x

Akhirnya Si Penipu Ulung di Liga Inggris Berhasil Ditemukan

Jumat, 7 Juli 2017 08:12 WIB
Editor: Gregah Nurikhsani Estuning

Meskipun hanya bermain kurang dari satu jam di kasta tertinggi sepakbola Inggris, tidak bisa dipungkiri Ali Dia adalah legenda Liga Primer. Bukan berniat sarkastik, ia dijuluki demikian karena memang 'perjalanan kariernya' yang absurd.

Seorang jurnalis bernama Kelly Naqi menemukan Dia setelah 20 tahun menghilang dari jagat sepakbola Inggris. Naqi sampai harus terbang ke Dakar, Senegal guna menemui orang tuanya demi mendapatkan informasi mengenai keberadaan Dia.

Awal mulanya, Dia direkrut oleh manajer kawaan Graeme Sounness tahun 1996 usai menerima rekomendasi dari sepupunya, yang tak lain adalah legenda AC Milan, George Weah. Selidik punya selidik, Dia ternyata hanyalah teman kampus Weah, dan Dia menemukan nomer telepon Sounness.

Dia lalu nerpura-pura sebagai Weah, menelepon Sounness, dan memberitahukan bahwasanya ada pemain hebat bernama Ali Dia.

"Ia bermain bersama Geroge Weah di PSG, dan musim lalu bermain secara reguler di Divisi Dua Jerman. Jadi kami putuskan untuk memanggilnya," kata Souey, sapaan akrab Sounness kepada wartawan saat Ali Dia tengah menjalani trial di Southampton.

Setelah beberapa kali mengikuti latihan, Sounness membawanya ke susunan pemain saat melawan Leeds United. Ali Dia akhirnya benar-benar melakoni debutnya menggantikan sang legenda sejati The Saints, Matt 'Le God' Le Tissier usai dirinya mengalami cedera di menit ke-20 babak pertama.

Betapa kecewanya Sounness melihat performa Dia di atas lapangan, dan benar saja, menit 85, Dia kembali digantikan oleh pemain. Total, Dia bermain selama 53 menit, untuk pertama kali, di Liga Primer Inggris, untuk terakhir kalinya pula.

Sekitar 20 tahun berselang setelah debut tersebut, jurnalis bernama Naqi tadi mencoba segala upaya untuk menemukan dan meluruskan siapa Dia sebenarnya.

Setelah berhasil menemui kedua orang tua Dia, Naqi kaget bukan main mengetahui fakta-fakta yang tertutupi selama ini.

Mulai dari nama, orang tua Dia mengatakan jika nama yang benar adalah Aly Dia. Lalu disebutkan jika Dia bekerja di London dalam beberapa tahun belakangan di sektor bisnis.

"Dia memang benar-benar seorang pesepakbola," kata ayahanda Aly Dia.

"Saya benar-benar kaget dan sangat terpukul dengan cerita anak saya di sana bertahun-tahun lalu," lanjut ibunya merasa sedih.

Caption

Berbeda dengan orang tuanya yang merasa kecele dengan kisah yang diceritakan oleh Naqi, putra Aly Dia ternyata sudah mengetahui kisah 'sang legenda Southampton.

"Saya tahu dia memang melakukannya karena saya kenal dia. Saya paham betul kepribadiannya. Sungguh kisah yang gila," sambung anaknya.

Kembali ke London, Naqi berusaha mencari tahu keberadaan Ali Dia (Aly Dia). Setelah berhasil menemuinya, Dia menjelaskan semuanya.

"Orang-orang mencap saya sebagai pembohong, itu omong kosong. Saya berlatih keras demi satu tempat di susunan pemain utama. Saya berlatih dari tim cadangan, sekitar dua Minggu, lalu manajemen memilih saya naik kasta karena mereka tahu betul kapasitas saya," singgung Dia.

"Melawan Leeds, saya sebenarnya sedang dalam kondisi on fire. Sounness bilang, 'Kamu ikut besok, bersiaplah.' Saya tidak berharap bisa main dari menit pertama, lalu, Anda tahu, Le Tisssier cedera, saya masuk ke lapangan, tanpa sempat latihan, mengalir begitu saja," kata Dia lagi.

Namun begitu, sejauh ini tidak ada kesan negatif dari suporter Southampton. Mereka tetap menganggapnya sebagai 'legenda'.

SouthamptonAli DiaLiga InggrisBola Internasional

Berita Terkini