x

Almarhum Agen Astava, Bekerja Keras untuk Tonton Persija

Kamis, 25 Mei 2017 18:52 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor:
The Jakmania tetap setia mendukung Persija Jakarta.

Sepakbola nasional kembali berduka. Seorang suporter Persija Jakarta, Agen Astava tewas dalam perjalanan pulang setelah menonton pertandingan Macan Kemayoran menghadapi Bali United, Minggu, (21/05/17) lalu.

Agen tewas akibat dikeroyok sekerumunan massa yang diduga pendukung Persib Bandung, bobotoh. Kejadian tersebut berlangsung di perempatan lampu merah Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Mulanya, Alm. Agen melewati jalan tersebut pada pukul 22:30 WIB. Tak disangka, di sana telah menunggu ratusan orang bersenjata tajam untuk menghadang rombongan suporter, termasuk Agen.

Kerumunan massa yang telah menyiapkan senjata tajam kemudian menyerang Agen. Sosok berusia 20 tahun tersebut mengalami luka dalam akibat kebrutalan yang dilakukan oleh kerumunan massa itu.

“Luka bacok di bagian belakang semua, banyak. Sampai tembus ke paru-paru,” ujar Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) the Jakmania Cikarang, Ahmad Arief ketika dihubungi INDOSPORT, Kamis, (25/05/17).

Usai diserang, Agen kemudian dibawa ke klinik terdekat. Namun tak berselang lama, Agen harus dirujuk ke rumah sakit untuk dioperasi.  Posisi Agen masih sadar ketika berada di klinik.

Di sepanjang jalan menuju rumah sakit, Agen terus mengucurkan darahnya. Selang beberapa jam kemudian atau tepatnya pukul 05:00 WIB Senin (22/05/17), Agen menghembuskan nafas terakhirnya.

Arief mengaku tidak terlalu mengenal sosok Agen. Namun sebagai Ketua Korwil the Jakmania Cikarang, Arief turut bersimpati dengan kepergian Agen.

“Kalau saya kebetulan kurang akrab dengan almarhum. Yang saya tahu dari teman-teman di wilayahnya, almarhum pribadi yang rajin dan pekerja keras. Bisa dilihat kesehariannya almarhum memiliki usaha pribadi yaitu warung kopi,” tutur Arief.

“Tapi di saat Persija bertanding almarhum tinggalin itu semua. Loyalitasnya sama Persija tidak bisa diragukan,” sambung Arief.

Titik berlangsungnya kejadian berdarah itu, lanjut Arief, memang rawan terjadi bentrokan. Apalagi, tidak ada firasat buruk sebelumnya di tempat tersebut sudah berkumpul kerumunan massa yang dilengkapi dengan senjata tajam.

“Sudah sering. Di situ biasanya kita tidak merespons dan kita acuhkan saja karena mereka biasanya hanya satu sampai lima orang saja,” ujar Arief.

“Tapi malam itu seperti sudah direncanakan oleh mereka. Semua dari mereka banyak sekali dan semua turun ke jalan bawa senjata tajam. Sedangkan kita yang memang berniat untuk menonton bola tidak pernah membawa benda-benda seperti itu,” tambahnya.

Arief menjelaskan, Agen memang tidak terdaftar sebagai anggotanya. Meski demikian, dengan adanya kejadian ini, ia menuturkan akan mengajak seluruh supporter Persija yang berada di wilayah Cikarang untuk menginduk kepada korwil yang ada.

“Kalau dari pernyataan teman-teman di wilayahnya, almarhum sudah tinggal tujuh tahun di Cikarang. Selama ini mereka belum pernah koordinasi dengan Korwil Cikarang,” imbuh Arief.

“Untuk ke depannya, bakal saya rangkul suporter Persija di wilayah Cikarang untuk menghindari kejadian seperti ini tak terulang lagi,” jelasnya.

Sebagai sosok yang menjembatani suporter Persija di Cikarang, Arief menerangkan telah berencana membawa kasus ini kepada pihak berwajib. Namun, hal itu urung terjadi karena ia telah mendengar sinyal positif kasus ini tengah didalami oleh pihak kepolisian.

“Saya rencana mau buka laporan ke Polres Bekasi tapi katanya sudah ditangani oleh Polsek Cikarang Barat. Jadinya mudah-mudahan saja pihak kepolisian bisa mengusut kejadian ini sampai tuntas dan menangkap pelaku secepatnya,” ungkap Arief.

“Info terakhir pihak kepolisian meminta otopsi, namun dari pihak keluarga almarhum keberatan,” lanjutnya.

Arief beserta teman-teman the Jakmania lainnya kemudian berinisiatif untuk meringankan beban keluarga almarhum dengan mengumpulkan donasi. “Bahkan donasi ini hampir menyeluruh dari the Jakmania se-Indonesia yang ingin membantu juga,” beber Arief.

Dengan tegas, Arief berharap pihak kepolisian dapat menindak cepat kasus yang dianggapnya sebagai pembunuhan ini. Pasalnya, telah banyak bukti-bukti kuat yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Ada petugas di situ, tapi malah mengusir kami, bukan bobotoh yang sudah bermaksud untuk menyerang kami,” sesal Arief.

“Padahal sebenarnya, petugas keamanan bisa dengan cepat menangkap pelau karena jelas-jelas ada rekaman CCTV yang berada di tempat kejadian perkara,” tandasnya.

Persija JakartaThe JakmaniaLiga Indonesia

Berita Terkini