Jadi Pahlawan di Laga Italia vs Belanda, Zaza Tebus Dosa di Euro 2016
Satu gol yang ditorehkan Simone Zaza pada pertandingan persahabatan Italia vs Belanda yang berakhir dengan skor 1-1 pada hari Selasa (05/06/18) rupanya menjadi penebus dosa Zaza setelah kesalahannya di Euro 2016 silam.
Zaza menjadi pahlawan bagi tim besutan Roberto Manchini itu pada pertandingan tanpa pemenangan itu. Gol yang dicetak Zaza sempat membuat Italia unggul sebelum Nathan Ake mencetak gol penyeimbang.
Meskipun demikian, Zaza tetap merasa sangat bahagia lantaran berhasil bangkit setelah penalti memalukan dua tahun lalu melawan Jerman.
1. Zaza merasa Sangat Bahagia
Pemain depan Valencia itu masih mengingat kenangan memalukan saat ia menjadi algojo untuk penalti Italia melawan Jerman di Euro 2016, di mana ia tidak mampu mencetak gol dan menjadi bahan ejekan lantaran aksinya itu. Namun kini ia bisa membanggakan diri di hadapan semua penggemar Italia melalui gol yang ia torehkan.
“Saya senang dengan gol itu karena saya memiliki kenangan yang agak menyedihkan dari Tim Nasional,” kata Zaza kepada Rai Sport dilansir Sportskeeda.
“Saya merasa beruntung, tetapi saya memiliki waktu yang sangat berat dan semua kenangan buruk itu, jadi saya merasa sedikit bahagia,” lanjutnya.
“Saat-saat buruk, bukan hanya hukuman itu, tetapi juga pengalaman saya di Inggris (dengan West Ham), membantu saya untuk berkembang. Saya berteria kasih kepada orang-orang yang selalu dekat dengan saya dan mendukung saya.”
2. Satu Gol Zaza
Striker itu memecah kebuntuan tim di babak kedua melalui sebuah sontekan pada menit ke-67. Dengan serangan balik, Chiesa mengirimkan umpan silang dari sisi kanan lapangan dan langsung diteruskan oleh Zaza yang sukses menceploskan bola ke gawang Cillessen.
Sayangnya, berselang dua puluh menit kemudian, Belanda menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat umpan silang Berguis yang disambut tandukan oleh Nathan Aka pada menit ke-88.
3. Zaza Tetap Positif
Meskipun hanya menghasilkan skor imbang, Zaza tetap positif bahwa tim Italia yang kini didominasi oleh para pemain muda memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri.
“Saya senang dengan penampilannya (Italia), karena kami adalah skuat muda dan sayangnya (terlalu dini) untuk sebuah level, kami memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan turnamen berikutny,” ujar Zaza.
“Saya mungkin berbeda tetapi saya pikir Italia memiliki skuat yang masih muda dan bersemangat dengan banyak kualitas dan bahkan lebih berpotensi yang seiring waktu menjadi kompetitif,” tutupnya.