x

Insiden Dua Kartu Merah PSM vs Persela, Kedua pelatih Punya Tanggapan Berbeda

Senin, 17 April 2017 12:04 WIB
Kontributor: Basri | Editor: Yohanes Ishak

Pertandingan perdana kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 antara PSM Makassar vs  Persela Lamongan di Stadion Andi Mattalata, Makassar pada Minggu, (16/04/17) kemarin menjurus ke permainan kasar. Tercatat wasit, Kusni asal Samarinda dalam pertandingan ini harus mengeluarkan enam kartu kuning dan dua kartu merah.

Empat pemain PSM Makassar tercatat mendapat kartu kuning masing-masing, Zulkifli Syukur, Muhammad Arfan, Asnawi Mangkualam Bahar, Rizky Pellu. Sementara satu kartu merah didapat oleh Ferdinand Sinaga usai kedapatan menampar pemain Persela, Ivan Carlos saat berebut bola pada menit ke-84.

Sementara pemain Persela Lamongan yang mendapat kartu, yakni Kosuke Yamazaki dan Ivan carlos serta satu kartu merah yang didapat oleh Aang Suparman pada menit ke-59.

Menanggapi permainan kedua tim yang menjurus kasar dan insiden dua kartu merah dalam pertandingan ini, kedua pelatih memiliki tanggapan berbeda. 

Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts mengaku tidak melihat detail pelanggaran yang dilakukan Ferdinan dSinaga sehingga dikartu merah. Saat pelanggaran terjadi, banyak pemain dikatakan menghalangi pandangannya.

“Saya tidak melihat insiden tersebut karena banyak pemain yang memblok pandangan saya,” tandas Robert.

Di sisi lain pelatih Persela, Hery kiswanto malah melempar pernyataan pedas soal keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya saat memberi kartu merah pada Aang Suparman pada menit 59. Wasit dinilai tidak jeli melihat terjadinya pelanggaran karena terlalu jauh dari posisi kejadian.

“Selama permainan secara keseluruhan bagus, cuma saya sedikit kecewa dengan keputusan wasit yang memberikan  kartu merah terlalu cepat, posisinya wasit terlalu jauh dengan situasi kejadian,” tuturnya.

Bahkan Heri meminta pihak PSSI melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit, Kusni soal kondisi fisiknya. Setiap wasit dikatakan harus memiliki mobilitas tinggi agar setiap kejadian dapat dilihat dengan jelas.

“Mungkin perlu dicek kondisi fisik wasit supaya terus mobilitas, jadi dekat dengan situasi,” tutupnya.

Persela LamonganLiga IndonesiaLiga 1

Berita Terkini