x

3 Fakta Kontroversial Milomir Seslija, Pelatih Anyar Madura United

Kamis, 1 Maret 2018 11:38 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor: Isman Fadil
Milomir Seslija

Pelatih berdarah Bosnia, Milomir Seslija akhirnya resmi ditetapkan sebagai pelatih anyar Madura United usai Gomes de Oliviera memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi kepelatihan klub berjuluk Sapee Kerab tersebut pada Rabu (28/02/18) kemarin. 

Penunjukkan Milo sebagai pelatih anyar MU tersebut diumumkan kepada publik lewat unggahan akun Twitter resmi klub. Dirinya ditunjuk untuk segera memimpin latihan perdana bersama dengan skuat MU, usai mereka berhadapan dengan Persiba Balikpapan di Piala Gubernur Kaltim 2018 kemarin.

Milo sendiri rupanya bukan pelatih asing biasa. Pria kelahiran Sarajevo tersebut ternyata punya catatan panjang sebagai pelatih di cukup banyak tim, baik Indonesia maupun negara asalnya sendiri. Hal itu yang kemudian membuktikan bahwa dirinya punya jam terbang yang cukup tinggi.

Namun tak hanya catatan panjang karirnya sebagai pelatih, Milo sendiri ternyata memiliki rekam jejak yang cukup kontroversial selama dirinya memegang tampuk kursi pelatih kepala di sejumlah klub yang ia gawangi, salah satunya klub-klub Indonesia. 

Baca Juga

Mantan anggota komite Olimpiade Libya tersebut tercatat pernah menjadi pelatih di dua klub Indonesia, yakni Arema pada musim 2011/2012 dan juga Persiba Balikpapan pada musim lalu, kala mereka berjuang mengarungi kompetisi Liga 1.

Berikut INDOSPORT berhasil merangkum sederet fakta kontroversial yang ditorehkan oleh Milomir Seslija selama karirnya sebagai pelatih klub kenamaan di Indonesia:


1. Kontroversi Kabur dari Persiba Balikpapan

Milomir Seslija mengakui bahwa Semen Padang tak semestinya berada di papan bawah klasemen Liga 1.

Milo pernah terlibat kasus kontroversial yang menyeret nama mantan klub yang ia latih Persiba Balikpapan. Juru taktik berusia 53 tahun ini tercatat pernah kabur dari kursi kepelatihan Persiba pada pertengahan musim lalu. 

Usut punya usut, akhirnya Milo mau membeberkan mengapa dirinya mengundurkan diri tanpa alasan dari klub berjuluk Beruang Madu tersebut. Rupanya hal itu berkaitan dengan kesejahteraan selama dirinya bergabung di sana. 

Dirinya merasa kala itu tak lagi sejalan dengan visi yang dimiliki oleh Persiba. Terlebih lagi dirinya mengakui tak mampu memenuhi harapan klub itu lagi, ditambah dengan masalah akomodasi yang tak juga dicukup oleh tim kepada dirinya sebagai seorang pelatih. 


2. Sebut Persipura Juara Palsu ISC 2016

Caption

Sebelum terlibat konflik dengan Persiba, rupanya Milo sendiri sudah mencatat momen tak menyenangkan kala dirinya melatih Arema Indonesia. Hal tersebut usai dirinya melempar komentar pedas pada Persipura Jayapura. 

Saat itu, Persipura keluar sebagai juara Indonesia Soccer Championship 2016. Milo mengganggap gelar juara yang berhasil disabet oleh klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut palsu. Hal itu tentu saja membuat kondisi menjadi memanas. 

Di sana, Milo menilai bahwa Persipura banyak mendapatkan hadiah penalti kala berlaga di Stadion Mandala. Manajemen Persipura pun akhirnya memprotes keras Arema FC soal tuduhan tersebut, hingga akhirnya Singo Edan pun meminta maaf. 


3. Jilat Ludah Sendiri Soal Hamka Hamzah di Arema

Pelatih Arema Cronus Milomir Seslija (tengah) saat mencontohkan gerakan kepada para pemainnya.

Ketima Milo menggawangi Arema kala menjalani laga di ISC 2016, dirinya sempat pernah menolak pemain yang kini berkiprah di Sriwijaya FC, Hamka Hamzah ketika hendak bergabung dengan Arema. 

Milo sendiri bahkan sampai akan mengancam keluar jika manajemen Arema tetap mendatangkan Hamka dan menjadikannya sebagai salah satu penggawa yang akan memperkuat klub tersebut. 

Namun pada akhirnya, Hamka tetap bergabung dengan Arema pada musim tersebut. Dan yang justru membuatnya semakin aneh adalah ketika Milo justu malah menjadikan Hamka sebagai salah satu pemain andalannya. 

Arema CronusPersiba BalikpapanMilomir SeslijaMadura United FCLiga IndonesiaGomes de OliveiraLiga 1

Berita Terkini