x

3 Alasan PS TNI Gemar Koleksi Kartu Kuning

Senin, 29 Mei 2017 13:00 WIB
Editor:

PS TNI memang sukses merangsek ke posisi dua klasemen sementara Gojek Traveloka Liga 1. Skuat The Army mengoleksi 15 poin dari delapan laga, namun mengoleksi banyak kartu kuning.

Pasukan Ivan Kolev hanya kalah selisih satu poin dari PSM Makassar yang kukuh di puncak klasemen dengan torehan 16 poin. Tapi torehan manis PS TNI sedikit ternoda.

PS TNI saat ini juga mendapat predikat dengan tim pengoleksi kartu kuning terbanyak. Hampir setiap laga Abduh Lestaluhu menerima lebih dari tiga kartu kuning. Dalam laga terakhir mereka menjamu Persela Lamongan, wasit Rihendra Purba memberikan eman kartu kuning.

Setidaknya kini total 29 kartu kuning dan 1 kartu merah langsung. Tentu ini menjadi rekor tersendiri.

Selain itu, hal ini sejatinya dapat merugikan PS TNI. Sebab mereka akan selalu dijatuhi hukuman denda oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Setidaknya hingga saat ini manajemen PS TNI harus membayar denda sebesar 68 juta rupiah hanya untuk kartu kuning. 

Ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan PS TNI dengan mudah mendapat kartu kuning. Dari beberapa pernyataan, INDOSPORT mencoba merangkum beberapa alasan tersebut.


1. Jiwa Muda yang Bergejolak

PS TNI banyak diisi pemain muda.

Sanggahan pertama datang dari pelatih PS TNI, Ivan Kolev. Bagi Kolev PS TNI yang dipenuhi oleh darah muda menjadi penyebab utama timnya banjir kartu kuning.

Pelatih asal Bulgaria menilai semangat juang dan darah mudah yang mengalir dalam skuat PS TNI membuat mereka seakan terlalu bersemangat dalam bermain sehingga menimbulkan pelanggaran.

"Saya kira klub ini banyak anak muda dan mereka bermain dengan agrsifitas tinggi. Sebenarnya saya yakin mereka tidak mau terjadi pelanggaran untuk mendapat kartu. Tapi sudah terjadi, ya sudah," ucap Kolev.


2. Keputusan Wasit yang Berlebih

Wasit kerap jadi masalah bagi PS TNI.

Sosok pengadil juga menjadi sorotan dari penggawa PS TNI. Hal ini telontar dari mulut penggawa PS TNI, Guntur Triaji.

Bagi mantan pemain Persija U-21 itu, keputusan wasit kerap merugikan PS TNI yang dengan mudah memberikan kartu bagi timnya. Guntur sendiri menerima kartu merah saat membela PS TNI menjamu Persela Lamongan semalam.

Wasit Rihendra Purba menilai dia melakikan handsball dengan sengaja dan diberikan kartu kuning kedua. Hal ini yang sedikit disoroti oleh Guntur. Namun meski begitu, Guntur mengaku tetaap menghargai keputusan wasit.

"Wasit juga memang terlihat sedikit salah ambil keputusan. Sebenarnya sudah bagus, tapi saya tak merasa hands ball tapi itu sudah keputusan wasit ya sudah," jelas Guntur.

"Kita mungkin juga bermain dengan semangat berlebih dan militansi. Tapi kami gak ada niat main kasar mungkin karena keputusan wasit yang menilai kami berlebihan ya sudah kami terima saja," tandas Guntur.


3. Kurang Menjaga Emosi

PS TNI kurang kendalikan emosi.

Faktor anak muda yang mudah meledak memang terlihat dalam diri PS TNI. Namun hal ini memang terlihat justru merugikan mereka karena tak bisa menjaga emosi.

Hal tersebut terlihat saat Abduh Lestaluhu kerap kali tak dapat membendung emosinya. Dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC beberapa waktu yang lalu, Abduh terlihat dengan sengaja ingin memukul, Thiago Furtuoso.

Selain Abduh, satu lagi pemain PS TNI yang tak dapat menjaga emosinya adalah Manahati Lestusen. Dalam pertandingan PS TNI beberapa waktu yang lalu, Manahati ini tampak jelas mencekik pemain PSM Makassar, Marc Anthony Klok.

Tindakang tersebut jelas sangat merugikan PS TNI. Bagaimana tidak, akibat aksi agresif keduaanya harus menerima hukuman larangan bermain dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Liga Indonesia

Berita Terkini