5 Klub Penuh Dosa yang Pernah Buang Pemain Kunci
Sebuah klub hampir dipastikan memiliki satu pemain kunci. Bahkan tak jarang prestasi yang berhasil diraih tak lepas dari penampilan impresif si pemain kunci tersebut.
Lihat saja bagaimana seorang Lionel Messi di Barcelona dan Cristiano Ronaldo bersama Real Madrid yang banyak memberikan gelar. Kedua dari dua bintang ini ialah salah satu pemain kunci dari satu klub saat ini.
Messi seakan menjadi roh permainan Barcelona. Bahkan Barcelona tak segan memagari pemain berjuluk La Pulga ini dengan kontrak fantastis agar ia tidak pergi dari Barcelona.
Akan tetapi hal ini berbanding terbalik dengan beberapa klub yang tega membuang pemain kunci mereka. Dengan iming-iming uang besar dari klub lawan mereka rela melego pemain kunci mereka.
Tak ayal pondasi atau raihan prestasi yang telah dibangun jadi berantakan. Akibatnya klub tentu akan kesulitan untuk bisa meraih hasil positif. Kini INDOSPORT mencoba menjabarkan deretan klub yang sempat membuat kesalahan fatal tersebut.
1. Borussia Dortmund
Borussia Dortmund sempat menjelma sebagai tim kuat di ajang Bundesliga. Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Dortmund seakan mematahkan dominasi Bayern Munchen di Bundesliga.
Die Borussen berhasil menjadi kampiun Bundesliga dua musim berturut dari 2010 hingga 2012. Deretan bintang Mario Gotze, Robert Lewandowski, serta Matt Hummels menjadi aktor keberhasilan Dortmund.
Namun secara perlahan, Dortmund gagal mempertahankan pemain kuncinya. Dimulai dari Gotze yang hijrah ke Munchen. Kemudia Lewandowski dan Hummels yang mengikuti jejak Gotze dengan hijrah ke sang rival.
Kini dengan hilangnya ketiga pemain kunci ini, Dortmund seakan menjadi limbung. Bahkan untuk sekedar memenangkan laga melawan Bayern Munchen pun mereka sangat sulit dan tak mampu.
2. Ajax Amsterdam
Berbicara sepakbola Belanda memang tak dapat dipisahkan dengan Ajax Amsterdam. Ajax hingga saat ini memang menjadi salah satu tim sukses di kancah Eredivisie.
Bahkan mereka meraih gelar juara secara berturut-turut pada 1993-1995. Puncaknya, mereka tak hanya meraih sukses di kancah domestik. Pada 1995, di bawah asuhan Louis van Gaal, Ajax menjelma tim besar Eropa. Dengan bermaterikan pemain kunci seperti Frank Rijkaard, Patrick Kluivert, dan Clarence Seedorf, Ajax berhasil menjuarai Liga Champions.
Namun kesalahan dilakukan oleh para petinggi klub. Sehingga pada tahun tersebut pula usai menjuarai Liga Champions, Ajax kehilangan Seedorf dan Kluivert secara cuma-cuma. Sejak saat itu hingga saat ini, Ajax seakan sulit bersaing di kancah Eropa.
3. Olympique Lyon
Lyon memang sangat mendominasi sepakbola Prancis. Dimana mereka berhasil meraih gelar Ligue 1 sebanyak tujuh kali secara berturut-turut.
Bahkan di musim 2007-2008, meski ditinggal para pemain bintangnya seperti Florent Malouda, Thiago dan Eric Abidal, Lyon masih mampu menegakkan dominasinya. Nama besar Karim Benzema masih memberikan double winner untuk Lyon.
Akan tetapi badai datang saat klub sebesar Real Madrid datang dan memberikan tawaran menarik bagi Benzema. Lyon pun tak sanggup menahan godaan dan membiarkan Benzema hengkang. Selepas Benzema hengkang, dan bangkitnya para rival seperti PSG dan Monaco. Lyon saat ini mendapat lawan seimbang. Lyon kini tak superior pasca masih memiliki Benzema.
4. FC Porto
Porto menorehkan sejarah bagi sepakbola Portugal. Bagaimana tidak, mereka berhasil membuat kejutan besar dengan berhasil menjadi jawara Liga Champions setelah menaklukkan AS Monaco musim 2004 silam.
Keberhasilan Porto menjadi jawara Eropa tak lepas dari tangan dingin Jose Mourinho di kursi kepelatihan. Sayang jalinan kerjasama manis Porto bersama Mourinho langsung kandas di musim berikutnya.
Mourinho pergi untuk bergabung dengan Chelsea. Tak seorang diri, Mourinho membawa dua penggawa Porto Ricardo Carvalho dan Paulo Ferreira. Tak ayal kepergian ketiganya membuat Porto goyah. Dan hingga kini Porto belum mampu menorehkan kembali prestasinya di Liga Champions.
5. Tottenham Hotspur
Tottenham Hotspur memang saat ini masih cukup apik di Liga Primer Inggris. Mereka bahkan kini berada di atas rival sekota, Arsenal. Raihan ini memupus rekor setelah 22 tahun Hotspur selalu gagal.
Akan tetapi, Spurs harusnya bisa melakukan itu lima tahun lalu. Andai saja klub berjuluk The Lily White ini tidak melego dua pemain bintang mereka Lucas Modric dan Gareth Bale ke Real Madrid.
Modric memang lebih dulu hengkang ke Madrid. Kemudian disusul oleh Gareth Bale yang pindah dengan memecahkan rekor transfer dunia pada musim 2013 silam.
Spurs pun gigit jari. Sebab selepas meninggalkan Tottenham keduanya berhasil meraih gelar Liga Champions yang tidak mereka rasakan selama bergabung bersama Tottenham.