Tren Buruk Berlanjut, Timnas U-19 Sudah Kebobolan 12 Gol dalam 3 Laga
Jepang U-19 memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi timnas U-19 Indonesia. Pasalnya, pasukan dari Negeri Samurai tersebut menghantam Egy Maulana Vikri dkk dengan skor yang cukup telak, yakni -14. Hasil tersebut merupakan awal buruk bagi pelatih baru Bima Sakti.
Permainan Garuda Nusantara juga tidak terlihat seperti biasanya. Hal itu sepertinya memang merupakan transisi dari segi kepelatihan baru yang diterapkan kepada timnas U-19. Empat gol dalam laga melawan Jepang juga menambah catatan buruk mereka di beberapa pertandingan terakhir.
1. Catatan Buruk
Kebobolan empat gol melawan Jepang menambah daftar panjang tren buruk Timnas U-19. Jika dirinci, skuat asuhan Bima Sakti telah kemasukkan 12 gol hanya dalam tiga laga atau rata-rata empat gol dalam satu pertandingan.
Pada bulan November lalu, Timnas U-19 dikalahkan oleh Korea Selatan u-19 dengan skor telak 4-0 di lanjutan kualifikasi laga ketiga kualifikasi Piala Asia U-19 yang digelar di Stadion Paju. Kemudian, Garuda Nusantara juga menelan kekalahan menyakitkan 1-4 dari Malaysia dalam ajang yang sama.
2. Dual Lini Sorotan
12 gol hanya dalam tiga laga terakhir mengindikasikan jika ada yang salah dengan cara bertahan timnas U-19 arahan pelatih Bima Sakti. Pekerjaan rumah yang besar harus segera diselesaikan apabila tren buruk ini tidak ingin dilanjutkan.
Selain lini pertahanan yang buruk, para pemain depan Indonesia juga kehilangan tajinya. Kebobolan 12 gol dalam tiga laga terakhir namun mereka hanya bisa mencetak dua gol. Hanis Saghara dkk harus dapat memutus rangkaian tidak baik ini.
3. Petik Pelajaran
Kekalahan atas Jepang U-19 memang banyak memberikan pelajaran yang cukup berharga. Pelatih Timnas U-19, Bima Sakti, menyebut kekalahan anak asuhnya dikarenakan sudah lama tidak mengagendakan laga uji coba.
Terlebih, Jepang mengandalkan strategi serangan balik yang mampu menyulitkan Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan. "Bagus buat kami. Apalagi Timnas U-19 sudah lama tidak main. Bulan depan akan kmpul lagi.
Strategi jepang lebih menunggu, apa yangg jdi penyebab strategi kita tidak berjalan. Permainan jepang lebih menunggu di awal. Lalu mulai press dan menunggu pemain kita melakukan kesalahan.
TC berikutnya akan lebih panjang. Supaya koordinasi antar lini semakin baik," kata Bima Sakti usai pertandingan.