Hari AIDS Sedunia, 3 Pesepakbola Ini Pernah Menjadi Pengidap
Pada hari ini, tepatnya 1 Desember, seluruh lapisan dunia memperingati yang namanya Hari AIDS Sedunia. Penyakit yang menular lewat hubungan seks yang salah itu bisa membuat penderitanya dijauhi oleh lingkungan sekitar.
Selain itu penyakit tersebut hingga kini juga belum ditemukan penawarnya. Virus itu juga bisa diderita oleh siapapun, tak terkecuali seorang pesepakbola (atlet).
Dalam dunia sepakbola, para pesepakbola dapat dengan mudah bergonta-ganti pasangannya. Selain itu tak jarang mereka juga menyewa pekerja seks komersial untuk memuaskan hasrat terpendamnya.
Jika sering berhubungan badan dengan berbagai pasangan kemungkinan bisa saja mereka terkena virus tersebut. Oleh karena itu INDOSPORT coba merangkum beberapa pemain sepakbola yang didiagnosis mengidap HIV/Aids.
1. Emmanuel Eboue
Mantan pemain Arsenal, Emmanuel Eboue didiagnosis memiliki penyakit HIV/AIDS dalam darahnya saat melakukan tes medis untuk calon klub barunya, yakni Turk Ocagi Limasol, pada 2017.
Mengetahui pemainnya didiagnosis seperti itu, sang agen, Tekin Birinci langsung angkat bicara. Menurutnya terdapat begitu tinggi presentase (virus HIV/AIDS) dalam darah Eboue. Sehingga Eboue langsung diterbangkan ke Inggris untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
2. Wanyama Nelson
Seorang pemain sepakbola asal Kenya bernama Wanyama Nelson divonis mengidap HIV/AIDS pada 2015 lalu. Nelson ialah mantan pesepakbola yang pernah menjadi kapten untuk klub sepakbola asal Kenya, Eldoret KCC, pada 1997 lalu.
Awalnya, Nelson tak menyadari jika di dalam tubuhnya terdapat virus HIV yang mematikan dan ia hanya mengira dirinya hanya menderita penyakit misterius akibat kondisi iklim.
Namun seiring berjalannya waktu, Nelson yang kondisinya terus melemah akibat penyakit tersebut akhirnya melakukan tes HIV. Hasilnya, ia terbukti positif menderita AIDS seperti perkiraan banyak orang selama ini.
3. Deradjat Ginandjar Koesmayadi
Pria asal Bandung ini telah mengidap virus tersebut pada tahun 2003. Namun usai mengetahui dirinya divonis virus HIV/AIDS tak membuat Ginan patah semangat. Dirinya lantas tertarik dengan sepakbola dan bertekad akan mengubah hidupnya dengan bermain si kulit bundar.
Jalan yang dipilihnya tidak salah. Buktinya Ginan berhasil terpilih sebagai pemain terbaik di ajang Homeless World Cup tahun 2011 di Paris, Prancis. Pencapaian tersebut membuatnya mampu mengharumkan nama bangsa.
“Saya merasa tidak percaya dengan apa yang saya dapatkan ini. Mengalahkan Italia, Irlandia, dan yang terhebat kami pernah mengalahkan juara dunia homeless, Skotlandia,” katanya.
Tak hanya itu Ginan juga mendirikan Ruma Cemara yang merupakan komunitas untuk orang-orang yang menderita penyakit HIV/AIDS atau biasa disebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).
4. Didier Drogba
Mantan penyerang Chelsea ini bukannya menderita/didiagnosis mengidap penyakit HIV/AIDS, melainkan dirinya ditunjuk oleh apparel Nike untuk menjadi duta kampanye HIV/AIDS.
Tidak hanya dirinya yang didapuk sebagai duta tersebut, sejumlah atlet seperti petenis cantik asal Rusia, yakni Maria Sharapova, dan pebasket asal Amerika Serikat, yaitu Kobe Bryant juga ditunjuk Nike untuk membantu menyebar kesadaran akan virus tersebut.
Selamat Hari Aids Sedunia! Jauhi penyakitnya, bukan orangnya.