4 Mitos Sepak Bola yang Ternyata Omong Kosong
INDOSPORT.COM - Ada berbagai cerita tentang sepak bola yang tak kunjung henti, termasuk juga dengan rumor dan mitos yang beredar.
Cerita-cerita tersebut dapat terbawa waktu dari generasi ke generasi berikutnya. Seperti namanya, mitos tidaklah sesuai dengan fakta yang terjadi sesungguhnya.
Namun sayangnya, banyak kabar burung di dunia olahraga, khususnya sepak bola, yang masih saja dipercaya hingga kini. Agar Anda tak ikut 'tersesat', berikut INDOSPORT sajikan empat mitos sepak bola yang ternyata terbukti salah.
1. Transfer Saat Mabuk Berat
Dalam wawancaranya dengan TalkSport yang ditonton lebih dari setengah juta penonton, mantan striker Liverpool, Dean Saunders, menyebut jika pertemuannya dengan manajer Nottingham Forest saat itu, Brian Clough, di rumah asistennya, Alan Hill, pada Juni 1991 untuk membahas transfer yang potensial dari Derby County.
Rumor mengatakan Clough mencabut bunga dari kebun Hill dan memberikannya ke Saunders, bahkan meniru Frank Sinatra. Ketika Saunders pulang dengan keadaan bingung karena mabuk, Clough duduk di ruang keluaganya sambil memeluk ibu mertuanya.
Sesungguhnya, Brian tidaklah mabuk. Brian memang suka minum, tetapi semua tahu kalau dia memiliki situasi yang berat dan ia tidak berakhir dengan mabuk. Itulah yang dikatakan oleh Hill pada tahun 2016.
Dan pada akhirnya Clough membawa Forest ke delapan besar di Divisi Utama dan final League Cup dan memenangkan Full Member’s Cup, dalam keadaan tidak terpengaruh alkohol.
2. India Dicoret dari Piala Dunia 1950 karena Tak Pakai Sepatu
India lolos dari kualifikasi Piala Dunia 1950 di Brasil untuk pertama kalinya setelah Burma, Indonesia, dan Filipina gagal lolos dari babak grup.
Tim India memiliki kebiasaan bermain dalam keadaan telanjang kaki sehingga disorot ke seluruh dunia setelah kekalahan mereka melawan Perancis di Olimpiade London dua tahun sebelumnya.
Kemudian FIFA menuntut agar India bermain dengan peralatan yang lengkap, jika tidak mereka akan tidak diizinkan bermain di Piala Dunia. Namun, pihak FA India merasa keberatan dengan keputusan itu karena dianggap akan merugikan tim India untuk lolos.
Kenyataannya tidak seperti itu. Tetapi lebih kepada logistik dan biaya perjalanan ke Brasil, kurangnya waktu untuk mendapatkan skuat yang layak untuk bisa lolos pada Olimpiade berikutnya di Helsinki yang membuat India mundur dari perhelatan Piala Dunia 1950 di Brasil.
Dan saat Olimpiade di Helsinki berlangsung, India kalah telak 10-1 dari Yugoslavia di putaran pertama.
3. Tekel yang Bikin Lawan Pensiun
Rivalitas klub sekota memang tidak ada habisnya, seperti klub Manchester United dengan Manchester City. Rivalitas duo Manchester ini dikenal dengan sebutan Derby Manchester. Derby ini tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap gengsi masing-masing klub untuk menunjukkan siapa yang terhebat di kota tersebut.
Dalam suatu Derby Manchester pada tahun 2001, Roy Keane melakukan tekel horor setinggi lutut kepada Haaland. Akibat aksinya tersebut, Keane diganjar kartu merah dan Haaland tidak dapat melanjutkan pertandingan.
Tetapi uniknya, beberapa hari kemudian Haaland sempat bermain untuk membela negaranya, Norwegia, selama 46 menit.
Pada Juli 2003, Haaland pensiun karena cedera di lutut kirinya. Orang-orang beranggapan jika pensiunnya Haaland disebabkan oleh tragedi tekel keras Keane. Faktanya, justru cedera di kaki kirinyalah yang mengakhiri kariernya, bukan kaki kanan yang ditekel Keane.
4. Zinedine Zidane Tak Pernah Offside Sepanjang Karier
Kehebatan Zidane sebagai pemain Real Madrid berkebangsaan Perancis ini tidak diragukan lagi. Kemampuannya dalam memposisikan dirinya di lapangan juga brilian, seakan-akan ia tidak pernah terperangkap offside sepanjang kariernya.
Namun rupanya itu hanya mitos belaka. Ffaktanya, Zidane tak sesempurna itu.
Pria yang kini berusia 46 tahun tersebut tentu pernah melakukan offside, salah satunya adalah saat Perancis melawan Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2006 lalu.
Ikuti Terus Berita Sepak Bola Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM