Lopetegui dan 3 Pelatih yang Berakhir Memilukan Bersama Klub yang Dilatihnya
INDOSPORT.COM - Julen Loptegui tidak sendiri karena tiga pelatih dunia ini juga berakhir memilukan bersama klub yang dilatihnya. Lopteguis dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Real Madrid usai timnya itu dikalahkan telak oleh Barcelona dengan skor 1-5.
Karier Julen Lopetegui di Real Madrid berakhir sudah setelah pihak klub memecatnya menyusul hasil buruk di tujuh laga terakhir semua kompetisi. Puncaknya adalah saat Los Blancos dihajar lima gol berbalas satu oleh rival utama Barcelona di Camp Nou dalam laga pekan ke-10 La Liga Spanyol, Minggu (28/10/18).
Miris memang bagi Lopetegui. Dipecat tim nasional Spanyol jelang Piala Dunia 2018 di Rusia demi melatih klub sebesar Real Madrid, akhirnya tak berakhir manis karena dalam lima bulan, dia dua kali dipecat dari jabatan penting.
Pelatih sepak bola, sehebat apapun dia, adalah manusia biasa. Bisa jadi dia sangat sukses di suatu klub atau tim nasional, namun saat melatih tim berbeda atau di tahun berikutnya (sekalipun melatih tim yang sama), malah gagal total. Joachim Loew, misalnya.
Semua terasa sempurna saat membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun, semua jadi bencana saat Die Mannschaft gagal lolos fase grup Piala Dunia 2018 di Rusia, beruntung dia masih dipertahankan menangani tim Panser.
Berikut adalah beberapa kegagalan manajer sepak bola yang paling memalukan sebagaimana dilansir dari situs Goal.
1. David Moyes (Manchester United)
Semua orang tahu reputasi Sir Alex Ferguson saat melatih Manchester United. Empat tahun pertama merasakan susah payah membangun tim yang punya masalah disiplin hingga jadi tim yang disegani Eropa dan dunia. Manajer sehebat apapun bakal sulit menyamai pencapaiannya selama 27 tahun menangani Setan Merah.
Tapi, semua ada batasnya. Fergie menua dan dia pensiun tahun 2013 dan digantikan oleh David Moyes, yang saat itu reputasinya lumayan oke sebagai pelatih Everton. Pria Skotlandia ini mulai menangani David de Gea dan kolega musim 2013/2014.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Manchester United terlempar empat besar dan puncaknya adalah saat Setan Merah dikalahkan klub yang pernah dilatih Moyes (Everton) 0-2. Moyes bertahan hanya 11 bulan dengan sisa empat pertandingan jelang kompetisi selesai.
2. Rafael Benitez (Real Madrid)
Rafael Benitez memang sukses mengantarkan Liverpool meraih gelar Liga Champions Eropa musim 2004/2005 dan Chelsea menjuarai Liga Europa 2012/13 sekalipun statusnya saat itu sebagai pelatih interim The Blues. Tetapi, nasib justru tak berpihak padanya saat di Real Madrid.
Pria tambun asal Spanyol tersebut menggantikan posisi Carlo Ancelotti. Real Madrid memang menang 17 laga dari 25 yang ditangani Rafa. Namun, kekalahan telak atas Barcelona 0-4 di awal musim dan ketidakmampuan mengalahkan tim-tim lain seperti rival sekota Atletico Madrid, Sevilla, dan Valencia membuat fans marah.
Taktik monoton Rafa juga menjadi alasan kenapa dirinya dipecat. Plus tersingkir dari Copa del Rey karena memasukkan pemain yang seharusnya tak boleh dimainkan akibat terkena sanksi.
Hanya tujuh bulan menangani Real Madrid, pada Januari 2016 Rafa didepak Real Madrid dan digantikan oleh Zinedine Zidane, yang membawa Los Blancos bergelimang gelar.
3. Alan Shearer (Newcastle)
Tak semua pemain jempolan bisa sukses sebagai pelatih seperti Didier Deschamps bersama Timnas Prancis atau Zinedine Zidane bersama Real Madrid. Karier sukses sebagai pemain belum tentu sama saat menangani orang lain, contohnya banyak, dari Hristo Stoichkov, Diego Maradona, Lothar Mattaeus, dan Alan Shearer.
Nama terakhir ini adalah legenda Liga Primer Inggris saat merumput bersama Blackburn Rovers dan Newcastle United. Di klub yang disebut belakangan, Shearer mencoba peruntungan jadi pelatih di delapan laga sisa musim 2008/09.
Ternyata, The Magpies hanya mengemas sekali menang, dua kali imbang dan lima kali kalah.Cukup untuk membawa klub yang dia pernah bela turun kasta ke Divisi Championship.
Setelah itu, Shearer tidak pernah melatih tim mana pun dan menikmati karier sebagai komentator. Walau begitu, dia patut bangga karena belum ada pemain yang bisa menyamai perolehan golnya sepanjang sejarah Liga Inggris sampai saat ini (260 gol).
Terus Ikuti Berita Sepak Bola Lainnya di INDOSPORT