Terungkap, Mourinho Pernah 'Ngomongin' Casillas di Belakang
Paul Pogba saat ini tengah dirumorkan akan hengkang usai dirinya digantikan di laga terakhir Manchester United. Dan lebih parahnya, Pogba ogah menyalami Jose Mourinho sementara menyalami staf pelatih lainnya.
Situasi yang dialami Pogba saat ini hampir mirip dengan apa yang dialami oleh kiper legendaris Real Madrid, Iker Casillas saat Mourinho melatih Los Blancos tahun 2010 lalu.
Di musim keduanya bersama Real Madrid, Mourinho diketahui berselisih dengan kapten tim, Iker Casillas. Hal ini diungkapkan oleh eks kiper Brasil, Julio Cesar yang menceritakan seberapa buruk hubungan antara Mourinho dan Casillas ketika keduanya di Madrid.
1. Dapat SMS dari Mourinho
Cesar pun mengawali ceritanya dari saat dia memberikan selamat kepada Casillas dan bertukar jersey usai laga final Piala Konfederasi 2013, di mana Brasil mengalahkan Spanyol dengan skor telak 3-0.
"Ketika saya masuk ruang ganti, saya melihat sebuah pesan dari Mourinho di ponsel saya.
"Dia memiliki masalah dengan Casillas di Real Madrid dan pesan itu berisi: "Anda gila, dia yang harusnya meminta jersey anda, bukan anda!" ucap Cesar dilansir dari Express.
2. Perseteruan Casillas dan Mourinho
Cesar lalu lanjut menceritakan seberapa parah perseteruan yang terjadi antara Casillas dan Mourinho. Cesar bahkan mengungkapkan Casillas sampai menghampirinya ke ruang ganti untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"Dia datang ke ruang ganti untuk berbicara pada saya. Dan saya katakan kepadanya untuk tetap tenang. Mourinho memang orang yang sulit, tapi kami harus menghadapinya.
"Menurut saya, Mourinho senang menemui langsung para pemain yang dipertimbangkan sebagai bintang di tim yang diasuhnya," ucap Cesar.
3. Statistik Casillas di Bawah Asuhan Mourinho
Iker Casillas memang menjadi salah satu pemain senior yang memiliki masalah dengan Mourinho. Dilansir dari data di transfermarkt.co.uk, penampilannya sangat terbatas dengan hanya 27 kali di semua kompetisi.
19 penampilan di La Liga Spanyol, hanya 5 kali di Liga Champions dan 3 kali di Copa del Rey. Statistik yang tidak beda jauh terjadi hingga akhir musim 2014/15, hal ini membuat dia pindah ke FC Porto untuk musim 2015/16 lalu.