x

5 Pemain yang Bersinar Setelah Berganti Posisi

Rabu, 15 November 2017 16:37 WIB
Penulis: Yohanes Paulus Arianto Namang | Editor:
Gianluigi Buffon meluapkan emosinya pasca kegagalan Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2018.

Berada dalam zona nyaman tak selamanya membawa kebaikan bagi seorang pesepakbola. Seorang pesepakbola dituntut keluar dari zona nyamannya hingga mencapai batas-batas kemampuannya agar ia bisa menjadi seorang pemain yang handal dan cakap. 

Banyak pemain hebat pada awalnya tidak bermain gemilang di posisinya, hingga pada suatu hari mereka menyadari bahwa kepiawaian mereka tidak berada di posisi tersebut, tetapi di posisi lainnya. 

Kesadaran itu yang membuat mereka akhirnya putar kemudi untuk menjajal posisi yang baru dengan sebuah semangat lebih dan kesungguhan yang tinggi. 

Berikut ini INDOSPORT tampilkan ke hadapan pembaca 5 pemain hebat yang meraih prestasi terbaiknya ketika mereka berani memutuskan untuk berganti posisi, keluar dari zona nyamannya, dan menjajal batas-batas kemampuannya. 


1. Evan Dimas

Evan Dimas berhadapan dengan pemain Febri Hariyadi, pemain Persib Bandung.

Playmaker lincah milik Timnas Indonesia ini merupakan salah satu gelandang hebat yang pernah dimiliki tanah air. 

Sebelumnya, Evan mengakui pernah ditempatkan di posisi yang asing menurutnya yakni bek kanan dan penyerang di Espanyol B. 

Setelah melihat penampilannya yang memukau dengan akurasi operan yang tinggi, Lluis Planaguma, pelatih kepala Espanyol B, akhirnya menempatkannya sebagai gelandang serang. 


2. Alsan Sanda

Penggawa Bhayangkara FC, Alsan Sanda.

Hampir seumur hidupnya ia bermain sebagai seorang penyerang sebelumnya akhirnya bertemu pelatih bertangan dingin Indra Sjafri yang menyuruhnya bermain di posisi full back. 

Pemain yang pernah merumput bersama Bali United ini menikmati peran barunya sebagai bek sayap dan langsung merasa cocok. Sejak hengkang ke Bhayangkara United, ia menjadi pilihan nomor 1 pelatih Simon McMenemy mengisi starting line up. 

Kepercayaan Mcmenemy tak disia-siakannya sehingga ia menjadi pemain full back kiri yang tak tergantikan di Bhayangkara FC.  Kerja kerasnya di jantung pertahanan Bhayangkara FC akhirnya membuahkan hasil ketika The Guardian berhasil menjadi juara Liga 1 Indonesia 2017. 


3. Fernando Torres

Fernando Torres memutuskan pensiun di Atletico Madrid.

Torres merupakan salah satu deretan penyerang terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepakbola. Fernando Jose Torres Sanz pada awalnya tidak bermain sebagai seorang penyerang, tetapi sebagai penjaga gawang.

Ketika berusia 5 tahun Torres bergabung dengan Parque 84. Bersama Parque, Torres diplot sebagai penjaga gawang dan dia menikmatinya karena masih berada dalam bayang-bayang sang kakak yang juga berposisi penjaga gawang. 

Umur 7 tahun, Torres mulai menjajal posisi penyerang, terutama setelah Ia terinspirasi dari karakter anime Kapten Tsubasa. 

Pilihannya menjadi penyerang tidaklah salah, ketika berusia 10 tahun ia bermain bersama Rayo dan berhasil menyarangkan 55 gol dalam semusim. 

Penampilan memukau sebagai penyerang bersama Rayo membuat para pemandu bakat Atletico memburunya hingga akhirnya bergabung bersama akademi sepakbola klub tersebut pada usia 11 tahun. Sejak saat itulah ia mulai bermain sebagai penyerang. 


4. Carles Puyol

Carles Puyol

Siapa yang tak kenal Carles Puyol i Saforcada sosok yang terkenal karena kegarangannya di lini belakang Barcelona FC dan Timnas Spanyol? 

Puyol menjadi salah satu bek terbaik Dunia karena totalitasnya dalam menjaga lini pertahanan Spanyol hingga meraih gelar juara Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010. 

Di level klub ia berhasil meraih gelar juara mulai dari La Liga, Copa del Rey, Supercopa Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia antar Klub. 

Siapa sangka, seorang bek tangguh itu dulunya adalah penjaga gawang. Sebelum bergabung ke Barcelona Junior di La Masia, ia menjadi penjaga gawang untuk Catalonia. 

Cedera bahu mengubah segalanya, ia berhenti menjadi penjaga gawang dan beralih menjadi penyerang. Semenjak bergabung dengan Barcelona Junior ia beralih posisi menjadi gelandang bertahan. 2 tahun berselang ia memilih menjadi seorang bek kanan di Barcelona B. 

Evolusi posisi pemain berambut gondrong itu akhirnya paripurna sebagai seorang bek tengah ketika ia mulai merumput bersama Barcelona FC dan Timnas Spanyol. 


5. Gianluigi Buffon

Ekspresi kecewa kiper Timnas Italia, Gianluigi Buffon saat gawangnya kebobolan dari Timnas Spanyol.

Ia adalah legenda Juventus dan Timnas Italia. Bermain bersama Juventus ia berhasil mengamankan gawang "Si Nyonya Tua" hingga merajai Serie A, Supercoppa Italiana, Coppa Italia selama hampir 16 tahun dengan bertabur gelar juara. Puncak karirnya terjadi ketika ia bersama Canavarro dkk berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2006. 

Buffon berhasil membuktikan dirinya sebagai penjaga gawang terbaik dunia setelah Juventus berhasil memboyongnya dari Parma. 

Sebelum menjadi penjaga gawang legendaris, dulunya ia merupakan seorang gelandang. Ia mulai mengubah posisinya ketika berusia 12 tahun semenjak melihat penampilan gemilang penjaga gawang Kamerun, Thomas N'Kono yang tampil luar biasa pada Piala Dunia 1990. 

Fernando TorresGianluigi BuffonCarles PuyolLiga Indonesia

Berita Terkini