Dijerat Sanksi Sebesar Rp60 Juta, MU Siap Ajukan Banding
Manajemen Madura United (MU) siap ajukan banding kepada Komisi Disiplin (Komdis) terkait sanksi yang mereka terima. Kesalahpahaman antara pihak tim dengan panitia pertandingan di konferensi pers jelang tanding (pre match conference) menjadi biang dijatihkannya sanksi kepada MU.
Kecermatan dalam mematuhi regulasi memang wajib dilakukan oleh setiap klub kontestan di Liga 1. Jika melanggar, otomatis sanksi akan dikenakan, seperti nominal denda misalnya.
|
Baca juga: |
|---|
Madura United kini mengalami hal itu. Akibat melanggar regulasi kompetisi, klub berjuluk Sapeh Kerrab itu dijerat sanksi berupa denda hingga Rp60 juta, terdiri dari tiga pelanggaran yang memiliki besaran denda yang sama, yakni Rp20 juta.
Besaran denda itu merujuk pada pasal 45 ayat 2, terkait kewajiban menghadirkan starting player, atau pemain yang turun sejak menit pertama pada sesi konferensi pers sebelum pertandingan. Regulasi ini tidak dipatuhi oleh Madura United sehingga mau tak mau harus diganjar sanksi.
Pelanggaran pertama ketika MU melawan Persija, dengan menghadirkan Boubacar Sanogo yang kemudian menjadi pemain pengganti di pertengahan babak saat konferensi pers sebelum pertandingan. Sedangkan saat menjamu Persela dan Perseru, baik Fandi Eko Utomo maupun Panggih Prio Sembodho malah menjadi penghangat di bangku cadangan.
Atas sanksi ini, pihak klub pun menyiapkan banding. Madura United mempunyai pertimbangan lain dalam menunjuk pemain saat mendampingi Gomes de Oliviera dalam sesi pre match conference.
"Ketika pre match onference, pelatih belum memutuskan nama-nama yang dijadikan starting player," ucap Manajer tim, Haruna Soemitro.
"Sehingga pengenaan denda itu menjadi kurang tepat, karena kehadiran pemain saat pre match conference bergantung pada permintaan media peliput," lanjutnya.
Asumsi itu memang dijadikan alasan, lantaran media lebih menghendaki kehadiran pemain muda atau pemain yang baru bergabung untuk menggali sumber berita.
"Aturan pemain muda dan keberadaan pemain baru juga menjadikan media lebih ingin menggali informasi melalui pre match conference," ungkapnya.
Rincian denda pelanggaran pre match conference:
21/04/17 (Rp20 juta) Persela Lamongan vs Madura United
05/05/17 (Rp20 juta) Persija Jakarta vs Madura United
08/05/17 (Rp20 juta) Madura United vs Perseru Serui