Sibuk Bermain Bola, 3 Pemain Ini Masih Sempat Menyelesaikan Studinya
INDOSPORT.COM - Rutinitas seorang pesepakbola biasanya diisi dengan menu latihan setiap hari yang terkadang bisa menjemukan. Tak jarang karena sudah bermain bola, para pemain jadi tidak sempat menyelesaikan studinya di perguruan tinggi atau universitas.
Perasaan yang hanya ingin mencurahkan segenap jiwa dan raganya terhadap sepakbola tidaklah salah sepenuhnya. Akan tetapi jika sampai harus mengorbankan waktu untuk menyelesaikan studi akademis, mungkin ini yang perlu dipertanyakan.
Bagaimanapun gelar akademik tetaplah penting yang akan menjadi sertifikasi jika kita ahli dalam bidang tertentu. Meski sibuk, nyatanya, masih ada beberapa pemain yang masih sempat menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar yang membuat sang pemain terlihat lebih terpelajar.
Pertanyaan selanjutnya adalah, kapan mereka mendapat waktu untuk menyelesaikan studi? Kembali lagi ini hanya soal pilihan mengenai pentingkah gelar akademis itu atau tidak. Faktanya tidak semua pemain sepakbola menganggap akademis itu penting.
Berikut INDOSPORT mengumpulkan 3 pemain yang masih sempat menyelesaikan studinya
1. Giorgio Chiellini
Pemain juventus ini adalah batu karang tangguh yang sangat setia dengan timnya yang berkostum hitam putih. Mampu berposisi sebagai bek tengah dan bek kiri membuat dirinya tak tergantikan dari skuat inti La Vecchia Signora dan Timnas Italia.
Dibalik kesibukannya berlatih bersama tim yang berdomisili di Turin, Giorgio Chiellini ternyata telah menyelesaikan gelar sarjana dalam ekonomi dan perdagangan di Universitas Turin pada juli 2010. Tak hanya puas dengan gelar sarjana, ia melanjutkan studinya hingga ke tingkat master yang baru saja selesai pada tahun lalu.
Kini usianya yang sudah mendekati masa senja, dengan adanya gelar master yang ia dapat di ekonomi. Bukan tidak mungkin setelah pensiun dari sepakbola, pemain yang identik dengan nomor punggung 3 akan membuka bisnis memanfaatkan gelarnya.
2. Juan Mata
Bertubuh kecil namun lincah saat membawa bola yang ditunjang dengan visi permainan yang baik telah menjadikan pemain ini sebagai salah satu playmaker terbaik di dunia. Ketika bergabung bersama Chelsea, Juan Mata bahkan sempat membantu The Blues meraih trofi Liga Champions.
Di klubnya saat ini, Manchester united, dia bahkan mampu menyumbangkan salah satu gol dalam kemenangan menghadapi Newcastle di pertandingan terakhir. Kemampuannya di dalam lapangan sudah tidak perlu diragukan lagi.
Ternyata dia dapat mengimplementasikan apa yang ia dapat dari bermain bola menjadi sesuatu yang lebih akademis. Juan Mata adalah pemilik gelar dalam ilmu olahraga dan keuangan di Universitas Camilo Jose Cela di Madrid.
3. Frank Lampard
Legenda hidup Chelsea ini adalah andalan di lini tengah yang tidak akan pernah bisa menggantikannya. Hanya usia yang sudah uzur saja yang membuat Frank Lampard hijrah dan kini bertugas sebagai pelatih di Derby County.
Kharismanya saat mengawal lini tengah Chelsea sangat sulit untuk ditandingi kecuali oleh Steven Gerrard yang bermain untuk Liverpool. Kecerdasannya sebagai playmaker adalah senjata utamanya yang ia pakai ketika menghadapi lawan.
Kejeniusan dalam lapangan juga ikut tertular di luar lapangan dalam kursus bahasa latin. Bahkan ia akhirnya lulus dengan predikat nilai A untuk subjek tersebut.
Terus Ikuti Berita Olahraga dan Sepak Bola Hanya INDOSPORT