x

8 Hal yang Buat Piala Dunia 2018 sebagai Kompetisi Terbaik

Kamis, 5 Juli 2018 17:35 WIB
Penulis: Yasmin Rasidi | Editor:
Cara unik yang dilakukan suporter Meksiko yang tengah berlaga melawan Brasil.

Piala Dunia 2018 di Rusia seminggu lagi akan berakhir. Saat ini turnamen bergengsi empat tahunan sudah memasuki babak delapan besar.

Ada Belgia, Prancis, Swedia, Inggris, Uruguay, Kroasia, Brasil, dan tuan rumah Rusia yang akan bertarung di perempatfinal Jumat (06/07/18) dan Sabtu (07/07/18).

Sudah banyak hal yang terjadi. Dari yang mengejutkan seperti tersingkirnya Jerman sebagai juara bertahan.

Baca Juga

Tonton Video Dokter Sport: Resep Jitu Orang Indonesia Main di Liga Inggris

Bersinarnya pemain-pemain seperti Kylian Mbappe, Yerry Mina, dan Harry Kane serta tidak adanya dua pemain terbaik dunia di delapan besar.

Ya, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sudah pulang ke negaranya masing-masing karena Portugal dan Argentina tersingkir di fase 16 besar Piala Dunia 2018.

Tetapi, Piala Dunia 2018 selalu punya cerita indah. Dan ada alasan mengapa Piala Dunia adalah kejuaraan terbaik dunia. Berikut alasannya seperti dikutip Eurosport.

Piala Dunia Satukan Dunia

Upacara Pembukaan Piala Dunia 2018

Ya, hanya Piala Dunia yang bisa menyatukan semua orang dari seluruh dunia. Lepas apapun agama, latar belakang, warna kulit, dan suku. Saat adu penalti, semua orang ikut tegang. Saat timnya menang, semua pun bersorak.

Saling Menghibur Pemain Lawan

Pasti ingat saat Cristiano Ronaldo memapah Edinson Cavani keluar lapangan? Padahal Cavani sudah mencetak dua gol untuk Uruguay saat melawan Portugal.

Tetapi saat striker jangkung itu kesakitan, Ronaldo membantu memapah eks pemain Napoli tersebut keluar lapangan.

Edinson Cavani dibantu oleh Cristiano Ronaldo saat meninggalkan lapangan.

Lalu, saat Romelu Lukaku menghibur Shinji Kagawa saat Belgia menang dramatis 3-2 atas Jepang setelah tertinggal lebih dulu. Kemudian ada Jordan Henderson yang menghampiri James Rodriguez saat Inggris menang adu penalti melawan Kolombia. 

Pelatih Inggris Gareth Southgate pun ikut mengibur Rodriguez yang terpaksa tidak main melawan Harry Kane dan kolega karena cidera. Salut! Tidak ada perbedaan saat peluit akhir berbunyi.

Suporter saling menghibur sekalipun beda tim

Ini terjadi saat Polandia melawan Kolombia di laga kedua grup.

Saat suporter Kolombia bersorak karena pemainnya mencetak gol, ada seorang anak Polandia yang menangis di pelukan bapaknya karena kekalahan Robert Lewandowski dan kolega.

Yang terjadi justru luar biasa. Para suporter Kolombia justru menghiburnya dengan meneriakkan yel ”Polska”.

Tim menghargai dukungan para suporter

Sekalipun tersingkir di 16 besar, permainan penuh semangat Jepang patut diacungi jempol. Belgia nyaris saja kalah 2-0.

Namun, pengalaman dan kematangan para pemain The Red Devils mampu membawa tim asuhan Roberto Martinez membalikkan keadaan dengan menang 3-2.

Jepang menundukkan kepala di hadapan para pendukungnya setelah tersingkir dari Piala Dunia 2018.

Suporter tim Samurai terus menyuarakan dukungan kepada timnya, apapun hasil akhirnya. Dan para pemain berjejer dan mengucapkan terima kasih kepada para penonton yang rela ke stadion mendukung Maya Yoshida dan kolega.

Penyandang disabilitas bisa menikmati kemeriahan Piala Dunia

Terbayang jika seorang tuna netra menonton pertandingan sepakbola? Tentu tak terbayang, kan? Di Brasil, sebuah komunitas turut membantu para penyandang buta-tuli menonton Piala Dunia dengan bahasa isyarat.

Jadi, sepakbola milik semua orang, termasuk mereka dengan keterbatasan fisik.

Merayakan kebahagiaan sekalipun beda negara

Korea Selatan memang sudah dipastikan tidak lolos. Mereka tampil tanpa beban mengalahkan Jerman 0-2 dimana juara bertahan ini sangat butuh menang.

Kemenangan Tim Ginseng ini berpengaruh juga pada Meksiko yang kalah telak lawan Swedia. Seandainya Jerman yang menang, maka Meksiko yang pulang duluan.

Para pendukung Meksiko pun bersorak dan merayakan keberhasilan lolos ke 16 besar dengan pendukung Korea Selatan.

Mengenang orang tercinta

Kisah ini dibagikan seorang perempuan asal Skotlandia. Empat tahun lalu, dalam kondisi sakit keras, sang suami ke Brasil untuk menikmati Piala Dunia. Empat bulan setelahnya, sang suami berpulang untuk selamanya.

Membuat mimpi jadi kenyataan

Kehadiran media sosial membuat setiap kejadian di belahan bumi manapun bisa mejadi viral.

Foto anak laki-laki dengan kaos bernomor punggung 11 dengan nama Coutinho di pemukiman kumuh Brasil membuat sang bintang ingin menemui bocah tersebut di akhir turnamen.

Berikut Jadwal Lengkap Piala Dunia 2018 Babak 8 Besar:

Terus ikuti berita terbaru INDOSPORT dengan topik: PIALA DUNIA 2018 RUSIA

KroasiaUruguayInggrisPrancisBelgiaRusiaSwediaBrasilPiala Dunia 2018Bola InternasionalSerba-Serbi Piala Dunia 2018Listicle Piala Dunia 2018TRIVIA

Berita Terkini