Seperti Lagu Ada Band, Wasit Juga Ingin Dimengerti
Sepakbola merupakan sebuah olahraga yang sangat digandrungi oleh hampir sebagian umat manusia di dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Dalam sepakbola, kualitas suatu pertandingan pun sangat dibutuhkan demi menjaga kelancaran jalannya pertandingan.
|
Baca Juga: |
|---|
Oleh sebabnya, wasit selaku pengadil lapangan pun memiliki peran penting dalam menjaga jalannya pertandingan. Korps yang kerap kali mengenakan baju hitam ini dituntut untuk disiplin dalam mengambil keputusan secara tepat, guna mengurangi ketimpangan dalam pertandingan.
Namun, tak jarang sosok ‘suci’ di atas lapangan ini menjadi kambing hitam oleh suatu tim yang tidak puas akibat merasakan kekalahan. Selain itu, wasit juga kerap menjadi sasaran protes oleh para pemain yang tidak puas terhadap kinerjanya.
Melihat hal tersebut, wasit Nusur Fadilah pun memberikan tanggapannya. Ketika ditemui di kantor Arema FC, Fadilah menilai bentuk protes yang para pemain lakukan cenderung kurang fair, tidak relevan, lantaran terjadi kesalahan komunikasi terhadap regulasi.
“Maka dari itu, para pemain dan semua anggota tim seharusnya memahami update laws of the game di lapangan,” ungkap Nusur Fadilah.
“Karena jika semua paham regulasinya, itu sangat membantu kami para perangkat wasit, agar pertandingan berjalan fair dan lancar,” imbuh wasit di kompetisi Liga 1 asal PengCab Jakarta Pusat tersebut.
Tak berselang lama, pria berusia 34 tahun itu pun sedikit mencurahkan isi hatinya terkait profesi yang ia geluti tersebut. Lantaran dinilai terlalu strategis, peran wasit selalu menjadi sorotan tajam jika terjadi suatu hal yang kontroversial sepanjang 90 menit permainan berjalan.
"Secara prinsip, kami selalu menjalankan tugas sebaik-baiknya. Jadi, kalau ada kesalahan, itu murni kesalahan kami sebagai manusia biasa," ulasnya.
"Dan seharusnya semua anggota tim juga mengerti kondisi kami, yang terkadang melakukan kesalahan di luar batas ketika di lapangan," tutupnya.