x

3 Persamaan antara Luis Milla dan Jose Mourinho

Sabtu, 1 September 2018 05:44 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Rafif Rahedian
Luis Milla resmi diperpanjang tangani Timnas Indonesia.

INDOSPORT. COM - Luis Milla, namanya belakangan begitu menjadi sorotan. Masa depannya sebagai pelatih Timnas Indonesia menjadi perdebatan banyak pihak, utamanya setelah gagal di perhelatan Asian Games 2018.

Ada pihak yang mendukung Milla untuk tetap bertahan. Ada pula yang menginginkan pelatih 52 tahun tersebut turun dari jabatannya.

Bagaimana pun itu, yang pasti kini PSSI sudah memutuskan sikapnya. PSSI telah menunjuk Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk ajang Piala AFF 2018 mendatang.

Baca Juga

Sementara, di belahan bumi lain, tepatnya di kota Manchester, ada pelatih lain yang juga mendapat sorotan. Ya, pelatih Manchester United, Jose Mourinho, begitu disorot lantaran hasil buruk yang diraih timnya belakangan.

Mourinho gagal membawa peforma MU tampil apik di gelaran Premier League musim 2018/19 ini. Bahkan, dari tiga laga yang dijalani, Setan Merah sudah dua kali menelan kekalahan.

Sama-sama disorot, Milla dan Mourinho kini terlihat bernasib sama. Mereka harus berjuang untuk membuktikan diri sebagai pelatih hebat.

Namun, sepertinya kesaaman bukan hanya terjadi secara kebetulan. INDOSPORT pun mencoba membahas beberapa kesamaan antara Milla dengan Mourinho dalam rangkuman berikut ini. Simak ulasannya!


1. Dihinggapi Isu Pemecatan

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Luis Milla.

Hasil buruk yang diraih Milla bersama Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018, sempat membuat masa depan dirinya terancam. Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut dikabarkan akan dipecat lantaran tak bisa memenuhi target yang diberikan PSSI sejak awal.

Begitu pula dengan yang dialami Mourinho. Dua kekalahan dari tiga laga awal Premier League, membuat posisi Mourinho sebagai pelatih Setan Merah kini turut terancam isu pemecatan.


2. Mengandalkan Gelandang Serang

Selebrasi Stefano Lilipaly usai mencetak gol ke gawang Taiwan.

Pada gelaran Asian Games 2018, Milla begitu mengandalkan sosok gelandang serang yang terdapat pada sosok Stefano Lilipaly. Milla pun sukses membuat Lilipaly jadi gelandang serang yang tak sekedar kreatif, melainkan juga tajam dalam mencetak gol.

Ya, Lilipaly memang tampil apik bersama Timnas Indonesia U-23. Dari lima laga yang dijalani di Asian Games 2018, Lilipaly total menyumbangkan empat gol.

Strategi Milla nampak mirip dengan yang kerap kali digunakan Mourinho. Buktinya sudah terlihat saat Mourinho masih menangani Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.

Kala masih membesut Chelsea, Mourinho punya sosok Frank Lampard yang begitu tajam sebagai gelandang serang. Bersama Inter, ada Wesley Sneijder yang menjadi kunci permainan.

Saat membesut El Real pun demikian. Mourinho menjadikan Mesut Ozil sebagai gelandang serang sebagai inspirator serangan.


3. Kontroversi Pemilihan Pemain

Jose Mourinho kerap kali membuat kontroversial dalam pemilihan pemain.

Pada gelaran Asian Games 2018, Milla melakukan beberapa kontroversi terkait pemilihan pemain Timnas U-23. Milla pernah begitu dikritik masyarakat lantaran memanggil Hanif Sjahbandi yang terkenal sebagai pemain tempramental.

Milla pun kembali melakukan kontroversi pada laga kekalahan kontra Uni Emirat Arab. Keputusan Milla mencadangkan Rezaldi Henanusa begitu memunculkan tanda tanya besar.

Baca Juga

Kontroversi terkait pemilihan pemain juga pernah dilakukan Mourinho. Saat masih membesut Real Madrid, The Special One sempat dikritik lantaran mencadangkan Iker Casillas dan lebih memilih Diego Lopez.

Begitu pula saat menangani Setan Merah. Keputusan Mourinho yang tak memasang Paul Pogba pada posisi terbaiknya jadi pergunjingan yang mungkin sampai saat ini masih diperdebatkan.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola dan Olahraga Lain Serta Serba-serbi Asian Games 2018 di INDOSPORT.COM.

Jose MourinhoTimnas IndonesiaLuis MillaBola Internasional

Berita Terkini