x

Hari Pendidikan Nasional, Para Bintang Timnas Indonesia Ini Rela Tinggalkan Sepakbola Demi Sekolah

Rabu, 2 Mei 2018 17:07 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
Dinan Yahdian Javier dan Ruben Wuarbanaran.

Bagi para pesepakbola muda, pendidikan dan sepakbola kerap kali menjadi pilihan yang mesti dihadapi. Maklum, sepakbola menuntut seorang pemain untuk fokus menekuninya sejak di usia sangat dini. Hal inilah yang membuat seorang pemain harus rela meninggalkan pendidikannya demi karier profesional di sepakbola. 

Namun, dalam kenyataannya, tak semua pemain atau pesepakbola muda yang benar-benar meninggalkan pendidikannya demi sepakbola. Ada di antara mereka yang 'rela' meninggalkan sepakbola demi sekolah. Begitu juga yang dialami oleh sejumlah pesepakbola muda Indonesia. 

Baca Juga

Berikut ini adalah deretan pemain bintang Timnas Indonesia yang pernah rela meninggalkan sepakbola demi sekolahnya.


1. Dinan Yahdian Javier

Dinan Yahdian Javier

Dinan Yahdian merupakan bagian dari anggota Timnas Indonesia U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013 lalu. Walau namanya tak setenar Ilham Udin Armaiyn atau pun Evan Dimas, karier Dinan bisa dibilang cukup lumayan lantaran ia pernah membawa klubnya, Mitra Kukar, menjuarai Piala Jenderal Sudirman 2016. 

Namun, sebagai pemain sayap yang turut membawa Timnas juara di Asia, ternyata sepakbola hanyalah sekedar hobi bagi Dinan. Dalam sebuah kesempatan, ia mengaku jika pendidikan adalah nomor satu dan karier sepakbola ada di nomor sekian.

Bagi Dinan, sepakbola adalah hobi yang dilakoninya sepulang sekolah. Saat ini pun, Dinan berkuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Menjadi mahasiswa UGM adalah dambaan Dinan sejak kecil. Dinan masuk UGM lewat jalur Penelusuran Bakat Olahraga dan Seni (PBOS). Di UGM, ia memilih jurusan manajemen.

Dinan pun mengaku bercita-cita menjadi entrepreneur. Walau sulit, ia ingin sepakbola dan cita-citanya menjadi pebisnis berjalan beriringan. 


2. Engelberd sani

Engelberd Sani.

Masih ingat dengan Engelberd Sani? Mantan pemain Persiram Raja Ampat ini sempat gemilang bersama Timnas U-23 di Sea Games 2009. Namun, namanya sempat meredup alias tak terdengar lagi sebelum akhirnya bergabung bersama Madura United di Liga 1. 

Ternyata, di saat karier sepakbolanya meredup usai membela Persiram, Engelberd Sani sempat disibukan dengan pendidikannya di Yogyakarta. Engelberd Sani tercatat merupakan mahasiswa aktif di STTNAS Yogyakarta. Ia mengambil jurusan teknik sipil. 

Ia pun kini memulai kariernya kembali di Madura United. Walau begitu, ia bercita-cita untuk dapat lulus kuliah agar ketika pensiun dari sepakbola nanti, ia juga dapat membangun tanah kelahirannya di Sorong. 


3. Ruben Wuarbanaran

Ruben Wuarbanaran.

Di tahun 2011 lalu, Timnas Indonesia U-23 sempat diisukan akan diperkuat oleh salah satu pemain berbakat di negeri Belanda, Ruben Wuarbanaran. Namun, hal cukup mengejutkan terjadi. Sang pemain menunda bergabung lantaran ia belum merampungkan ujian dan tugas kuliahnya. 

Sang pemain ketika itu khawatir jika mengikuti TC Timnas yang berbulan-bulan dapat menelantarkan kuliahnya. Namun, pada akhirnya ia mengikuti seleksi di Timnas U-23 tahun 2011 walau berujung kegagalan alias tidak lolos. 

Pemilik klub Pelita Jaya, Nirwan Dermawan Bakrie, sempat memberi kesempatan kepadanya bergabung dengan klubnya di Belgia, CS Vise. Namun, kariernya di sana juga berakhir tragis lantaran tak masuk tim inti. Saat ini pun ia hanya bermain di klub kecil di Belanda. 


4. Andri Syahputra

Pesepakbola muda Indonesia di Qatar, Andri Syahputra.

Berbeda dengan pemain lain yang sempat bergabung atau pernah tes di timnas, pada tahun 2017 lalu, pesepakbola milik klub Al Gharafa SC, Andri Syahputra menolak panggilan seleksi Timnas Indonesia U-19. Penolakan tersebut disampaikan oleh sang ayah, Agus Sudarmanto, kepada PSSI. Menurut sang ayah, alasan Andri menolak bergabung adalah karena pendidikan dan masa depan sang anak. 

Asosiasi Speakbola Qatar yang menaungi klub tempat Andri bermain menahan sang pemain ke Timnas Indonesia lantaran masih di bawah umur dan pelajar. Ayah sang anak pun ketika itu membenarkan dan beralasan tidak mau Andri putus sekolah lantaran seleksi di Timnas memakan waktu lama. 

Kemenpora pun dikabarkan sempat meminta memasukan Andri ke 'daftar hitam'. Hingga kini, Andri juga belum memenuhi keinginan PSSI untuk mengajaknya ke Timnas U-19. 

QatarTimnas IndonesiaEngelberd SaniLiga Indonesia

Berita Terkini