Pemusatan Latihan Timnas Dituding Mengganggu Kompetisi
Program Training Centre (TC) Tim Nasional Indonesia U-22 mendapat tanggapan dari klub Bhayangkara FC. Pelatih Bhyangkara FC, Simon McMenemy menyebut program TC saat ini sedikit kurang tepat, karena sangat menyita waktu ketika kompetisi Liga 1 baru bergulir.
Diketahui, Bhayangkara FC harus ditinggalkan tiga penggawa andalan untuk membela tim asuhan Luis Milla itu. Selama 19 sampai 24 April, Evan Dimas Darmono, I Putu Gede Juni Antara, dan Dendy Sulistiawan mesti absen membela timnya di kompetisi untuk fokus di Timnas.
"Saya pikir, momennya sedikit kurang tepat saja. Ketika kita butuh kehadiran mereka di kompetisi, tapi tidak bisa karena harus ke Timnas," papar Simon McMenemy.
Imbas negatif dari program TC yang berbarengan dengan kompetisi itu tak lain adalah terjadinya ketimpangan komposisi pemain. Hal itu lantaran ketiganya merupakan pemain yang diandalkan dalam skema utama tim kepolisian itu.
Akibat dari itu, baik Evan Dimas, Putu Gede, dan Dendy batal memperkuat Bhayangkara FC saat bertandang ke markas Arema FC di pekan kedua kompetisi Liga 1, Minggu 23 April lalu.
"Sayang sekali mereka tidak bermain dengan kami. Padahal, semua publik sepakbola Indonesia ingin melihat performa terbaik mereka," sambung eks Pelatih Timnas Filipina di Piala AFF 2010 lalu tersebut.
Problem ini sebenarnya tidak hanya menimpa Bhayangkara FC. Sejumlah tim kompetitor BFC juga mengalami hal serupa, seperti Persib Bandung, Arema FC, maupun Persela Lamongan.
Sebanyak 26 pemain saat ini menjalani TC di Jakarta, untuk bersiap menuju dua agenda internasional pertama mereka pasca suspensi FIFA.
Dua agenda itu adalah gelaran Sea Games di Malaysia pada Agustus mendatang, serta babak Kualifikasi Piala Asia U-23 yang digelar satu bulan sebelumnya.
Pada Kualifikasi Piala Asia, Indonesia tergabung di Grup H bersama tuan rumah Thailand, Malaysia dan Mongolia. Sebanyak 40 negara akan bersaing memperebutkan 10 juara grup dan 5 runner-up terbaik untuk berlaga pada putaran final di China.