Takluk dari Timnas Indonesia U-19, Pelatih UEA Terancam Jadi Pengangguran
INDOSPORT.COM - Bak jatuh tertimpa tangga, nasib nahas sepertinya masih akan menghantui pelatih Timnas sepak bola Uni Emirat Arab U-19, Ludovic Batelli. Usai gagal membawa UEA ke Piala Dunia U-20 pasca melawan Timnas Indonesia U-19 di Piala Asia U-19, dirinya pun terancam dipecat.
Timnas sepak bola Uni Emirat Arab U-19 harus terhenti di laga pamungkas Grup A Piala Asia U-19 2018. Itu dipastikan setelah takluk 0-1 dari Timnas Indonesia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung karno, Jakarta, Rabu (24/10/18) malam kemarin.
Kekalahan ini juga memupus harapan mereka untuk tampil di ajang Piala Dunia U-20 2019 mendatang di Polandia. Dengan gagalnya UEA menuju Piala Dunia, berimbas akan masa depan Batelli sebagai pelatih.
"Saya belum tau ke depannya seperti apa. Kontrak saya memang sampai Maret nanti," ucap Batelli.
"Di turnamen ini kita memang ditarget sampai Piala Dunia, tapi nyatanya kita kalah dan tidak lolos," kata ia.
Batelli menambahkan federasi sepak bola UEA memang sangat serius dalam mempersiapkan tim untuk tampil di ajang Piala Asia U-19. Sebab target mereka adalah Piala Dunia U-20 di tahun 2019.
"Federasi sangat serius dalam mempersiapkan tim ini. Mereka (federasi UEA) lakukan dengan baik seperti fasilitas dan lainnya. Kini setelah gagal saya tidak tahu kedepannya," tutupnya.
1. UEA Dikalahkan oleh Sistem Head to Head yang Rumit
Timnas sepak bola UEA dapat dikatakan dikalahkan oleh sistem head to head yang cukup rumit. Sejatinya, dalam Grup A Piala Asia U-19, Timnas UEA memiliki jumlah produktifitas gol yang lebih baik dari Timnas Indonesia U-19.
Tiga tim di Grup A, yakni Timnas Indonesia, Qatar, dan UEA memiliki poin yang sama yakni enam poin. Namun, baik Timnas Indonesia dan Qatar berada di atas UEA dalam klasemen akhir Grup A karena sistem head to head antar ketiga kontestan tersebut.
Dalam perjalanannya, Timnas Indonesia, Qatar, dan UEA sempat saling mengalahkan satu sama lain. Itu artinya, selisih gol kembali dipakai namun hanya di antara ketiga tim yang memiliki poin sama dan head-to-head saling mengalahkan, yaitu Indonesia, Qatar, dan UEA.
Namun, lagi-lagi dengan peraturan tersebut ketiga tim masihlah imbang, lantaran baik Timnas Indonesia, Qatar, dan UEA memiliki selisih gol sama-sama nol (0) dari dua pertandingan yang dijalani di antara ketiga tim (Qatar 1-2 UEA, Qatar 6-5 Indonesia, Indonesia 1-0 UEA).
Berdasarkan peraturan AFC, jika selisih gol tetap sama dari ketiga tim yang memiliki head-to-head sama, maka jumlah gol memasukanlah yang akan dihitung sebagai pembeda.
Dalam kasus ini, Qatar memiliki perhitungan 7-7 (selisih gol 0), sementara Indonesia memiliki perhitungan 6-6 (selisih gol 0), sedangkan UEA 2-2 (selisih gol 0).
Dari catatan tersebut, maka Qatarlah tim yang dipilih sebagai yang teratas lantaran mencetak 7 gol. Di peringkat kedua, ada Indonesia yang mencetak 6 gol.
Sementara UEA keluar sebagai yang terakhir karena hanya mencetak 2 gol dari dua pertandingan melawan Indonesia dan Qatar.
Inilah alasan mengapa Indonesia lolos sebagai runner up grup A mendampingi Qatar walau secara selisih gol di Grup A, Indonesia kalah dari UEA.
Terus Ikuti Sepak Bola Timnas U-19 dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT