x

Bukan Bachdim dan Lilipaly, Ini 3 Pemain Vital Luis Milla

Sabtu, 7 Oktober 2017 19:02 WIB
Penulis: Juni Adi | Editor: Joko Sedayu
Berikut tiga nama yang menjadi pemain penting dalam strategi permainan Luis Milla di Timnas Senior.

Di Timnas Indonesia senior, ternyata nama-nama sekaliber Evan Dimas, Stefano Lilipaly, ataupun Irfan Bachdim bukanlah pemain yang cukup penting perannya bagi permainan Luis Milla. 

Sampai dengan uji coba terakhir melawan Kamboja, Milla justru malah memilih pemain lain untuk mengatur serangan di lini tengah, ketimbang menurunkan Evan atau Lilipaly.

Padahal, saat era Alfred Riedl kedua pemain ini kerap dimainkan dan menjadi sosok vital di lini tengah Indonesia pada ajang Piala AFF 2016 lalu. Bahkan di Timnas U-22 untuk ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 pun, Milla sempat tak memainkan Evan dipertandingan awal melawan Malaysia.

Luis Milla.

Pelatih asal Spanyol itu nampaknya ingin mencoba memberi kesempatan bagi pemain-pemain lain di Liga 1 yang tampil gemilang sepanjang musim ini, untuk memperkuat Timnas Indonesia. Sebut saja, Fadhil Sausu, Muhammad Taufiq, dan juga Ilham Udin yang sukses melakoni debutnya bersama Skuat Garuda.

Baca Juga

Karena hal tersebut, peran Evan dan Lilipaly kerap tergusur oleh pemain lain di strategi permainan Luis Milla dalam lima pertandingan terakhir bersama Timnas Indonesia senior. 

Kendati demikian, ada tiga nama yang telah menyegel satu tempat inti, dan selalu dimainkan oleh Milla. Siapa saja nama-nama tersebut? Berikut hasil rangkuman INDOSPORT:


1. Bayu Pradana

Bayu Pradana

Gelandang asal Mitra Kukar ini menjadi pilar penting lini tengah Timnas Indonesia. Gelandang bertahan itu nyaris tak tergantikan posisinya sejak era Luis Milla. 

Bukan hanya di Timnas, di level klub, Bayu juga menjadi pemain vital di lini tengah Mitra Kukar. Ia mempunyai akurasi operasi hingga 84 persen di Liga 1.

Baca Juga

Tak heran jika nama Bayu Pradana kerap mengisi starting line-up Luis Milla, ketimbang memasang Evan Dimas di lini tengah. Sejauh ini, pemain berusia 26 tahun itu telah mencatatkan penampilan sebanyak 11 caps bersama Skuat Garuda. Berikut perbandingan menit bermain Bayu Pradana dan Evan Dimas:

Bayu Pradana

Indonesia 1-3 Myanmar (absen)

Indonesia 2-0 Kamboja (90 menit)

Indonesia 0-0 Puerto Riko (90 menit)

Indonesia 0-0 Fiji (90 menit)

Indonesia 3-1 Kamboja (90 menit)

Evan Dimas

Indonesia 1-3 Myanmar (45 menit)

Indonesia 2-0 Kamboja (absen)

Indonesia 0-0 Puerto Riko (absen)

Indonesia 0-0 Fiji (absen)

Indonesia 3-1 Kamboja (26 menit)


2. Febri Hariyadi

Febri Hariyadi dalam balutan seragam Timnas Indonesia.

Nama Febri Haryadi kembali menjadi tenar setelah menampilkan permainan gemilang di ajang SEA Games 2017 lalu. Ia kembali dipanggil Luis Milla diantara 20 pemain Timnas Indonesia yang dibawa untuk menghadapi Kamboja dalam laga uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, beberapa waktu lalu.

