x

Jadi Manajer Chelsea, Sarri Perkenalkan Diri sebagai Anti-Conte

Kamis, 19 Juli 2018 17:15 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Arum Kusuma Dewi
Maurizio Sarri resmi gantikan Antonio Conte di Chelsea.

INDOSPORT.COM – Manajer baru Chelsea, Maurizio Sarri, telah menampilkan dirinya sebagai sosok yang berlawanan dengan manajer sebelumnya, Antonio Conte.

Sarri diresmikan sebagai pelatih kepala baru Chelsea di Stamford Bridge dengan kontrak selama tiga tahun pada hari Rabu (11/07/18). Peresmian itu hanya berselang kurang dari seminggu setelah Conte dipecat.

Baca Juga

Sarri kemudian langsung melakukan pekerjaannya dengan terbang bersama skuat The Blues ke Australia untuk memulai persiapan pra musim pertama, yakni pertandingan persahabatan melawan Perth Glory pada hari Senin (23/07/18).

Dalam beberapa hal Sarri rupanya telah menunjukkan dirinya sebagai sosok yang berbeda dengan rekan senegaranya, Conte, seperti dilansir ESPN.


1. Kesan Pertama Sarri

Maurizio Sarri pandang Chelsea saat juara Liga Europa dan Liga Chmapions.

Sarri dengan percaya diri masuk ke Drake Suite Stamford Bridge siang hari, dengan dirinya tersenyum hangat saat memegang jersey Chelsea atas namanya di depan kerumunan wartawan yang lebih sedikit dibandingkan saat kedatangan Conte dua tahun lalu.

Sarri berbicara singkat kepada media dalam bahasa Inggris untuk meminta maaf atas sebagian besar perkataan yang ia ucapkan saat konferensi yang dilakukan di Italia dulu. Dalam hal ini, cara Sarri berbicara dalam bahasa Inggris lebih baik daripada Conte pada tahun 2016 dulu.

Selain itu Sarri juga hadir untuk pertama kalinya dalam penampilan yang terlihat tajam dan mengenakan setelan yang dirancang khusus.

Sarri tampil bersih bercukup dan berkacamata layaknya standar manajer Italia yang modis di Liga Primer Inggris, seperti yang dipertahankan Carlo Ancelotti dan Conte di Stamford Bridge.


2. Apa yang Sarri Katakan

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri

Secara tidak langsung, Sarri telah membuktikan dirinya adalah manajer dengan ideologi yang berlawanan dengan Conte. Sarri memegang keyakinan bahwa sepak bola harus ‘menyenangkan’ dibandingkan pendahulunya selalu merujuk pada ‘bekerja’ di musim pertamanya di Stamford Bridge. 

“Tujuan saya bersenang-senang selama saya di sini dan bersaing di semua kompetisi sampai akhir,” kata Sarri.

“Klub kami bukan olahraga tetapi permainan, dan siapapun yang memainkan permainan mulai melakukannya ketika mereka masih muda. Ini menyenangkan. Masing-masing pemain kita harus dipelihara karena itu yang membuat kita terbaik.”

“Saya pikir jika sebuah tim sering bersenang-senang, para penggemar juga. Ini sangat penting, dan kemudian ada tujuan tingkat tinggi, tetapi kita harus mulai dengan bersenang-senang. Ini penting bagi kami dan penggemar kami."

Ditanya apakah “menyenangkan” bisa membuatnya memenangkan piala, dia menjawab dengan senyum: "Terkadang ya, kadang tidak. Tapi saya pikir lebih baik menikmati.”

Bagaimanapun, ada yang mempersoalkan Sarri yang belum memenangkan satu pun gelar dalam 13 tahun karier manajerialnya. Selama tiga tahun di Napoli, Sarri telah mengumpulkan 81 poin, kemudian mencapai rekor 91 poin.

Yang terpenting adalah ketika Sarri enggan membicarakan konflik internal antara Conte dan dewan The Bleus mengenai kebijakan transfer pemain. Sarri menegaskan kembali keyakinannya bahwa dia adalah seorang pelatih, bukan manajer ketika datang ke transfer.

"Saya pikir saya adalah salah satu dari beberapa manajer yang bosan dengan bursa transfer," katanya.

"Saya tidak ingin membicarakannya. Saya tidak begitu tertarik. Saya pikir tugas kami sebagai manajer adalah tentang mengembangkan pemain yang kami miliki."


3. Cara Sarri Menghadapi Media

Maurizio Sarri saat memberikan instruksi.

Di dalam menjawab semua pertanyaan media, Saat terkadang dibantu oleh penerjemah yang komprehensif dalam semua aspek.

Dirinya tidak mencoba menghindari apapun, bahkan ketika diminta untuk menilai kembali komentar sensitif yang merusak waktunya di Italia, dengan tenang Sarri menyatakan filosofi sepak bolanya.

Sarri tidak bisa terus menerus melakukan konferensi berita dalam bahasa Italia. Dia sendiri harus mengklarifikasi beberapa kesalahan penerjemahan yang signifikan sehingga membuat komentarnya disalahartikan.

Sarri kemudian mengambil kursus bahasa Inggris secara reguler dan berharap bisa percaya diri dalam keahliannya untuk mengubah pendekatannya selama pra musim.


4. Gaya Kepelatihan Sarri

Maurizio Sarri

Sarri ingin para pemain Chelsea menikmati setiap menit kehidupan di bawah besutannya, sedangkan Conte sejak awal berambisi untuk pertempuran, memulai pra musim dengan brutal dan intensif untuk mengejar gelar Liga Primer Inggris walaupun akhirnya menurunkan performa skuatnya, secara fisik dan emosional.

Baca Juga

Sarri sementara itu menekankan kesederhanaan sepak bola sebagai permainan yang dinikmati, daripada membangun ‘pasukan perang’ seperti yang diciptakan Conte setelah meninggalkan Timnas Italia.

Sarri adalah apa yang ditunjukkan media, seorang filsuf sepak bola yang berjanji membawa keunikan gayanya ke Stamford Bridge.

Sarri hanya memiliki waktu yang singkat untuk menerapkan ide-idenya di musim panas sebelum memasuki musim 2018/19 namun cukup memberikan waktu pelatihan kecil yang berharga.

Kylian Mbappe Sumbangkan Seluruh Gajinya di Piala Dunia 2018 untuk Amal

ChelseaAntonio ConteLiga Primer InggrisMaurizio SarriLiga Inggris

Berita Terkini