x

Hadapi Atletico Madrid di Super Cup, Real Madrid adalah 'Underdog'

Rabu, 15 Agustus 2018 20:05 WIB
Editor: Gerry Crisandy
Para pemain Real Madrid melakukan selebrasi.

INDOSPORT.COM - Dua klub asal Ibu Kota Spanyol, Real Madrid dan Atletico Madrid, akan saling bertarung untuk menentukan siapa juara Eropa sesungguhnya. Dalam laga yang UEFA Super Cup, pada Kamis (16/08/18) dini hari, Los Blancos sebagai juara Liga Champions Eropa melawan Los Rojiblancos, pemegang titel Liga Europa.

Bertemunya dua klub La Liga Spanyol ini juga memperpanjang dominasi klub-klub Spanyol di kancah Eropa. Siapapun yang memenangkan pertandingan, akan menjadi kesembilan kalinya tim Spanyol menjadi juara UEFA Super Cup dalam 10 tahun terakhir.

Menjadi juara, bagaimanapun, akan menjadi batu loncatan moral bagi tim yang berakhir sebagai pemenang, jelang bergulirnya La Liga 2018/19. Selain itu, gengsi sebagai rival sekota membuat kedua kubu tidak akan mau mengalah, hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.

Baca Juga

Wajar, bila Real Madrid, yang menjadi perwakilan dari kompetisi yang lebih bergengsi, menjadi favorit untuk menang. Namun, terdapat beberapa hal yang membuat Atletico Madrid sebenarnya tidak boleh dipandang sebelah mata -- bahkan pantas menjadi unggulan.


1. Atletico Jalani Bursa Transfer yang Lebih Baik

Vinicius Junior saat diperkenalkan Real Madrid.

Pertandingan ini akan menjadi awal bagi pelatih anyar Real Madrid, Julen Lopetegui, dalam ajang kompetitif. Mengemban tugas sebagai suksesor Zinedine Zidane, Lopetegui mempunyai tugas berat di depan mata.

Bukan hanya karena standar tinggi yang disematkan Zidane, dengan tiga titel Liga Champions Eropa berturutnya, tapi juga karena di bursa transfer ini, Real Madrid masih jauh dari kata sukses.

Yang paling mencolok adalah hengkangnya wajah utama Real Madrid selama sembilan tahun terakhir, Cristiano Ronaldo, ke Juventus. Penyerang Portugal tersebut selalu menjadi sumber utama bagi Los Merengues dalam mencetak gol, dan Lopetegui harus menemukan alternatifnya.

Toni Kroos sempat mengaku bahwa akan sangat sulit untuk mengganti 50 gol yang dicetak Ronaldo (rata-rata tiap musim). Terlebih lagi Real Madrid, belum melakukan pembelian 'galactico' di bursa transfer kali ini

Selebrasi Antoine Griezmann usai mencetak gol pertama ke gawang Marseille.

Alternatifnya, tentu saja, membagi-bagikan tugas tersebut dan tidak membebankan seorang pemain untuk menjadi 'sumur gol'. Gareth Bale, Isco, Benzema dan Marco Asensio, sepertinya akan sama-sama diberikan tanggung jawab soal menceploskan bola ke dalam gawang.

Thibaut Courtois memang membuat Real Madrid memiliki dua penjaga gawang kelas dunia di dalam tim dan Alvaro Odriozola adalah peningkatan dari Hakimi, tapi nama seperti Vinicius Junior akan membutuhkan waktu untuk menembus kesebelasan utama.

Atletico Madrid, di sisi lain, berhasil mempertahankan Antoine Griezmann, yang dapat disebut pemain paling penting di Atletico saat ini. Tambahan Rodri, Gelson Martins dan Thomas Lemar juga menunjukkan bahwa Atletico akan menjadi kandidat serius di La Liga maupun Liga Champions.


2. Real Madrid Adaptasi Sistem Baru

Julen Lopetegui kala diperkenalkan sebagai pelatih anyar Real Madrid.

Lopetegui memiliki preferensi untuk menggunakan formasi 4-2-3-1 dan sepertinya ia akan mempertahankan sistemnya tersebut di laga kali ini.

Real Madrid diperkirakan akan memasang Toni Kroos dan Casemiro sebagai pivot, tidak memaksakan Luka Modric yang baru bergabung dengan tim usai tambahan libur Piala Dunia 2018. Sementara; Bale, Isco, dan Asensio menjadi tiga gelandang serang di belakang penyerang tengah, Benzema. 

Isco akan memiliki peran sentral -- memungut bola dari lini tengah dan menyebarkannya di sekelilingnya. Benzema akan berusaha membuat para pemain bertahan Atletico sibuk, terutama pasangan bek tengah, Godin dan Gimenez, memberikan ruang pada dua pemain sayap, Bale dan Asensio.

Di kubu Atletico, Diego Simeone akan mengusung formasi 4-4-2 yang sudah begitu melekat padanya. Diego Costa dan Antoine Griezmann akan memainkan peran dua ujung tombak. 

Costa mengisi pos daerah kotak penalti lawan, memberikan tekanan fisik pada Varane maupun Ramos, sementara Griezmann akan memiliki lisensi untuk bergerak bebas dan menemukan ruang-ruang kosong yang ditinggalkan.

Lemar juga dapat langsung menjalani debut kompetitifnya untuk Atletico, meskipun Simeone dapat memilih Vitolo jika tak ingin mengambil risiko.

Empat gelandang Atletico Madrid akan memiliki 90 menit yang panjang dalam mengawal kekuatan serangan lini tengah Real Madrid, terutama Isco. Bagaimanapun, memiliki dua penyerang yang mampu bermain baik meski terisolasi, serangan-serangan balasan Atletico juga akan menjadi mimpi buruk bagi Real Madrid.

Real MadridAtletico MadridUEFA Super Cup

Berita Terkini