Kendati tak mencetak gol, gelandang Persib Bandung itu tetap mendapat pujian dari pelatih Luis Milla. Ia dinilai memiliki peran penting dalam kemenangan atas Kamboja.

Baca Juga

"Febri banyak peningkatan setelah tujuh bulan saya mengenalnya. Dia mampu beradaptasi dengan cepat, kompetitif, taktis, dan saya katakan dia cukup baik bermain di tim senior," kata Milla disesi konferensi pers usai pertandingan.

Berkat penampilannya yang semakin matang, Fabri mulai menjadi langganan Timnas era Luis Milla. Pemain berusia 21 tahun tersebut bahkan memiliki menit bermain lebih banyak ketimbang seniornya Irfan Bachdim. Berikut perbandingan menit bermain Febri Haryadi dan Irfan Bachdim:

Febry Hariyadi

Indonesia 1-3 Myanmar (90 menit)

Indonesia 2-0 Kamboja (69 menit)

Indonesia 0-0 Puerto Riko (45 menit)

Indonesia 0-0 Fiji (absen)

Indonesia 3-1 Kamboja (77 menit)

Irfan Bachdim

Indonesia 1-3 Myanmar (absen)

Indonesia 2-0 Kamboja (69 menit)

Indonesia 0-0 Puerto Riko (80 menit)

Indonesia 0-0 Fiji (45 menit)

Indonesia 3-1 Kamboja (26 menit)


3. Fachrudin Aryanto

Nguyen van Quyet (kiri) mendapat kawalan ketat dari Fachrudin Aryanto.

Nama Fachrudin mulai mencuat kala ia menjadi tembok kokoh di ajang Piala AFF 2016 lalu bersama Hansamu Yama. Pemain asal klub Madura United itu mulai memiliki peran tak tergantikan di lini belakang Timnas Indonesia baik era Alfred Riedl maupun era Luis Milla.

Namun, siapa sangka pemain yang pernah menjadi bagian Timnas untuk Piala AFF 2012 dan 2014 itu pernah mengalami kisah pelik di masa juniornya.

Baca Juga

"Dulu saat kecil saya sering ditolak seleksi, seperti ikut Popda (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) dan tim-tim junior lainnya. Tapi, saat itu saya terus disemangati agar bisa lebih baik lagi," tutur bek Sriwijaya itu mengtuip dari Juara.

Kisah pilunya itu kini terbayarkan dengan menjadi pemain penting untuk Timnas Indonesia, bahkan dirinya sudah dipercaya menjadi kapten Skuat Garuda menggantikan Boas Solossa saat melawan Kamboja.

"Alasan dipilihnya Fachrudin sebagai kapten, karena saya pikir posisi dia ideal untuk memantau sekaligus memberi arahan kepada pemain lainnya," jelas Bima Sakti kepada wartawan.

Dari lima pertandingan uji coba yang dilakoninya dibawah asuhan Luis Milla, ia selalu menjadi pilihan utama. Bahkan mengalahkan Stefano Lilipaly menit bermainnya bersama Timnas. Berikut perbandingan menit bermain Fachrudin Aryanto  dan Stefano Lilipaly:

Fachrudin Aryanto 

Indonesia 1-3 Myanmar (absen)

Indonesia 2-0 Kamboja (90 menit)

Indonesia 0-0 Puerto Riko (90 menit)

Indonesia 0-0 Fiji (90 menit)

Indonesia 3-1 Kamboja (79 menit)

Stefano Lilipaly

Indonesia 1-3 Myanmar (absen)

Indonesia 2-0 Kamboja (absen)

Indonesia 0-0 Puerto Riko (75 menit)

Indonesia 0-0 Fiji (45 menit)

Indonesia 3-1 Kamboja (13 menit)

Irfan BachdimEvan DimasStefano LilipalyTimnas IndonesiaLuis MillaBayu PradanaFebri HariyadiLiga IndonesiaFachrudin Aryanto

Berita Terkini