Situasi Darurat, Guardiola Minta Liga Inggris Ubah Aturan
INDOSPORT.COM - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, berada dalam misi untuk mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris, yang musim lalu diraihnya dengan cara yang sangat meyakinkan.
The Citizens mengumpulkan 100 poin di klasemen akhir, unggul 19 poin dari pesaing terdekat, sekaligus rival sekota, Manchester United.
Bagaimanapun, dalam misi melanjutkan dominasi musim lalu, Guardiola mendapatkan sandungan dari situasi yang cukup pelik. Man City saat ini kehilangan kiper pelapis berpengalaman untuk Ederson, setelah Claudio Bravo mengalami cedera serius.
Bravo mengalami cedera Achilles dalam laga persahabatan tertutup pekan lalu, yang akan membuatnya absen dalam waktu yang panjang.
Guardiola pun menuntut Liga Primer mengubah aturan dan membuat pengecualian untuk pembelian darurat.
1. Aturan Pembelian Darurat?
"Aturan adalah aturan, jadi mungkin federasi berpikir bahwa terdapat cedera yang begitu panjang, dan itu masih berada pada periode di mana bursa transfer Eropa masih terbuka," ujar Guardiola, dikutip dari TalkSport.
"Lalu mungkin anda dapat melakukannya (pembelian darurat). Bukan hanya untuk kiper, tapi ketika ada cedera parah yang menimpa para pemain.
"Jika kami tidak dapat membawa kembali Aro, saya tidak tahu apa yang akan terjadi.
"Tapi di sini bursa transfer telah tertutup karena baik jika kompetisi dimulai dengan seluruh skuat tapi mungkin kita dapat memikirkan soal itu, terutama ketika cederanya sepanjang lima atau enam bulan," tambahnya.
Tanpa opsi, Manchester City memanggil pemain 19 tahun, Aro Muric, dari peminjaman semusim di klub Belanda, NAC Breda.
Selain Bravo, Guardiola juga harus kehilangan salah satu pemain pilarnya, Kevin de Bruyne sejak ditutupnya bursa transfer musim panas lalu.
Ikuti terus berita seputar sepak bola internasional dan Asian Games 2018, hanya di INDOSPORT.COM.