Bagai Campuran Brad Pitt dan Chris Hemsworth, Pemain Islandia Ini Langsung Panen Followers
Pemain Islandia, Rurik Gislason, langsung jadi sensasi di dunia maya setelah baru bermain 30 menit di Piala Dunia 2018. Pemain 30 tahun itu diturunkan di menit 63 untuk menggantikan Johann Berg Gudmundsson dalam laga Argentina vs Islandia, Sabtu (16/06/18) silam.
Gislason lalu diturunkan kembali menjadi starter dalam laga Nigeria vs Islandia yang berakhir kekalahan 2-0, Sabtu (23/06/18).
1. Mencuri Perhatian
Meski tak bermain penuh dalam laga melawan Argentina, Gislason langsung membuat para penonton, terutama kaum hawa meleleh melihat aksinya. Bagaimana tidak, ia memiliki tatapan tajam, berewok tipis, dan tampang rupawan yang membuatnya disebut-sebut bagaikan campuran aktor Brad Pitt dan Chris Hemsworth.
Laman Marca bahkan menyebut Gislason sebagai "simbol seks". Namun ia sendiri mengaku hanya fokus pada sepakbola. "Fokus saya kini hanya sepakbola," ucap pemain Sandhausen ini.
"Saya senang orang-orang menyukai apa yang saya lakukan, tapi saya tak bisa berkata lebih. Kini saya menghabiskan waktu lebih sedikit di Instagram dibanding sebelumnya, karena fokus saya hanya bermain untuk Islandia," lanjur Gislason.
2. Panen Followers
Tak lama usai penampilannya, akun Instagram Gislason langsung diserbu. Tak ayal ia langsung panen followers, bahkan hingga ratusan ribu pengikut hanya dalam beberapa hari.
Sebelum viral, Gislason hanya punya 50 ribu pengikut. Namun sepekan setelah penampilannya melawan Argentina, ia memiliki pengikut sebesar 930 ribu, nyaris tiga kali lipat populasi Islandia.
3. Bikin 2 Artis Cantik Meleleh
Popularitas Gislason bahkan melesat setelah ia "digilai" dua artis cantik, yakni artis Brasil Gabriela Lopes dan aktris Argentina Gimena Accardi.
"Bagaimana mungkin (seseorang) menjadi setampan ini?" tulis Lopes di akun Instagramnya kepada dua juta pengikutnya saat itu.
Berikut jadwal lengkap siaran langsung Piala Dunia 2018 hari ini, Sabtu (23/06/18):
Terus ikuti berita terbaru INDOSPORT dengan topik: PIALA DUNIA 2018 RUSIA