Tampil Sederhana ala Kantor PSSI yang 'Nomaden' dan Pernah Digeledah
INDOSPORT.COM - INDOSPORT berkesempatan meliput langsung perhelatan Kualifikasi Piala Asia 2020. Bukan cuma melakukan reportase perjuangan Indonesia U-23 di ajang ini, INDOSPORT juga berupaya mendalami perkembangan sepak bola Vietnam.
Salah satu upaya untuk mengenal perkembangan sepak bola Vietnam adalah dengan menyambangi markas federasi sepak bola mereka, VFF.
Membandingkan fasilitas apa yang berbeda antara VFF dengan PSSI dapat menjadi bahan studi banding untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Bagaimana VFF bisa membuat perkembangan sepak bola Vietnam semaju saat ini.
Ternyata, setelah diobservasi, terdapat perbedaan yang ada cukup mencolok.
Saat tiba di markas VFF, terlihat Vietnam memiliki bangunan yang cukup megah. Bangunan pun permanen dan berlantai tiga.
Tak hanya itu, berbagai ruang kerja lengkap berada di dalamnya. Poster penggawa timnas Vietnam saat menjadi juara Piala AFF 2018 pun terpampang jelas di salah satu sudut tembok ruangan. Dan yang patut digarisbawahi, ini adalah bangunan tetap dan milik dari VFF.
Bahkan di dalam komplek kantor, mereka memiliki sarana Gym lengkap, dua lapangan latihan, kolam renang, lapangan tenis dan mess pemain.
Fakta ini tentunya menimbulkan keprihatinan bila dibandingkan dengan kondisi kantor induk federasi sepak bola Indonesia, PSSI.
1. Berpindah-pindah Kantor dan Pernah Digeledah Satgas
Jangankan punya sendiri, PSSI terkadang masih kesulitan mencari tempat untuk mereka jadikan sebagai kantor baru.
Seperti diketahui, sampai saat ini, PSSI masih belum memiliki kantor yang tetap alias masih mengontrak.
PSSI sempat memiliki kantor tetap di salah satu sudut Stadion Gelora Bung Karno. Bahkan, kantor itu sempat direnovasi sampai menelan biaya belasan miliar rupiah.
Namun, dalam waktu singkat bangunan itu kembali dibongkar dan dialihfungsikan sebagai ruangan lain seiring dengan renovasi stadion.
PSSI pun akhirnya mengontrak sebuah kantor di Jalan Kemang Timur V, Jakarta Selatan. Hanya saja, jika dilihat seksama, kantor tersebut lebih mirip seperti rumah pribadi. Statusnya pun hanya dikontrak sampai akhir Januari 2019.
Dalam tiga tahun, PSSI tiga kali pindah kantor. Selepas dari Kemang, PSSI menyewa sebuah ruangan di Lantai 14 FX Office Tower Sudirman pada Februari lalu.
Sebelum Kemang, bahkan PSSI pernah berkantor di Grand Rubina Kuningan. Saat itu kesulitan akses menjadi alasan PSSI pindah ke Kemang, walau akhirnya balik lagi ke daerah padat seperti Senayan.
Ketika ramai-ramai kasus mafia bola muncul, dua dari kantor yang pernah disinggahi PSSI kena geledah polisi.
Kedua gedung itu adalah yang ada di Lantai 14 FX Office Tower dan kantor lama mereka di Kemang Timur V, Jaksel.
Dengan fakta bahwa PSSI tidak memiliki bangunan kantor sendiri. serta kerap berpindah-pindah alias nomaden, maka timbul kesan ketidakprofesionalan dari organisasi PSSI.
PSSI pun harus belajar banyak dari Vietnam yang serius dalam mengurus sepak bola, termasuk memiliki markas yang representatif. Jika federasinya saja kepayahan, bagaiaman timnasnya mau berprestasi maksimal?
Terus Ikuti Perkembangan Sepak Bola Indonesia dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM