River Plate vs Boca Juniors Ricuh, Maradona Salahkan Presiden Argentina
INDOSPORT.COM – Terjadi kericuhan jelang laga sepak bola final Copa Libertadores, yang melibatkan suporter River Plate di Buenos Aires, Argentina, Minggu (25/11/18) dini hari WIB.
Insiden itu terjadi saat rombongan bus yang mengangkut skuat Boca Juniors dilempari oleh ratusan suporter River Plate yang berkerumun di sekitar Stadion Monumental de Nunez dan mengakibatkan laga final tersebut harus ditunda karena beberapa pemain juga mengalami luka-luka.
Kejadian ini pun menarik perhatian legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, yang mengatakan hal tersebut sangat memalukan. Ia yang tak bisa menahan kekecewaannya juga menyalahkan Presiden negaranya sendiri.
"Ini memalukan. Presiden menipu rakyatnya sendiri dengan mengatakan bahwa dia akan mengubah situasinya. Tapi sekarang situasinya lebih buruk dari biasanya,” kata Maradona, dilansir dari laman berita olahraga Calciomercato.
“Apa yang dilakukan Macri (presiden Argentina) adalah hal terburuk yang pernah ada. Ada perampokan di mana-mana, tetapi ini adalah hal yang rakyat pilih,” tambahnya.
Buntut dari peristiwa ini bahwa laga sepak bola final yang memiliki tingkat rivalitas yang sangat tinggi harus ditunda sesuai dengan keputusan presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, hingga waktu yang belum ditentukan.
"Dalam kondisi seperti ini, pertandingan tidak bisa digelar. Satu tim tidak dapat bermain dan satunya lagi tidak ingin bermain menghadapi rival yang sedang dalam kondisi tidak bagus," pungkas Alejandro.
Sekadar informasi, dari kejadian itu sendiri, sebanyak enam pemain Boca Junior dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis akibat mengalami luka parah. Mereka adalah Pablo Perez, Carlos Tevez, Nahitan Nandes, Dario Benedetto, Mauro Zarate, Ramon Abila, and Agustin Almendra.
Ikuti Terus Berita Sepak Bola Internasional Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM