x

3 Peran Besar Suporter Klub Eropa di Musim Depan

Sabtu, 22 Juli 2017 16:39 WIB
Editor:
Suporter Liverpool.

Dalam dunia olahraga sepakbola, sebuah klub sejatinya wajib memiliki 11 orang agar dapat bermain di atas lapangan. Dari kesebelas orang tersebut dapat dibagi menjadi beberapa posisi, seperti kiper, pemain bertahan, gelandang, dan juga penyerang.

Baca Juga:

Namun, terdapat pemain ke-12 yang juga turut membantu sebuah tim untuk memenangkan pertandingan. Pemain ke-12 itu tak lain ialah para suporter yang hadir di tribun penonton untuk memberikan dukungan kepada klub yang diidolakan.

Hadirnya suporter tentunya memberikan dampak yang positif untuk klub yang didukung. Pasalnya, bentuk dukungan yang diberikan oleh para suporter dapat menjadi motivasi dan aura positif untuk para pemain yang bermain di atas lapangan.

Contoh nyata yang pernah terjadi ialah saat Final Liga Champions di tahun 2005. Kala itu, Liverpool yang telah tertinggal 0-3 dari AC Milan di babak pertama, mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 berkat tak henti-hentinya dukungan yang diberikan oleh para Kopites di Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul.

Suporter Liverpool yang hadir di Istanbul menyaksikan laga Liverpool vs AC Milan, 2005 silam.

Suporter sepakbola tidak hanya berguna untuk memberikan semangat lebih para pemain di atas lapangan, namun juga dapat menjadi pemersatu antarklub yang bersangkutan dalam sebuah momen kemanusiaan.

Hal itu terlihat jelas saat para pendukung Liverpool dan Borussia Dortmund secara bersama-sama mengheningkan cipta, dan menyanyikan lagu You’ll Never Walk Alone untuk memperingati tragedi Hillborough atau biasa dikenal dengan nama JFT 96.

Selain memberikan aura positif untuk klub yang didukung, serta menjadi pemersatu antarklub dalam sebuah momen kemanusiaan, suporter sepakbola juga nyatanya mampu memberikan kontribusi besar kepada klub yang dipuja.

Melihat hal ini, INDOSPORT mencoba merangkum beberapa peran besar suporter untuk klub-klub Eropa yang terjadi di musim depan.


1. 'Menciptakan' Jersey Ketiga untuk Sebuah Klub

Jersey Manchester United.

Di era modern saat ini, para suporter kini dapat berkontribusi dengan memberikan sebuah ide untuk klub yang mereka idolakan. Kali ini, ide tersebut berupa desain jersey ketiga yang nantinya akan digunakan oleh para pemain.

Belakangan hal tersebut pernah dilakukan oleh dua klub besar Eropa, Manchester United dan Juventus. Kedua klub tersebut nantinya akan mengenakan jersey ketiga buatan para penggemarnya di musim 2017/18.

Pada bagian bawah jersey, terdapat gambar siluet dari ‘Tritunggal Kudus’ milik Manchester United, yaitu George Best, Denis Law, dan Sir Bobby Charlton. Gambar tiga orang siluet tersebut menghadap ke sebuah gedung besar, yang disinyalir sebagai Stadion Old Trafford.

Sementara untuk jersey ketiga Juventus ini bernuansa hijau tua, di bagian dada berwarna putih, sementara pada bagian tengah ada garis warna hitam. Jersey ini terlihat sangat modis, sehingga dapat dikatakan jersey ini dapat digunakan untuk bersantai atau jalan-jalan.


2. Membantu Neraca Keuangan Klub Melalui Pembelian Tiket

Seorang fans melakukan foto dengan tiket pertandingan di tangannya.

Sebuah klub akan terbantu neraca keuangan mereka dengan rutinnya para suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan. Hal tersebut pun kini dirasakan betul oleh salah satu klub Bundesliga Jerman, VfB Stuttgart.

Pada musim 2016/17 lalu, Stuttgart yang bermain di divisi dua Liga Jerman atau Bundesliga 2 memecahkan rekor tersendiri dengan dalam hal kunjungan para penonton yang menyesaki Mercedes-Benz Arena, markas Stuttgart.

Di musim lalu, rata-rata penonton yang hadir untuk menyaksikan pertandingan di Mercedes-Benz Arena menyentuh angka lebih dari 50 ribu. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tim-tim yang bermain di kasta pertama seperti Feyenoord, Chelsea, Juventus, dan AS Monaco.

Selain itu, Die Schwaben juga berhasil memecahkan rekor untuk musim 2017/18, dengan berhasil menjual 31 ribu tiket di laga perdana mereka. Penjualan tersebut menjadikan mereka klub pertama di lima liga top Eropa yang berhasil menjual lebih dari setengah kapasitas kursi stadion di laga perdana.

Apa yang dilakukan oleh para pendukung Stuttgart itu secara tidak langsung tidak hanya membantu Stuttgart dalam memberikan aura positif untuk bermain di atas lapangan, namun juga membantu neraca keuangan klub untuk tetap terus membeli tiket yang menjadi salah satu pemasukan klub.


3. Membuat Klub Lebih Dekat dengan Isu-isu Sosial

LGBT dalam tribun penonton.

Para suporter klub pun juga dapat membawa klub yang bersangkutan untuk lebih peduli dengan isu-isu sosial, seperti isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Hal ini diperlihatkan oleh beberapa pendukung klub yang berbasis di Inggris.

Berawal dari rasa ketidaknyamanan para LGBT di tribun penonton, para kaum LGBT itu pun membuat sebuah jaringan suporter khusus. Hingga pada akhirnya muncul-lah tiga kelompok suporter LGBT pertama, yaitu Gay Goonners (Arsenal), Proud Canaries (Norwich City), dan Canal Street Blues(Manchester City).

Arsenal yang menjadi pionir dalam mendukung grup suporter LGBT ini, pun akhirnya meresmikan Gay Gooners sebagai salah satu grup suporter yang terafiliasi dengan klub di tahun 2013. Peresmian tersebut tak lepas dari rasa sosial yang ditanamkan oleh para suporter kepada klub yang mereka cintai.

Semenjak itu, terdapat Sembilan kelompok suporter LGBT yang terafiliasi resmi oleh klub yang bersangkutan, yakni GayGooners (Arsenal), LFC-LGBT (Liverpool), Canal Street Blues (Man City), Rainbow Toffees (Everton), Proud Canaries (Norwich City), Pride of Irons (West Ham), dan Proud and Palace (Crystal Palace).

VfB StuttgartSuporterJerseyBola InternasionalLGBTFans West Ham United

Berita Terkini