Julia Perez, Semangat Kartini dan Lapangan Hijau
Raden Ayu Kartini telah menjadi sosok inspiratif bagi wanita Indonesia dari masa ke masa. Kiprahnya dalam memperjuangkan emansipasi wanita telah memberikan warna kehidupan bagi kaum perempuan Indonesia.
Semasa hidupnya, Kartini memiliki cita-cita sederhana. Ia hanya tak ingin kaumnya berada di bawah kaum pria atau menjadi kelas kedua di tengah masyarakat. Pendidikan menjadi alat perjuangan untuk merealisasikan ambisinya.
Semangat inilah yang kemudian ditularkan kepada kaum perempuan Indonesia untuk memiliki peran sentral di masyarakat. Kaum perempuan Indonesia dengan kualitasnya yang semakin maju telah mengisi ruang-ruang yang biasa diisi oleh kaum lelaki, termasuk dunia sepakbola.
Ya, dunia si kulit bundar menjadi salah satu ruang yang coba diisi oleh salah satu aktris hiburan Tanah Air, Yuli Rahmawati atau akrab dikenal dengan nama Julia Perez dalam mengejawantahkan nilai dan semangat perjuangan RA Kartini.
Aktris yang kini terbaring lemah di rumah sakit, karena menderita kanker serviks ini memang tak terjun sebagai seorang pesepakbola. Namun banyak hal yang ia perbuat untuk kemajuan sepakbola khususnya di Tanah Air.
Namun sisi keartisannya membuat kerja keras dan wujud cintanya untuk dunia sepakbola nyaris tak terdengar. Bersamaan dengan peringatan Hari Kartini, INDOSPORT mencoba membeberkan fakta terkait usaha Jupe, sapaan akrabnya, untuk memajukan sepakbola Indonesia.
1. Membangun Sekolah Sepakbola untuk Generasi Muda
Di masa keemasannya sebagai artis papan atas Tanah Air, Jupe mendirikan sekolah dan klub sepakbola dengan nama Champions Soccer School yang bermarkas di Rasuna Sahid pada tanggal 8 November 2009.
Sekolah dan klub sepakbola itu didirikannya bersama kekasihnya saat itu, Gaston Castanyo. Pada saat itu, upaya Jupe mendirikan sekolah dan klub sepakbola sempat dipandang sebelah mata.
Banyak kalangan menduga bahwa sekolah itu sengaja dibangun Jupe untuk memberi pekerjaan sampingan bagi Gaston, agar tidak hanya berprofesi sebagai pesepakbola, agar hubungannya dengan Gaston mendapat restu dari ibundanya.
Namun Jupe dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pendirian sekolah dan klub itu murni karena ketertarikannya pada dunia sepakbola dan niat tulusnya untuk memajukan sepakbola Tanah Air.
"Dengan rasa cinta dan sedikit pengetahuan tentang sepakbola, aku ingin membantu memajukan olahragai ini di Indonesia. Selain itu, karena aku dan Gaston memang suka dengan anak-anak. Ini bukan soal hubungan cinta," kata Jupe seperti dilansir Oktavita.com.
Champions Soccer School sendiri diperuntukkan untuk para siswa dengan usia minimal 6 tahun dan maksimal 6 tahun. Sementara sebagai tenaga pengajarnya dibantu oleh Gaston, Alfredo, dan Pablo. Ketiganya berasal dari Amerika Latin.
"Kami sengaja memilih Amerika Latin, karena sepakbola di sini basisnya rata-rata mengarah ke Eropa. Jadi Champions Soccer School ini ingin memberikan warna dan alternatif Latin, dan aku yakin dengan perbedaan ini, sekolah ini akan banyak menarik peminat," tukasnya.
2. Membuka Agensi Pemain Sepakbola
Upaya Jupe membangun sarana pendidikan untuk pesepakbola muda juga dibarengi dengan usahanya membangun agen pemain sepakbola. Usaha ini ia lakukan agar para jenjang karier siswa-siswanya di kemudian hari juga dapat tersalurkan dengan baik setelah melewati masa pendidikan.
