x

FC Juarez, Klub yang Berasal dari 'Neraka Dunia'

Sabtu, 30 Desember 2017 14:52 WIB
Editor:
Para pendukung FC Juarez.

Apa yang bakal Anda bayangkan saat lahir dan tumbuh besar di kota yang memiliki tingkat kriminalitas tinggi? Kesuraman mungkin yang bakal Anda rasakan. Hal itu juga yang dialami oleh sejumlah anak muda yang lahir dan tumbuh besar di daerah bernama Ciudad Juarez, Meksiko. 

Kota ini seperti dikutip dari nytimes.com (30/12/17) masuk dalam pusatnya kartel narkotika Amerika Latin. Harapan hidup di Juarez sangat kecil, para anak mudanya dihadapkan hanya pada 2 pilihan, menjadi bagian dari kartel narkotika dan masuk ke Amerika Serikat sebagai imigran ilegal atau menunggu mati di kota tersebut.

Baca Juga
Skuat FC Juarez.

Data dari imigrasi Amerika Serikat menyebut bahwa pada 2015 saja ada 700 orang meninggal dari kota ini, penyebabn utamanya ialah soal merajalelanya kartel narkotika. Meski kota ini seperti tak memiliki harapan untuk hidup, Juarez masih memiliki setitik cahaya. Setitik harapan itu berasal dari lapangan sepakbola, kota ini memiliki klub sepakbola yang belakangan jadi alternatif untuk anak muda Juarez menata hidup lebih manusiawi.

Berikut kisah FC Juarez, klub sepakbola yang berada di tempat berjuluk 'Neraka Dunia'. 


1. Didirikan oleh sosok yang dianggap 'Malaikat'

Skuat FC Juarez.

Pada 29 Mei 2015, sosok perempuan bernama Alejandra de la Vega melakukan terobosan besar di kota ini. Tak seperti kebanyakan orang yang memiliki uang banyak di kota ini, de La Vega malah mendirikan sebuah klub sepakbola. Padahal realitanya, kota ini dikuasai oleh para kartel narkotika. 

de la Vega seperti membawa cahaya terang bagi anak muda di kota ini dengan mendirikan klub sepakbola yang kemudian ia beri nama FC Juarez. Sejumlah anak muda di kota ini bergembira sejak kemunculan FC Juarez, salah satunya bernama Alejandro. "Saya seperti hidup di tempat normal semenjak adanya FC Juarez,"

Sayang kemudian, Alejandro jadi salah satu korban tewas saat para kartel narkotika berebut lahan. Laporan koran lokal Meksiko menyebut, selain Alejandro ada dua orang lagi yang tewas karena peristiwa mengenaskan tersebut. Polisi yang membawa jenazah Alejandro menemukan syal dan jersey FC Juarez di tas yang dipakainya.


2. Kiprah FC Juarez

Pemain FC Juarez saat berlatih.

FC Juarez sendiri saat ini ditukangi oleh Sergio Orduna, pelatih yang sudah bertahun-tahun berkutat di kasta kedua liga Meksiko. Orduna sendiri menyebut untuk bisa mengangkat level FC Juarez dibutuhkan skuat dengan komposisi pemain berpengalaman dan pemain muda Meksiko. Orduna sendiri sebelum jadi pelatih ialah pemain yang pernah membela klub besar Meksiko seperti Tigres UANL dan Atlas de Guadalajara.

Dikutip dari data soccerway.com (07/12/17), FC Juarez saat ini bermarkas di Stadion Olímpico Benito dengan kapasitas 19 ribu tempat duduk. Di stadion inilah sebagian besar anak muda dan orang Juarez merasakan hal positif dalam hidup mereka setelah bertahun-tahun berkubang dengan kondisi menakutkan. Pada musim 2015/16 sendiri, FC Juarez sukses menjuarai Ascenso MX, kompetisi kasta kedua Liga Meksiko.


3. FC Juarez

Alejandra de la Vega, pendiri FC Juarez.
MeksikoBola InternasionalFC Juarez

Berita Terkini