x

3 Alasan Mengapa Ronaldo Tak Pantas Jadi Pemain Terbaik FIFA 2018

Rabu, 26 September 2018 18:00 WIB
Penulis: Masya Famely Ruhulessin | Editor: Yohanes Ishak
Cristiano Ronaldo, pemain megabintang Juventus.

INDOSPORT.COM - Pengumuman siapakah yang pantas meraih penghargaan terbaik FIFA akan berlangsung malam ini, 24 September 2018, di Royal Festival Hall di London.

Setelah mengeluarkan 10 nama, FIFA kemudian memangkasnya menjadi tiga nominator yakni Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah dan Luka Modric.

Diantara ketiganya, Ronaldo merupakan satu-satunya nominator yang telah memenangkan penghargaan tersebut sejak tahun 2016.

Baca Juga

Pemain asal Portugal itu tampl memukau di musim lalu bersama Real Madrid. Namun, setelah gagal mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik di Eropa pada bulan Agustus lalu, posisi Ronaldo kian goyah.

Menurut Sportskeeda, berikut adalah tiga alasan mengapa Ronaldo tidak pantas mendapatkan gelar sebagai Pemain Pria Terbaik FIFA.


1. 1. Tak Memiliki Kampanye Domestik yang Bagus

mantan Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Atletico Madrid.

Ronaldo memulai kampanye La Liga tahun lalu dengan suspensi lima pertandingan karena mendorong wasit di leg pertama Piala Super Spanyol melawan Barcelona.

Setelah kembali ke lapangan, Ronaldo gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan, sebelum akhirnya memecah kebuntuan saat melawan Getafe pada Oktober 2017.

Sejak saat itu, ia berjuang keras untuk mencetak gol di ajang domestik, meskipun ia masih produktif di Liga Champions. Madrid mendapatkan hasil buruk dan jauh tertingal di belakang Barcelona dan Atletico Madrid.

Meskipun Ronaldo memiliki kemajuan yang signifikan untuk La Liga di awal tahun ini, namun Los Blancos terpaksa harus puas finish pada posisi ketiga di liga.

Ronaldo memiliki kampanye luar biasa di Eropa, tetapi di liga ceritanya berbeda. Kinerja buruknya ini adalah salah satu alasan kuat yang membuatnya tak pantas diganjar penghargaan FIFA.


2. 2. Tak Gemilang di Momen Penentuan Madrid

Real Madrid juara Liga Champions 2017/2018.

Ronaldo telah menjadi atlet yang luar biasa selama satu dekade terakhir, tetapi ia tersisihkan dalam momen penentuan bersama klub lamanya, Real Madrid.

Pada tahun 2013, ketika Portugal terancam tak lolos ke Piala Dunia 2014, Ronaldo menyumbangkan empat gol dan membantu negaranya. Karena itulah, ia mendapatkan Ballon d'Or 2013.

Di musim lalu, Madrid berhasil memenangkan Liga Champions selama tiga musim berturut-turut. Tak dapat dipungkiri, tanpa 15 golnya, Madrid tak bisa memenangkan gelar tersebut.

Dia tampil garang di awal kompetisi. Sayangnya, di semifinal melawan Bayern Munchen, Ronaldo gagal mencetak gol. Benzema lah yang kemudian menjadi pahlawan untuk Madrid.

Cerita serupa berulang saat di laga final melawan Liverpool. Pesona Ronaldo sirna dibawah Gareth Bale yang mencetak dua gol sekaligus, termasuk tendangan salto yang menakjubkan.

Penghargaan terbaik selalu diberikan kepada pemain yang memberi pengaruh dalam pertandingan terbesar. Terlepas dari pencapaian sebelumnya, Ronaldo tak berpengaruh banyak saat momen strategis Los Blancos.


3. 3. Gagal di Piala Dunia

Cristiano Ronaldo tertunduk lesu karena Portugal hanya mampu sampai 16 besar dikalahkan Uruguay.

Ronaldo memulai perjalanannya di Piala Dunia 2018 dengan cara spektakuler, yakni mencetak hat-trick melawan Spanyol sehingga meraih hasil imbang 3-3.

Namun setelah itu, ia gagal. Dalam pertandingan terakhir di babak penyisihan grup melawan Iran, Ronaldo gagal mengeksekusi penalti. Ia pun tak berkutik saat negaranya ditundukan Urugay dengan skor 2-1.

Secara tradisional, penampilan di Piala Dunia telah menjadi tolak ukur untuk memutuskan pemenang penghargaan FIFA. Dan bila berkaca dari penampilan Ronaldo di Rusia, maka ia tak masuk hitungan.

Terus Ikuti berita sepak bola dan berita olahraga lainnya di INDOSPORT.COM

Real MadridCristiano RonaldoPortugalLaLiga SpanyolLiga ChampionsBola Internasional

Berita Terkini