x

Deretan Sikap Fair Play Pemain Top Eropa yang Bisa Ditiru Bepe

Selasa, 7 November 2017 13:32 WIB
Penulis: Wira Wahyu Utama | Editor: Galih Prasetyo
FIFA Fairplay.

"Fair Play adalah sari patinya olahraga dan keniscayaan bagi perdamaian atau kelangsungan olahraga yang membawa kemaslahatan" Philip Noel Baker peraih Nobel Perdamaian tahun 1959.

Di dalam sepakbola juga mestinya demikian, sikap fair play dalam sebuah pertandingan adalah sesuatu yang harus kedepankan. Namun sayangnya tak sedikit juga kejadian yang membuat penonton geleng-geleng kepala. Sebab melihat dengan jelas adanya ketidakadilan dalam suatu pertandingan.

Baca Juga

Sebut saja misalnya, pada laga Persija vs Persib. Terlihat dengan jelas bahwa sundulan penyerang Persib, Ezechiel N'Douassel mengenai jaring gawang yang dijaga Andritany Ardhiyasa. Sayangnya sikap fair play itu baru muncul setelah laga sudah berakhir. 

Bepe sendiri sudah memberi klarifikasi terhadap kondisi tersebut. 

"Banyak orang (terutama pendukung Persib) menghakimi saya atas reaksi saya terhadap gol tersebut. Mereka berharap saya menghentikan pertandingan, dan meminta wasit mengesahkan gol tersebut," papar dia.

Lagi pula, kata Bepe, bagaimana cara seorang pemain menghentikan situasi seperti itu. Apalagi bolanya sedang play on.

"Apakah dengan meminta time out? saya tidak yakin peraturan itu ada dalam sepak bola. Atau harus dengan memasukkan bola ke gawang sendiri? alih-alih dianggap fair play seorang pemain malah dapat diangap mendapatkan suap, atau melakukan pengaturan skor," tandas dia.

Instagram @maungtempur mendebatkan posisi Bambang Pamungkas.

Sikap fair play memang sudah menjadi semacam barang langka dalam suatu pertandingan. Oleh karena itu Indosport mencoba merangkum beberapa sikap terpuji para pemain bola sebagai bentuk penghargaan atas sikap sportif yang mereka tunjukkan.


1. Paolo Di Canio

Paulo Di Canio

Dia dikenal sebagai penyerang Italia yang bengal. Dalam suatu pertandingan Ia pernah mendapat hukuman berat karena mendorong wasit hingga terjungkang, namun di penghujung karirnya ia berhasil membuat sejarah.

Momen tersebut terjadi pada tanggal 16 Desember 2000 di Goodison Park. Kala itu ia memperkuat West Ham United melawan Everton. Dimana Di Canio mendapat umpan matang di depan gawang Everton, yang terbuka lebar. Di luar dugaan si bengal justru menghentikan pertandingan karena Kiper Everton Paul Gerrard terkapar di tengah lapangan. 

Di Canio atas inisisasi sendiri menghentikan laga dan meminta wasit dan tim medis untuk melakukan perawatan kepada Paul Gerrard. Padahal, saat itu The Hammers bisa memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 jika si bad boy ini tak peduli dengan lawannya. 

Atas aksi heroiknya tersebut Ia mendapat tepukan tangan seisi Stadion Goodispn Park sekaligus mendapat penghargaan FIFA Fair Play pada tahun 2001. 


2. Robbie Fowler

Robbie Fowler

Penyerang anyar Liverpool pernah mendapat penghargaan UEFA Fair Play 1997 atas kejujuran ketika melawan Arsenal di Highbury. Ketika itu, The Reds mendapat tendangan penalti setelah kiper David Seaman dianggap melanggar sang legenda. 

Menariknya, mantan striker timnas Inggris itu menolak keputusan wasit. Akan tetapi usahanya membujuk wasit tidak berhasil. Ia tetap melakukan tendangan penalti.

Namun Fowler seperti tak kehabisan akal, Ia mengambil sendiri eksekusi penalti tersebut dengan menendang lemah bola ke pojok kiri bawah dan berhasil ditepis oleh Seaman. Sayang sekal, bola rebound itu berhasil dikonversi menjadi gol oleh Jason McAteer.Usai pertandingan, Fowler membantah telah memberitahu arah penaltinya kepada Seaman.

"Sebagai striker, sudah tugas saya untuk mengambil penalti tersebut. Saya selalu berusaha mencetak gol. Saya tidak punya niat untuk sengaja tidak membobol gawang lawan. Itu penalti yang buruk," ujar Fowler suatu hari.


