x

Selain Joko Driyono, Ini 2 Ketua Umum PSSI yang Pernah Terlibat Kasus Hukum

Sabtu, 16 Februari 2019 15:07 WIB
Editor:
Logo PSSI.

INDOSPORT.COM - Nama federasi sepak bola Indonesia, PSSI harus kembali tercoreng. Setelah beberapa anggotanya terciduk oleh Satgas Antimafia Sepak Bola karena terlibat pengaturan skor, kini giliaran Ketua Umumnya, Joko Driyono yang berurusan dengan Satgas.

Jokdri -sapaan karib Joko Driyono- ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Sepak Bola, pada Jumat (15/02/19) malam WIB, usai terlibat pengerusakan beberapa dukomen di kantor PT Liga Indonesia beberapa waktu lalu.

Diduga Jokdri menyuruh tiga anak buahnya untuk menyusup ke dalam kantor PT Liga Indonesia, yang sudah disegel oleh police line untuk mengambil sejumlah barang bukti, dan berupaya menghilangkannya.

Baca Juga

Meski sudah berstatus sebagai tersangka, Joko Driyono belum langsung ditahan. Dirinya akan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan pada Senin (17/02/19) oleh tim penyidik Satgas Antimafia Sepak Bola.

Ini bukanlah kali pertama seorang Ketua Umum PSSI tersandung masalah hukum. Sebelumnya, sudah ada dua nama. Berikut INDOSPORT coba mengulasnya kembali:


1. Nurdin Halid

Ketua Umum PSSI periode 2003-2011, Nurdin Halid.

Para pecinta sepak bola Indonesia tentunya tidak asing dengan nama Nurdin Halid. Bagaimana tidak, politis dari partai Golkar itu merupakan sosok Ketua Umum PSSI dengan masa jabatan terlama sepanjang sejarah sepak bola Tanah Air.

Terpilih pada tahun 2003 di Hotel Indonesia menggantikan Agum Gumelar, Nurdin mengemban jabatan ketua umum di PSSI selama kurang lebih delapan tahun atau hingga 2011.

Di tangan kepemimpinannya, sepak bola Indonesia tak ubahnya jalan ditempat. Tak ada prestasi yang dihadirkan untuk Timnas Indonesia dan mengubah Liga Indonesia menjadi lebih baik.

Baca Juga

Nurdin justru malah lebih sering berurusan dengan pihak kepolisian, karena beberapa kali terlibat masalah hukum dan mendekam dipenjara, seperti tahun 2004 kasus impor gula dan korupsi distribusi minyak goreng.

Hebatnya, singgasana Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI tidak tergoyahkan sekalipun badai menghamtamnya. Nurdin tetap menjadi Ketua dan mengendalikan PSSI dari balik jeruji besi.


2. La Nyalla Mattalitti

Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti

Lengsernya Nurdin Halid, tidak serta merta membuat sepak bola Indonesia menjadi lebih baik. Djohar Arifin Husain terpilih sebagai Ketua Umum PSSI tahun 2011 silam, dengan masa jabatan empat tahun ke depan atau sampai 2015.

Namun sayang, di era Djohar konflik bermunculan hingga terjadinya dua lisme kepengurusan yakni PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

KPSI menggelar KLB di Hotel Mercure Ancol, pada Maret 2012. Di kongres itu, La Nyalla Mattalitti pun terpilih sebagai Ketua KPSI-PSSI untuk menandingi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Pada tahun 2013, permusuhan PSSI dan KPSI sedikit meredam setelah keduanya berdamai, yang dimediasi oleh AFC. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013, La Nyalla terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, mendampingin Djohar.

Baca Juga

Setelah masa jabatan Djohar selesai, La Nyalla kemudian maju mencalonkan diri menjadi ketua umum PSSI dalam KLB yang digelar di Hotel JW Marriot, Surabaya, pada 17 Maret 2015.

Namun sesaat setelah terpilih, Kemenpora melalui Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif, berupa pembekuan tidak mengakui kepengurusan PSSI pimpina La Nyalla.

Selain Kemenpora, PSSI saat itu juga disanksi oleh FIFA. Selam satu tahun, sepak bola Indonesia lumpuh sebelum akhirnya cabut pada tahun 2016.

Beberapa saat kemudian setelah dibekukan, La Nyalla Mattalitti lalu ditetapkan sebagai tersangka, oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, terkait kasus  dugaan korupsi dana hibah Kaamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim.

La Nyalla akhirnya terpingirkan dari PSSI karena terkena penahanan oleh kepolisian. PSSI kemudian menggelar Kongres Luar Biasa dengan memunculkan Edy Rahmayadi sebagai nahkhoda baru.

PSSIJoko DriyonoLanyalla MattalittiLiga IndonesiaNurdin HalidSatgas Anti Mafia Sepak Bola

Berita Terkini