Rizky Pellu Kena Sanksi, Bos PSM Makassar Murka
INDOSPORT.COM - PSM Makassar lagi-lagi terkejut dengan SK Komdis PSSI yang baru saja diterima sehari sebelum pertandingan melawan Persipura Jayapura, Minggu (04/11/18) besok.
Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain dua pertandingan (PSM vs Persipura dan Persebaya vs PSM) kepada gelandang asal Tulehu tersebut. Pellu didenda karena melanggar pemain Persib, Dedi Kusnandar pada laga PSM vs Persib, 24 Oktober 2018 lalu.
Putusan itu sah-sah saja. Namun yang membuat geram pihak PSM, karena surat diterima siang hari usai menggelar official training, konferensi pers jelang laga, dan meeting koordinasi PSM vs Persipura yang akan berlangsung, Minggu (04/11/18) besok.
Bos PSM Makassar Munafri Arifuddin mengaku sangat kecewa dengan waktu pemberitahuan tersebut.
"Kami sangat kecewa karena pemberitahuan mengenai larangan bermain Pellu akibat pelanggaran disiplin baru kami terima siang hari, di mana segala persiapan jelang pertandingan telah kami jalankan," ujar Appi, panggilan akrabnya, dengan nada kecewa, Sabtu (03/11/18).
"Saat meeting koordinasi pun tidak ada pembahasan mengenai sanksi tambahan untuk Pellu," lanjutnya.
1. Kejadian Berulang
Hal ini membuat Appi kembali mengingat kejadian serupa beberapa waktu lalu. Di mana penjaga gawang PSM Makassar, Imam Arief Fadilah juga mendapat larangan bermain, satu jam sebelum kick off melawan PS TIRA.
"Lebih tak mengenakkan lagi saat Imam dilarang tanding jelang kick off tanpa ada informasi sebelumnya. Tiba-tiba kami diberitahukan bahwa Imam masih menjalani hukuman larangan bermain," ujarnya.
Saat kejadian itu, Imam Arief Fadilah sedang melakukan pemanasan di lapangan. Satu jam jelang kick off, PT LIB menyampaikan bahwa Imam Arief Fadilah tidak dapat bermain sesuai dengan Revisi SK Komdis PSSI.
"Padahal klub tidak pernah menerima Revisi SK Komdis hingga kick off time. Ini sungguh tidak adil," kesalnya.
Appi menambahkan, dari dua pengalaman ini, pihaknya sangat menyesalkan keterlambatan pemberitahuan yang tentu saja berpengaruh pada kondisi tim. Secara mental tim terganggu dengan kejadian ini. Pelatih telah melakukan latihan terakhir pemantapan tim termasuk pemilihan pemain yang akan masuk line up esok hari.
"Harusnya Komdis bisa melihat waktu yang tepat untuk mengeluarkan sanksi dan mengirimkan pemberitahuan terkait hal tersebut kepada klub. Janganlah kami selalu dibuat terkejut dengan hal-hal di luar akal sehat."
"Klub saat ini berusaha untuk bekerja profesional. Segala hal yang kami buat telah terprogram dan terencana. Kejutan seperti ini justru membuat kami terlihat tidak profesional karena secara mendadak harus mengubah program yang telah kami buat," tutupnya.
Terus Ikuti Berita Sepak Bola Liga Indonesia Lainnya Hanya di INDOSPORT