x

3 Dampak yang Terjadi Jika Enrique Besut Chelsea

Jumat, 23 Maret 2018 16:20 WIB
Editor: Yohanes Ishak
Luis Enrique, calon pelatih Chelsea.

Dari awal sampai memasuki akhir musim 2017/18, tak dapat dipungkiri jika permainan juara bertahan Liga Primer Inggris, Chelsea sangat jauh dari kata memuaskan.

Tim Ibu Kota Inggris ini memang kerap bermain angin-anginan, sehingga banyak poin yang seharusnya dapat mereka raih pun menjadi gagal didapatkan.

Alhasil, kabar tentang didepaknya pelatih mereka, Antonio Conte pun terus beredar dengan kencang.

Antonio Conte, pelatih Chelsea.

Meski arsitek berdarah Italia ini pada musim 2016/17 lalu sukses memberikan gelar Liga Primer Inggris, namun gelar tersebut seperti sia-sia jika sang pemilik klub, Roman Abramovich merasa tidak senang dengan kinerjanya di musim ini.

Hingga akhirnya, The Blues pun saat ini sudah mengumpulkan sejumlah nama calon pelatih pengganti Conte dan nama mantan pelatih Barcelona, Luis Enrique muncul paling pertama.

Jika nantinya Chelsea sukses mendapatkan tanda tangan Luis Enrique, maka ada beberapa hal yang dapat terjadi di klub yang berdiri sejak tahun 1905 tersebut.

Berikut ini INDOSPORT akan mengulasnya:

Baca Juga

1. Adaptasi

Pep Guardiola, pelatih Man City.

Harus diakui, jika Luis Enrique mempunyai taktik yang serupa seperti pelatih Manchester City, Pep Guardiola.

Hal itu tak mengherankan mengingat keduanya sama-sama melambungkan namanya di Barcelona. Bahkan, filosofi dalam kepelatihannya pun tak jauh berbeda.

Namun, untuk membuat Chelsea dapat menyuguhkan permainan yang indah layaknya Barcelona dan Man City, maka pastinya Enrique harus dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Lihat saja pada musim 2016/17 kemarin, Pep Guardiola diberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan kompetisi di Liga Primer Inggris.

Barulah pada musim 2017/18 ini Man City tampil sangat superior, bahkan dalam 30 pertandingan di Liga Primer Inggris mereka baru merasakan satu kali kekalahan.

Artinya, para penggemar Chelsea maupun Roman Abramovich harus panjang sabar, jika pada musim pertama Enrique bersama The Blues tidak bisa memberikan gelar juara.


2. Chelsea Dapat Peragakan Tiki-Taka

Chelsea FC saat sedang latihan.

Tak dapat dipungkiri lagi dalam beberapa tahun terakhir, The Pensioners sering memainkan gaya bermain pragmatis atau fleksibel.

Permainan tersebut yaitu berusaha bertahan semaksimal mungkin, lalu mengandalkan serangan balik untuk dapat mencetak gol.

Nah seperti yang telah ditulis pada paragraf sebelumnya, yaitu Enrique yang juga mempunyai taktik sama seperti Guardiola.

Bersama Luis Enrique, bukan tidak mungkin Chelsea dapat menyuguhkan gaya permainan sepakbola modern masa kini, yakni tiki-taka.

Hanya saja, perlu diingat kembali pada artikel pertama, jika ingin melihat Chelsea menyuguhkan permainan yang indah, maka semua itu butuh proses adaptasi dan kesabaran.

Lihat saja Pep Guardiola saat membesut Man City pada musim perdananya, ia membutuhkan waktu agar dapat beradaptasi, lalu mencari pemain yang sesuai dengan racikannya.

Barulah pada musim keduanya di musim 2017/18 ini, suka atau tidak, harus diakui jika permainan The Citizens lebih atraktif dan menarik untuk dilihat disbanding musim sebelumnya.


3. Rivalitas Sengit dengan Man City

Chelsea vs Man City.

Semenjak Chelsea menjadi salah satu pesaing kuat dalam meraih gelar juara Liga Primer Inggris, pesaing mereka biasanya hanya ada dua, yaitu melawan Arsenal karena rival sekota dan klub yang paling banyak menjuarai Liga Primer Inggris, Manchester United.

Namun semua itu berbeda sejak Man City mulai berkembang, terlebih mereka saat ini sudah dibesut oleh Pep Guardiola, maka bukan tidak mungkin rivalitas antara Chelsea dan Man City akan semakin sengit di musim baru nanti.

Mengapa demikian? Karena jika Luis Enrique resmi melatih Chelsea, maka mereka akan mempunyai gaya bermain yang sama seperti Man City di era Pep Guardiola.

ChelseaAntonio ConteLuis EnriqueLiga Primer InggrisLiga Inggris

Berita Terkini