x

3 ‘Bencana’ Jika Bintang Indonesia Minggat ke Liga Thailand

Jumat, 23 November 2018 15:44 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor:

INDOSPORT.com – Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Gojek Liga 1 2018, akan segera berakhir. Bursa transfer pemain siap kembali dibuka.

Sejumlah bintang Timnas sepak bola Indonesia telah santer dirumorkan akan bermain di sejumlah liga top kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Thailand.

Saat turnamen Piala AFF 2018 berlangsung, dua penggawa Timnas Indonesia dikabarkan tengah diincar klub Liga Thailand, yakni Hansamu Yama Pranata dan Zulfiandi.

Baca Juga

Zulfiandi diincar klub liga teratas Thailand, Chainat Hornbill FC. Sementara itu, Hansamu Yama dikaitkan dengan klub kasta kedua, Trat FC.

Sebelumnya, Evan Dimas Darmono juga santer merambah Liga Thailand setelah diinginkan oleh Chonburi FC. Klub Ryuji Utomo, PTT Rayong, bahkan terang-terangan menginginkan dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Ezra Walian dan Victor Igbonefo.

Larisnya pemain sepak bola Indonesia di Thailand disebabkan oleh adanya kuota tambahan tiga pemain ASEAN di Liga Thailand. Selain itu, pemain Indonesia terbukti mampu bersaing di Thailand.

Beberapa bintang sepak bola Indonesia lainnya diprediksi akan menyusul berkompetisi di liga-liga top Asia Tenggara. Terlebih, Liga 1 Indonesia mulai diterpa isu settingan dan sudah tertinggal jauh di kawasan Asia bahkan ASEAN.

Berikut INDOSPORT merangkum tiga ‘bencana’ jika bintang sepak bola Indonesia minggat ke Liga Thailand.


1. Liga 1 Kurang Kompetitif

Persija Jakarta vs Persib Bandung

Daya tarik Liga 1 tidak hanya pada pertarungan tim-tim klasik papan atas. Para pendukung turut menunggu-nunggu bintang dan ikon tim kesayangannya bertanding.

Jika mereka semua pergi ke liga di luar negeri, tentu antusiasme suporter turut berpengaruh. Tidak akan ada lagi aksi-aksi bintang Timnas Indonesia yang memanjakan mata.

Baca Juga

Selain itu, pertandingan juga akan berjalan kurang kompetitif sebab tim-tim Liga 1 tidak dihuni pemain terbaik Indonesia. Mereka justru memilih pergi ke Liga Thailand atau Malaysia yang kualitasnya jauh lebih baik.


2. Sulit Dipantau Timnas Indonesia

Pemain RKC Waalwijk, Ezra Walian.

Pelatih Timnas Indonesia biasanya lebih sering memanggil pemain yang berkompetisi di dalam negeri. Hal itu disebabkan oleh mudahnya akses untuk memantau perkembangan pemain.

Di sisi lain, para pemain juga cepat untuk dipanggil ke pelatnas jika akan menghadapi uji coba atau turnamen internasional.

Baca Juga

Klub luar negeri biasanya begitu ketat dalam urusan pemanggilan pemain ke tim nasional. Mereka hanya mau melepas pemainnya jika memasuki kalender resmi FIFA.


3. Perginya Sponsor

Koreografis dari Jakmania di GBK

Tidak bisa dipungkiri jika pemain bintang mendatangkan sponsor bagi klub. Mereka biasanya menjadi brand ambassador bagi apparel olahraga.

Selain itu, keberadaan pemain bintang menjadi daya tarik pula bagi sponsor liga. Mereka menjadi aset berharga untuk menarik minat penonton, termasuk di layar kaca.

Baca Juga

Jika para bintang tersebut pergi, Liga 1 tidak lagi memiliki daya tarik untuk diikuti. Meskipun begitu, para pemain bintang sebenarnya tidaklah sebesar keberadaan liga, tetapi tetap saja akan memberikan dampak bagi jumlah peminat.

Ikuti Terus Berita Sepak Bola Liga Indonesia dan Olahraga Lainnya di di INDOSPORT.COM

Evan DimasZulfiandiTimnas IndonesiaLiga IndonesiaLiga Primer ThailandTRIVIA

Berita Terkini