi Tanah Air, PT Liga Indonesia Baru. Ada 306 pertandingan dalam Gojek Traveloka Liga 1. 18 klub menjadi peserta Gojek Traveloka Liga 1.
Gojek Traveloka Liga 1 sendiri akan bergulir selama 34 pekan. Diharapkan kompetisi ini akan berakhir pada 12 November 2017 mendatang.