x

Deretan Kompetisi yang 'Meniru' Aturan Piala Presiden

Sabtu, 12 Agustus 2017 17:25 WIB
Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
Ilustrasi Water Break.

Tentu kita ingat akan adanya aturan sesi jeda minum dalam pertandingan sepakbola, atau biasa kita kenal dengan nama water break. Aturan tersebut sebelumnya pernah digunakan dalam ajang Piala Presiden 2015 dan 2017 lalu.

Namun nyatanya tidak hanya di sepakbola nasional, dalam hal ini Piala Presiden, yang sempat menerapkan water break dalam sebuah kompetisi sepakbola. Sebelumnya UEFA selaku otoritas tertinggi sepakbola Eropa sempat menerapkannya dalam Piala Super Eropa 2017.

Baca Juga

Pada pertandingan yang dimenangkan oleh Real Madrid 2-1 atas Manchester United kala itu, water break diterapkan oleh UEFA lantaran suhu panas yang terjadi di National Arena Philip II, Skopje, Makedonia. Dikabarkan kala itu suhu di Skopje sempat mencapai 40 derajat Celsius.

Pelatih Man United, Jose Mourinho memberikan arahan kepada tim besutannya saat sedang water break.

Terakhir, giliran Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) yang akan menerapkan aturan water break dalam Piala Super Spanyol antara Barcelona kontra Real Madrid pada Senin (14/08/17) dini hari WIB. Nantinya, kedua tim yang bertanding diberi waktu untuk minum di tengah pertandingan selama dua menit.

Aturan ini diambil RFEF karena merasakan cuaca di wilayah Spanyol saat ini terbilang sangat panas. Rata-rata suhu di siang hari di Spanyol saat ini selalu berada di atas 40 derajat celcius. Bahkan di malam hari pun suhu masih tetap terasa panas. Bisa berkisar di 40 derajat celcius juga, seperti dilansir AS.

Pada dasarnya water break sendiri diadopsi dari NBA dan American Football (NFL), dua olahraga terkemuka di Amerika Serikat. Hingga pada akhirnya hal tersebut pun dicoba diterapkan dalam sepakbola.

Melihat hal tersebut, INDOSPORT mencoba merangkum beberapa kompetisi sepakbola skala internasional yang pernah menggunakan sistem water break.


1. Kualifikasi Piala Asia U-22 di Tahun 2012

Logo AFC U-22 untuk kualifikasi 2013.

Kualifikasi Piala Asia U-22 nyatanya pernah menggunakan sistem water break. Saat itu dalam penyisihan Grup E yang mempertemukan Singapura dengan Timor Leste, para pemain dari kedua kesebelasan sempat melakukan water break di menit ke-30 dan 75.

Salah seorang perwakilan AFC mengatakan peristiwa itu merupakan kesepakatan bersama seluruh tim. Tujuannya untuk melindungi para pemain dari cuaca yang sangat panas dan lembab. Saat itu, semua laga yang terjadi di Grup E dimainkan di Pekanbaru, Riau.

Water break bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pemain untuk mengganti cairan tubuh mereka mengingat cuaca sangat panas dan lembab,” ujar pengawas wasit AFC, Farkhad Abdullaev kala itu.


2. Piala Dunia 2014

Water Break Piala Dunia 2014, saat Portugal melawan Amerika Serikat.

Untuk kali pertama dalam sejarah, sistem water break diberlakukan dalam ajang Piala Dunia 2014. Pertandingan Amerika Serikat melawan Portugal di Amazonia Arena, Brasil, menjadi laga pertama sistem water break digunakan di ajang Piala Dunia.

Pada pertandingan yang berkesudahan 2-2 itu, kedua tim sempat melakukan jeda dan minum di pinggir lapangan pada saat pertandingan memasuki menit 39. Wasit Nestor Pitana yang kala itu memimpin jalannya pertandingan, merasa panasnya suhu di stadion memaksa dirinya untuk menghentikan pertandingan sejenak.

Diketahui, Kota Manasu, lokasi Amazonia Arena kala itu memiliki suhu mencapai 32 derajat celcius dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Sehingga tak heran bila kondisi tersebut sangat menguras cairan pada 22 pemain yang ada di lapangan.


3. Liga Primer Inggris musim 2015/16

Para pemain Stoke City ketika melakukan water break di kandang Norwich City, 2015 silam.

Salah satu liga terkenal di dunia, Liga Primer Inggris, ternyata pernah menggunakan sistem water break. Hal tersebut dilakukan pada pekan ketiga Liga Primer Inggris musim 2015/16.

Saat itu, terdapat tiga pertandingan yang menggunakan sistem water break, pertama adalah saat Norwich City menahan imbang tamunya, Stoke City, dengan skor 1-1. Kala itu, suhu di Carrow Road mencapai 28 derajat celcius.

Kedua adalah di Uptown Park, kandang lama West Ham United, kala dikalahkan oleh Bournemouth dengan skor 3-4. Suhu di stadion dan sekitarnya kala itu dikabarkan mencapai 30 derajat celcius.

Ketiga adalah saat Leicester City menahan imbang Tottenham Hotspur dengan skor 1-1. Bermain di King Power Stadium, wasit Martin Atkinson sempat menghentikan pertandingan untuk sementara lantaran suhu yang mencapai 28 derajat celcius kala itu.

Adanya water break di Liga Primer Inggris kala itu sempat menuai kritikan tajam oleh beberapa para pemerhati sepakbola, termasuk Gary Lineker. Dirinya menilai, water break membuat tensi permainan kala itu menghilang, dan sudah tidak menarik ketika para pemain kembali memasuki lapangan.

Piala DuniaLiga Primer InggrisPiala Super EropaPiala Super SpanyolPiala Presiden 2015Bola InternasionalPiala AsiaPiala Presiden 2017

Berita Terkini