x

Sosok Luis Milla Dimata Pencetak Gol Termuda Liga Champions Asia

Rabu, 21 Februari 2018 20:17 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Ivan Reinhard Manurung
Penyerang Timnas Indonesia, Hanis Saghara Putra.

Setelah ditinggal Bima Sakti yang tengah mengambil lisensi A AFC di Sawangan, Depok dari  19 Februari hingga 5 Maret 2018, pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 langsung diambil alih oleh Luis Milla.

Pria 51 tahun itu secara langsung memantau latihan Skuat Garuda Nusantara sejak Senin (19/02/18) di Lapangan ABC Senayan, Jakarta. Sejatinya komando kepelatihan  memang diserahkan pada Miguel Gandia serta Eduardo Perez, tapi Luis Milla melihat langsung dari pinggir lapangan.

Luis Milla beberapa kali ikut memimpin sesi latihan pemain Timnas U-19.

Hal itu membuat salah satu striker berbakat Timnas U-19 milik Bali United, Hanis Saghara mengatakan ia merasakan hal yang berbeda. Karenanya ia mengisyaratkan akan memberikan penampilan terbaik demi mencuri perhatian pelatih asal Spanyol itu.

"Saya senang bisa mendapat materi pelatihan dari Luis Milla. Sensasinya tentu saja berbeda," ucap Hanis seraya tersenyum usai latihan.

Setelah tiga hari bersama Luis Milla, Hanis Saghara mengatakan pelatih asal Spanyol itu adalah orang yang sederhana dan juga bersahabat meski ada keterbatasan komunikasi karena terkendala bahasa. Meski begitu, pemain berusia 18 tahun itu mengaku sangat senang bisa ditangani pelatih juara Piala Eropa U-21 pada 2011 lalu.

"Coach Milla orangnya humble dan selalu kasih tahu kekurangan pemain. Senang rasanya dilatih oleh pelatih berkelas seperti Milla," ungkap pencetak gol termuda asal Indonesia di Liga Champions Asia 2018.

Timnas U-19 dan U-23 berlatih bersama di Lapangan ABC, Senayan.

Hanis juga menjelaskan dalam latihan, Luis Milla menekankan agar para pemain Timnas U-19 membiasakan diri soal penguasaan bola. Hal itu dinilai menjadi landasan dasar agar membuat lawan kesulitan dalam pertandingan. Selain itu, segala hal yang menyangkut program latihan diluar lapangan pun tak luput dari perhatian Luis Milla.

"Kita diminta harus kuat dengan bola, jadi lawan sulit untuk merebutnya. Tadi mungkin ada lagi beberapa porsi latihan yang beda dan bagus. Porsi makanan kami juga sudah diatur coach Milla. Tapi kami masih terkendala dengan bahasa," tutup penyerang Bali United itu.

Baca Juga

Setelah gahal meraih gelar juara Piala Presiden 2018 bersama Bali United, Hanis menegaskan akan terus belajar dan memperbaiki diri. Hasil pahit pada akhir pekan lalu dari Persija Jakarta dinilai jadi pelajaran berharga untuk kemudian lebih baik di masa mendatang.

Timnas u-19Timnas IndonesiaLuis MillaBali UnitedLiga IndonesiaBali United FCHanis Saghara

Berita Terkini