x

Berkaca pada Prancis, Pogba Kehilangan Tandem di Man United

Sabtu, 28 Juli 2018 16:56 WIB
Editor: Gerry Crisandy
Pogba dan sekeluarga turut larut merayakan keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.

INDOSPORT.COM - Musim 2018/19 hanya berjarak kurang lebih dua pekan bagi klub-klub di Liga Primer Inggris. Tabel klasemen akan diatur ulang hingga seluruh tim akan memiliki peluang yang sama untuk meraih titel juara pada akhir musim mendatang -- di atas kertas.

Pada kenyataannya akan selalu ada tim-tim yang menjadi unggulan, karena superioritas dalam kualitas pemain-pemain yang dimiliki oleh masing-masing kandidat juara tersebut.

Manchester United yang mengakhiri musim lalu sebagai runner-up, merupakan salah satu kandidat juara terbesar. 
The Red Devils akan menjalani musim ketiga 'sakral' yang sepertinya akan menjadi penentu nasib dari pelatih Jose Mourinho.

Baca Juga

Setelah di musim lalu United gagal meraih satu trofi, hasil yang serupa tak akan begitu mudah dimaafkan oleh publik Old Trafford.

Untuk mencapai target podium juara, Mourinho memiliki pekerjaan rumah 'kecil' untuk mengoptimisasi gelandang bintangnya, Paul Pogba.


1. Pekerjaan Rumah Mourinho

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho dan gelandang setan merah. Paul Pobga.

Pogba yang berperan penting dalam keberhasilan Timnas Prancis dalam meraih gelar juara di Piala Dunia 2018, dianggap belum mampu mengeluarkan permainan terbaiknya dalam balutan seragam merah United.

"Dia (Pogba) telah menunjukkannya di turnamen ini (Piala Dunia 2018) bahwa ia punya semuanya -- disiplim dalam bertahan dan menyerang -- namun itu tidak terjadi ketika bersama Manchester United," ujar mantan pemain bertahan United, Rio Ferdinand, terkait Pogba.

"Mourinho harus mengeluarkan kemampuan Pogba yang ini di United. Alasan mengapa United membayarkan semua uang itu ke Juventus, ia menjadi sosok yang mempengaruhi pertandingan."

Untuk benar-benar membuat Pogba mampu menjadi versi yang terbaik darinya, Mourinho dapat berkaca dari cara Didier Deschamps menggunakannya di Timnas Prancis.


2. Berkaca dari Les Bleus

Paul Pogba merayakan kemenangan Prancis di Piala Dunia 2018.

Pelatih Prancis, Deschamps, bergantian menggunakan formasi 4-4-2 dan 4-2-3-1 di Piala Dunia 2018.

Bukan formasinya yang spesial, tapi bagaimana ia memilih pemain-pemain di sekitar Pogba yang mampu membuatnya beraksi dengan bebas.

Formasi Prancis vs Belgia di semifinal Piala Dunia 2018

Dalam formasi 4-2-3-1, Pogba akan ditempatkan di sisi kiri dari dua gelandang tengah, dipasangkan bersama N'Golo Kante.

Bukan hanya itu, di sisi sayap kiri, bukannya menempatkan pemain sayap bertipe penyerang seperti Nabil Fekir atau Ousmane Dembele, Deschamps justru memilih menggunakan Blaise Matuidi.

Dengan adanya pemain seperti Kante dan Matuidi, Pogba akan memiliki lisensi untuk bergerak bebas dalam merusak pertahanan lawan.

Formasi Prancis vs Kroasia di Final Piala Dunia 2018

Sama halnya dengan formasi 4-4-2, setidaknya akan selalu ada dua pemain yakni Kante dan Matuidi yang akan memberikan cover bagi mantan pemain Juventus ini untuk menjelajahi lapangan.

Hal ini juga terlihat ketika Pogba bermain di Juventus di bawah asuhan Antonio Conte.


3. Lisensi untuk Bergerak Bebas

Paul Pogba (tengah) dan N'Golo Kante di Timnas Prancis.

Dalam formasi 3-5-2, Pogba akan ditemani oleh Andrea Pirlo (yang cenderung menunggu di belakang) dan Arturo Vidal (gelandang tengah enerjik), bahkan di Juventus, ia juga dibantu oleh seorang wingback, yaitu Kwadwo Asamoah.

Hal ini berbeda dengan ketika bermain di United, di mana Pogba kerap dimainkan sebagai satu dari dua pivot di formasi 4-2-3-1 bersama Nemanja Matic.

Formasi Manchester United vs Tottenham di Liga Primer Inggris (01/02/18).

Pogba memiliki beban untuk mempertahankan zonanya, mengetahui bahwa jika ia meninggalkan area tersebut, ia akan mengekspos Matic sendirian di lini tengah.

Seorang gelandang tengah memang memiliki tugas untuk bertahan, tapi terkadang membiarkan pemain dengan visi dan kemampuan teknis seperti Pogba kebebasan justru dapat berbuah manis.

Mourinho membutuhkan pemain seperti Vidal atau Kante, mesin yang akan terus berlari di lini tengah dan perlindungan dari pemain seperti Pirlo dan Matuidi untuk benar-benar dapat menggali seluruh potensial dari pemain termahal di skuatnya tersebut.

Manchester UnitedPrancisPaul Pogba

Berita Terkini