x

Merasakan Tangis Kiper Timnas Filipina Neil Etheridge Usai Cardiff City Terdegradasi

Minggu, 5 Mei 2019 15:40 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor: Arum Kusuma Dewi
Neil Etheridge, kiper Cardiff City

INDOSPORT.COMLiga Primer Inggris 2018/19 sudah memastikan 3 klub yang terdegradasi ke Divisi Championship, yakni Huddersfield, Fulham, dan Cardiff City.

Salah satu yang baru saja memastikan diri terdegradasi ialah Cardiff City. Kekalahan tipis 2-3 dari Crystal Palace, Sabtu (04/05/19), di Cardiff City Stadium membuat anak asuh Neil Warnock tidak kuasa menahan air mata lantaran kembali terperosok ke kasta kedua.

Pada hari yang kelabu tersebut, Neil Etheridge kembali tertunduk lesu. Musim pertamanya menjejakkan kaki di Liga Primer Inggris tidak berjalan manis.

Pemain Filipina pertama yang bermain di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Negeri Ratu Elizabeth itu harus berjuang kembali musim depan untuk bisa merasakan indahnya taman bermain bernama Liga Primer Inggris.

Baca Juga
Penjaga gawang asal Filipina Neil Etheridge gagalkan penalti dalam debutnya

Meski begitu, penampilan Etheridge tidak begitu buruk. Pada laga debutnya di Liga Primer Inggris, Etheridge bahkan langsung memecahkan rekor.

Meski kalah 0-2 dari Bournemouth, Etheridge berhasil mementahkan penalti Callum Wilson pada menit ke-34. Menurut OptaJoe, Etheridge menjadi kiper pertama yang melakukan penyelamatan penalti pada laga debutnya sejak terakhir Allan McGregor pada Agustus 2013.

Pada pekan berikutnya, Etheridge kembali menepis penalti lawan. Berkat penyelamatannya tersebut, Cardiff berhasil meraih poin pertamanya usai imbang 0-0 melawan Newcastle United.

Etheridge kembali mencetak rekor sebagai kiper kedua yang melakukan 2 kali penyelamatan penalti secara beruntun di pekan awal Liga Primer Inggris setelah Erik Thorstvedt yang membela Tottenham Hotspur pada musim 1992.

Pada pekan-pekan berikutnya, Etheridge masih seperti Etheridge yang kita kenal. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan penalti bagi Cardiff.

Meski begitu, kiper Filipina pertama yang meraih cleansheet di Liga Primer Inggris tersebut tidak mampu membawa Cardiff selamat dari zona merah.

Etheridge memang tak tergantikan dalam 37 pertandingan terakhir sebelum laga terakhir musim 2018/19. Akan tetapi, catatan kebobolannya menembus angka 69.

Ini tentu bukanlah semata kesalahan Etheridge. Barisan pertahanan, lini tengah, dan sektor penyerangan juga turut andil dalam setiap kebobolan Cardiff.

Etheridge pernah 2 kali meraih predikat man of the match. Dengan segala pencapaiannya musim ini, Etheridge layak masih berada di kasta tertinggi Liga Inggris.

Neil Etheridge saat akan menghadapi Timnas Indonesia.
Baca Juga

Kiper berusia 29 tahun ini masih punya peluang bersinar bersama klub lain di Liga Primer Inggris, barangkali Southampton, West Ham United, atau Newcastle tertarik memboyongnya.

Kalaupun tidak, Liga Italia atau Bundesliga Jerman bisa menjadi tujuan berikutnya bagi Etheridge untuk tetap menjaga kualitasnya.

Meski begitu, ia tetap berhutang budi kepada Cardiff. Neil Warnock-lah yang telah menemukannya dari Walsall dan mengajarinya filosofi bermain untuk meraih kemenangan.

Etheridge telah mengorbankan segalanya, mulai dari rumah dan mobilnya yang telah terjual untuk bertahan di Inggris sampai kesempatan bermain di Piala Asia untuk pertama kalinya bersama Filipina awal tahun 2019.

Mungkinkah hasratnya untuk tetap berada di Liga Primer Inggris musim depan pada 2019/20 tidak lagi bersama Cardiff?


Bertualang ke Tempat Wisata Unik di Malang, Kampung Biru Arema

Ikuti Terus Berita Sepak Bola Liga Primer Inggris dan Olahraga Lainnya di INDOSPORT.COM

Crystal PalaceCardiff CityDivisi ChampionshipFilipinaLiga Primer InggrisNeil WarnockLiga InggrisBola InternasionalNeil EtheridgeSepak Bola

Berita Terkini