Dalam usaha ini, Jupe dan Gaston beberapa kali melakukan kunjungan ke luar negeri, khususnya tempat kelahiran Gaston di Argentina untuk mencari bibit-bibit pemain berkualitas, sekaligus untuk bisa memaksimalkan sarana edukasi bersepakbola di Indonesia.
"Kalau jadi manajer pemain sepertinya belum sampai ke sana, paling tidak menjadi agen dulu lah. Kita akan mencari pesepakbola-pesepakbola berkualitas. Kalau bukan kita, mau ke mana sepakbola Indonesia," kata Jupe.
"Di sini, Champions Soccer School, tidak hanya di isi oleh orang-orang Argentina saja, melainkan juga ada dari Uruguay, dan teman-teman dari Ekuador. Nanti aku akan mencari talent-talent di sana untuk di bawa ke sini," tandasnya.
3. Ambisi Memajukan Sepakbola Daerah
Ambisi Julia Perez untuk memajukan sepakbola Tanah Air tidak hanya sebatas di kalangan perkotaan saja. Dengan insting yang dimilikinya, Jupe membidik adanya potensi besar dari salah satu daerah di Jawa Timur, Pacitan.
Padahal pada saat itu Jupe baru satu kali berkunjung ke Pacitan pada Sabtu (24/04/10). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian safari Jupe saat hendak mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Pacitan pada tahun 2010 silam.
Dalam rangkaian kegiatan safari itu, Jupe menyempatkan diri untuk menghadiri dan membuka sebuah pertandingan sepakbola antar klub lokal di wilayah tersebut. "Saya lihat sepakbola di Pacitan itu berpotensi. Semoga saya bisa memajukan sepakbola Pacitan," kata Jupe seperti dilansir Detik.com.
Sayangnya, banyaknya kontroversi terkait keinginannya untuk maju sebagai calon kepala daerah, membuat Jupe akhirnya memutuskan untuk mundur. Namun niatnya untuk memajukan sepakbola Pacitan tak lantas padam.
"Aku pendukung persepakbolaan Indonesia yang penuh damai. Kalau nanti terpilih jadi wakil bupati Pacitan, aku akan kembangkan sepakbola. Tapi kalau tidak ya jadi manajer sepakbola saja tidak apa-apa," tukasnya.
4. Nekat Penuhi Nazar 'Telanjang' untuk Sepakbola Indonesia
Pada tahun 2015 lalu, Jupe sempat membuat heboh masyarakat Tanah Air dengan nazarnya untuk berkeliling Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dengan bertelanjang.
Nazar itu ia ungkapkan untuk melampiaskan kekesalannya terhadap kisruh persepakbolaan Indonesia antara PSSI dan Kemenpora yang tak kunjung menemukan titik terang.
Pada saat itu Jupe mengancam untuk 'telanjang' jika organisasi sepakbola dunia FIFA benar-benar menjatuhkan sanksi untuk PSSI. Dan, sanksi itu nyatanya benar-benar terelalisasi, Jupe pun melaksanakan nazarnya.
PAda hari Selasa (02/06/15) Jupe mengabarkan melalui sebuha unggahan foto di akun Twitter pribadinya @juliaperez yang menampilkan dirinya telah melaksanakan nazar 'telanjang' di GBK.
"Akhirnya nazar di GBK for sepakbola saya sudah lakukan #savesepakbolaindonesia," demikain bunyi kicauan Jupe.
Tapi yang dimaksud Jupe dengan telanjang di sini bukanlah 'bugil' tanpa pakaian. Melainkan melakukan olahraga dengan berlari bertelanjang kaki memutari GBK dan sesekali bermain tenis.
Dengan mengenakan kaos putih terkena bercak noda dan celana hot pants jeans Jupe terlihat ceria karena habis mengisi salah satu acara musik televisi swasta. "Akhirnya telanjang kaki buat sepakbola indonesia," lanjutnya.