6 Alasan Manchester United Harus Memecat Mourinho dan Pogba
INDOSPORT.COM – Drama perseteruan pemain sepak bola Paul Pogba dan Jose Mourinho sepertinya sudah mencapai puncaknya, sehingga bisa menjadi alasan pasti Manchester United untuk memecat keduanya.
Suasana Old Trafford semakin memanas di tengah drama Jose Mourinho dan Paul Pogba menyusul kekalahan adu penalti Setan Merah di kandang melawan tim promosi Derby Country pada putaran ketiga Piala Liga Inggris, Rabu (26/09/18) silam.
Mourinho, pada pertandingan itu mengeluarkan pemain asal Prancis tersebut dari skuat pertandingan serta melepas ban kapten dan membuat banyak orang bertanya-tanya dengan keputusannya.
Sebelumnya, baik Pogba maupun Mourinho saling melempar sindiran atas kesalahan masing-masing, ketika Manchester United harus ditahan imbang oleh Wolves.
Dan rupanya itu hanyalah gambaran bahwa hubungan antara manajer dan pemain itu sudah semakin memburuk sejak akhir musim lalu.
Banyak pihak yang menyarankan agar klub menjual Pogba, di mana saat ini Barcelona sangat berminat. Di samping posisi Mourinho juga semakin di ambang pintu keluar lantaran gagal mengawali musim ini dengan baik.
Masalahnya, meskipun Mourinho sangat ingin menjual Pogba, manajemen Setan Merah tidak akan begitu saja melepas pemain senilai 89 juta poundsterling atau Rp1,7 triliun yang didatangkan dari Juventus tahun 2016 lalu.
Dan dengan drama mereka sudah semakin muncul di depan publik, para pendukung mulai mengambil posisi, agar klub memecat keduanya demi kedamaian Old Trafford, menurut Metro UK.
Lantas apa alasannya dan mengapa mereka meminta salah satu atau keduanya segera meninggalkan klub? Berikut INDOSPORT memberikan ulasannya untuk Anda pembaca setia kami.
1. Taktik Mourinho Tidak Cocok
Manajer asal Portugal itu bisa dibilang sarat dengan prestasi bersama sejumlah klub yang telah ia tukangi sebelumnya.
Namun gaya permainan yang ia terapkan dan catatannya yang agak buruk tidak sesuai untuk mengembangkan pemain akademi.
Manchester United sendiri telah mensyaratkan bagi setiap manajer untuk melakukan gaya sepak bola menyerang dan mengembangkan pemuda lokal (akademi).
Tetapi setelah kegagalan di era David Moyes dan Louis Van Gaal, bukannya mendatangkan manajer yang ahli di bidang tersebut, mereka malah menunjuk Mourinho dengan taktik “parkir bus”-nya.
2. Paceklik Gelar Domestik
Memang di musim awalnya, Mourinho sukses membawa Setan Merah memenangkan Liga Europa dan Piala Liga Inggris. Namun di musim kedua, mereka harus berakhir 19 poin di belakang juara Manchester City.
Di musim kedua, Mourinho tidak pernah memenangkan gelar domestik. Padahal ia pernah memenangkan gelar back-to-back dengan Porto dan Chelsea (musim pertama), dan Inter dan Real madrid dan Chelsea (musim kedua), namun gagal di musim ketiga.
3. Bentrok dengan Ed Woodward
Masalah lainnya adalah hubungan Mourinho yang semakin sulit dengan Ed Woodward sejak bursa transfer musim panas.
Untuk beberapa alasan, Woodward tidak menyetujui keinginan Mourinho untuk mendatangkan pemain baru, setelah kedatangan Eric Bailly dan Victor Lindelof dengan nilai transfer 65 juta poundsterling atau Rp1,1 triliun.
4. Pogba Salah Manajemen
Lalu terkait dengan Pogba, setelah memainkan peran utama dalam kemenangan Piala Dunia 2018 bersama Timnas Prancis, Pogba kembali ke Old Trafford dan membawa kemenangan atas Leicester City pada pembukaan Liga Primer Inggris.
Saat itu popularitas Pogba sedang tinggi, namun kegagalan Mourinho untuk mengelolanya di posisinya membuat Pogba tidak menunjukkan kapabilitasnya dengan baik.
5. Sikapnya Mulai Menyebalkan
Sejak kemenangan Prancis, tingkah laku Pogba tampak menyebalkan, terutama terkait dengan komitmennya dengan klub.
Bahkan, agennya Mino Raiola terus menerus mendesak Pogba pindah ke Barcelona yang saat itu sangat menginginkan jasanya.
Pogba mengakui pasca pertandingan bahwa sikapnya tidak dibenarkan, sedangkan ia hampir tidak bisa menyembunyikan kepada manajer dan klub agar ia bisa pindah dari klub.
Sikapnya yang menentang Mourinho tentu menjadi cara agar ia lebih mudah dijual, seperti yang ia lakukan di tahun 2012 dulu.
6. Penampilannya Tidak Konsisten
Penampilan pemain berusia 25 tahun itu cenderung tidak konsisten, dari yang sangat baik sampai yang biasa-biasa saja. Padahal ia menjadi salah satu pemain Manchester United yang paling berbakat dan inspiratif, dengan nilai jual yang tinggi.
Namun sebagus apapun Pogba, namanya akan tergeser jika ia masih gagal mendominasi setiap pertandingan klub. Belum lagi komentar di luar lapangan yang telah menjadi ganggguan akan fokusnya di Old Trafford saat ini.
Terus Ikuti Berita Sepak Bola Liga Inggris Lainnya Hanya di INDOSPORT