Ketua SMeCK: Kita Selalu Dukung PSMS, tapi...
Kendati masih menyisakan kekecewaan mendalam terhadap pengurus usai insiden pemecatan pelatih Djajang Nurdjaman, namun Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) tetap loyal menemani perjuangan Legimin Rahardjo dkk di Surabaya.
Rencananya, salah satu suporter dengan basis masa terbesar di Medan ini juga akan turun dan bergabung basis masa SMeCK di Jabodetabek.
"Kita kecewa dengan sikap mereka (pengurus) tapi kita tetap cinta dengan PSMS. Jadi tidak ada alasan buat kita untuk tidak mendukungnya," terang ketua SMeCK, Lawren Simorangkir saat ditemui INDOSPORT di basecamp mereka di kawasan Jalan SM Raja, Medan, Sabtu (14/07/18) malam.
Tonton Video Dokter Sport: Resep Jitu Orang Indonesia Main di Liga Inggris
Setidaknya ratusan anggota SMeCK Jabodetabek yang tergabung dari Semarang, Bandung, Jogja dan Medan akan hadir di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Kedatangan mereka jelas untuk mendukung langsung skuat Ayam Kinantan, menghadapi Persebaya Surabaya, yang rencananya akan berlangsung, Rabu (18/07/18) nanti.
"Yang di Jabodetabek juga bakal turun mendukung PSMS. Jadi apapun ceritanya kita tetap loyal dan cinta dengan PSMS," tegas Lawren.
1. Tetap Tuntut Manajemen Mundur
Hanya saja, bilang Lawren kendati mendukung PSMS bukan berarti tuntutan agar pengurus mundur ikut kendur.
"Kita tetap menyuarakan pengurus mundur. Karena hasil buruk yang didapat PSMS tidak sepenuhnya salah pelatih Djanur (panggilan akrab Djajang Nurdjaman)."
"Ini juga karena managemen pengurus yang tak mampu mengatur klub ini menjadi lebih baik. Jangan pelatih dan pemain saja yang dievaluasi, pengurusnya juga harus diganti kalau mau PSMS ini maju," sebut Lawren.
Sekadar informasi, PSMS saat ini mendekam di dasar klasemen sementara Liga 1 2018 dengan koleksi 15 poin. Dari total 15 pertandingan yang sudah dijalani, Ayam Kinantan baru meraih lima kemenangan dan 10 kekalahan.
Berikut Jadwal Siaran Langsung Final Piala Dunia 2018: Prancis vs Kroasia
Terus ikuti berita terbaru INDOSPORT dengan topik: PIALA DUNIA 2018 RUSIA