Ingin Dinaturalisasi, Legiun Asing Klub Liga 1 Pernah Lakukan Hal Tak Terpuji di Lapangan
INDOSPORT.COM - Salah satu legiun asing di klub peserta kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1 2018, baru saja menyatakan bahwa dirinya ingin dinaturalisasi. Yaitu, gelandang PSIS Semarang, Ibrahim Conteh.
Pemain asing milik PSIS Semarang dalam mengarungi Liga 1 2018 itu baru saja mengungkapkan keinginannya dinaturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), Senin (31/12/18) kemarin.
Pernyataan itu Ibrahim Conteh utarakan dalam sesi tanya-jawab melalui akun Instagram pribadinya jelang pergantian tahun ke 2019.
Pemain asal Sierra Leone itu ditanya mengenai peluang dinaturalisasi oleh PSIS Semarang. Ibrahim Conteh mengatakan ia mau berganti kewarganegaraan jika ada kesempatan yang menghampirinya.
"Ya, saya mau. Jika saya mendapatkan kesempatan untuk dinaturalisasi menjadi WNI," jawab Conteh dalam sesi tanya jawab di Instagram.
Namun, patut diingat oleh para pecinta sepak bola Indonesia, bahwa Conteh pernah melakukan tindakan provokasi di salah satu pertandingan Liga 1 2018. Berikut INDOSPORT jelaskan kejadiannya.
1. Tindakan Provokasi Ibrahim Conteh
Tindakan provokasi Conteh terhadap pemain lawan terjadi saat laga Madura United vs PSIS Semarang, yang dimainkan pada Senin, 26 November 2018 lalu.
Laga tersebut berjalan panas hingga jambakan gelandang Madura United, Asep Berlian kepada Ibrahim Conteh yang menyulut keributan di pertandingan tersebut.
Ternyata, insiden menjambak rambut Conteh pada menit ke-86 tersebut disebabkan karena ulahnya sendiri kepada Asep Berlian. Hal ini diakui oleh Asep dalam wawancara usai pertandingan.
"Dia terus mengatakan kata kasar berulang-ulang bahkan sebelum pertandingan. Satu dua kali oke lah, karena sudah wajar dalam pertandingan sebagai bagian psiwar.
"Emosi saya memuncak waktu itu, setelah kata kasarnya ditujukan kepada keluarga di rumah. Saya tersinggung sampai sedih mengingatnya ketika masuk ruang ganti," jelas Asep Berlian panjang lebar kepada INDOSPORT di Mess Madura United.
Melakukan aksi provokatif tentu bukanlah tindakan yang patut dibenarkan dalam lapangan sepak bola. Jika benar ingin dinaturalisasi, nampaknya Conteh harus mengubah perilaku untuk ke depannya.