3. Miroslav Klose

Miroslave Klose

Pernah dengar Gol Tangan Tuhan? Kalau belum, semoga gol Diego Maradona di perempatfinal Piala Dunia 1986 melawan Inggris anda ingat.  Yah, Gol itu juga dikau Oleh Maradona, bahwa ia menggunakan tangannya-dan separuh tangan Tuhan. Karena Gol tersebut, Inggris akhirnya kalah dengan skor tipis 2-1 dari Argentina. 

Miroslav Klose juga pernah melakukan hal yang sama saat memperkuat Lazio. Kala itu, pemain yang terkenal sejak Piala Dunia 2002 ini melawan Napoli pada laga Seri A musim 2012/13.

Lain halnya dengan Maradona, setelah bola bergulir ke dalam gawang, penyerang veteran asal Jerman itu mendatangi wasit dan mengakui telah menyentuh bola dengan tangannya. Dan Gol tersebut akhirnya dianulir wasit. 

Padahal jika Klose tak mengakui perbuatannya tersebut, Gol tersebut bisa membawa Lazio unggul lebih dulu. Laga kontra Napoli itu sendiri berakhir dengan kemenangan Napoli. Meski begitu, tak ada penyesalan dari Klose.


4. Aaron Hunt

Aaron Hunt

Nama ini mungkin belum setenar Di Canio dan Klose. Tapi gelandang serang Werder Bremen ini pernah menolak hadiah penalti dari wasit. Bagi sebagian pemain bola, menjatuhkan diri (diving untuk memperoleh penalti adalah sesuatu yang lumrah. Si biang kerok ini biasanya akan di-bully jika terbukti melakukan diving. Lain halnya dengan Aaron Hunt yang justru menolak hadiah penalti.

Ia terjatuh dalam kotak penalti setelah salah satu pemain bertahan Nurnberg melanggar Aaron Hunt dan Wasit langsung menunjuk titik putih. Namun dengan sigap, Hunt datang memberi tahu wasit bahwa itu bukan sebuah pelanggaran. Tak berselang lama, hukuman pinalti akhirnya dibatalkan, para pemain Nurnberg langsung memberikan apresiasi atas tindakan pemain kelahiran  Goslar, Jerman 31 tahun lalu tersebut.


5. Frank Ordenewitz

Frank Ordenewitz ketika sudah berumur dan bermain di laga persahabatan

Ordenewitz tercatat hanya pernah memperkuat timnas Jerman Barat sebanyak dua kali. Namun, nama pemain kelahiran Bad Fallingbostel itu tidak akan pernah dilupakan publik sepakbola Jerman. Pada 1988, Ordenewitz meraih FIFA Fair Play Award karena tindakannya yang mengaku melakukan handball saat masih memperkuat Werder Bremen.

Baca Juga

Pada pertandingan Bundesliga melawan FC Koeln, 7 Mei 1988, Ordenewitz mengaku kepada wasit bahw Ia melakukan handball di kotak terlarang. Wasit pun menunjuk titik putih. Karena hal itu, Koeln akhirnya meraih kemenangan 2-0 atas Bremen. Berkat aksinya tersebut pria kelahiran 25 Maret 1965 tersebut dikenang dalam sejarah Fair Play dunia sepakbola.


6. Costin Lazar

Costin Lazăr

Kala itu Lazar masih memperkuat Rapid Bucuresti. Lazar berhasil menunjukkan sikap fair play yang  luar biasa. Pada pertandingan melawan Otelul Galati di Liga Rumania, Maret 2009, wasit memberi Rapid tendangan penalti setelah menganggap Alexandru Bourceanu melanggar dirinya di kotak terlarang. Kedudukan saat itu masih imbang 0-0 dan Rapid Bucuresti tengah berusaha menjauhi zona degradasi. 

Saat tayangan ulang diputar, memang terlihat adanya kontak antara Bourceanu dengan Lazar. Namun, Lazar kemudian mengatakan kalau Bourceanu tidak melakukan pelanggaran dan melakukan tekel yang adil. 

Mendengar pengakuan bek timnas Rumania tersebut, wasit kemudian mengubah keputusannya. Pemain Rapid, Ovidiu Herea, kemudian menendang bola ke luar lapangan hingga Otelul mendapat tendangan gawang. Atas keputusannya tersebut, pria kelahiran Bucharest, Rumania ini akhirnya dikenal dunia.

Persib BandungPersija JakartaSriwijaya FCPSMS MedanLiga Indonesia

Berita Terkini