x

Wahyu Winarto: Sosok Penting di Balik Layar PSIS Semarang

Selasa, 14 Mei 2019 12:52 WIB
Penulis: Prabowo | Editor: Lanjar Wiratri
Manajer PSIS Semarang, Wahyu Winarto

INDOSPORT.COM - PSIS Semarang menjelma jadi klub yang serius menatap kompetisi Liga 1 musim ini dan sosok ini berperan penting di balik layar. Beberapa pemain tenar dan berlabel Timnas Indonesia didatangkan untuk memperkokoh tim seperti Septian David Maulana, Arthur Barios Bonai, dan Frediyan Wahyu Sugiantoro.

Belum lagi pemain asing yang mereka datangkan sudah teruji di kerasnya kompetisi kasta tertinggi. Sebut saja Wallace Costa, Shohei Matsunaga, dan Silvio Escobar, plus gelandang energik asal Brasil, Patrick Silva Mota.

Baca Juga

Namun jika berbicara soal PSIS, tentu masyarakat maupun suporter tak asing dengan sosok Wahyu Winarto. Dia adalah General Manager (GM) tim kebanggaan masyarakat Kota Lunpia.

Pria yang akrab disapa Liluk itu bersama Yoyok Sukawi (CEO) dan beberapa tokoh jadi sosok penting dibalik layar kesuksesan PSIS Semarang selama beberapa musim terakhir. Tak tanggung-tanggung, sudah 15 tahun lebih Liluk mengabdi pada tim kebanggaan masyarakat Kota Lunpia.

Lalu bagaimana cerita sosok kelahiran Semarang 15 November 1974 tersebut berpetualangan bersama PSIS? Berikut petikan wawancara INDOSPORT bersama suami dari Yuni Artati tersebut.


1. Awal Berkecimpung di PSIS Semarang

General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto

INDOSPORT: Sedikit bercerita, bagaimana awalnya bisa berkecimpung di PSIS?

Wahyu Winarto: Saya di PSIS dari 2003 saat pertama kali Mas Yoyok pegang tim. Tapi saya waktu itu di panpel sebagai bendahara selama dua tahun.

Setelah itu sekitar 2008 saya menjadi ketua panpel. Setelah itu mas yoyok 2009-2010 sudah tidak pegang saya tidak lagi di PSIS.

Baru saat kompetisi Divisi Utama musim 2013/2014, Mas Yoyok pegang lagi PSIS dan saya masuk lagi sebagai manajer sampai sekarang. Awalnya manajer, lalu menjadai General Manager (GM) saat Indoensian Soccer Championsip (ISC) B.

INDOSPORT: Sebagai panpel di bagian teknis pertandingan dan sekarang di manajerial, sempat ada kesulitan adaptasi?

Wahyu Winarto: Saya sih tidak terlalu lama adaptasi. Karena walaupun saya di panpel, tapi juga masuk manajemen dan satu kantor dengan Mas Yoyok. Sehingga tidak terlalu lama begitu jadi manajer, sudah tahu cara kerjanya.

Meksipun keputusan terakhir di Mas Yoyok, namun semua hal pasti saya minta petunjuk beliau sebelum memutuskan.

Baca Juga

INDOSPORT: Apa yang membuat Anda betah mengurus PSIS sampai sekarang?

Wahyu Winarto: Tentunya atas dasar senang dulu, suka dan hobo bola. Jadi niat pertama itu karena senang dan akhirnya tidak terasa sudah selama ini mengurusi PSIS. 

INDOSPORT: Selama mengabdi di PSIS, pengalaman apa yang paling berkesan?

Wahyu Winarto: Paling berkesan tentu membawa PSIS Semarang kembali ke Liga 1. Tahun 2017 itu saya kira menjadi momen yang memberikan kebanggaan tersendiri bagi saya.

Karena hampir sembilan tahun gonta-ganti manajer hanya stagnan di Liga 2. Alhamdulillah saya dapat rejeki ikut menaikkan ke kasta tertinggi.


2. Bagaimana PSIS Semarang Bangkit dari Skandal Sepak Bola

Sukawi Sutarip (kanan) dan Wahyu Winarto (GM PSIS)

INDOSPORT: Ada momen yang tidak mengenakan di PSIS Semarang?

Wahyu Winarto: Ya tentunya kalau tidak mengenakan memang tidak ada. Karena semua proses kita nikmati dan berawal dari senang dan hobi artinya di sepak bola happy.

INDOSPORT: PSIS sempat mengalami keterpurukan di 2014 saat skandal sepak bola gajah, namun bisa bangkit lagi. Apa kuncinya?

Wahyu Winarto: Itu cukup jadi pelajaran bagi kami. Kita kembali lagi menata bangkit dan alhamdulillah kami bisa bangkit. Setelah terpuruk alhamdulillah PSIS bisa bangkit dan saya masih menjadi bagian dari tim ini.

Itu suatu kesan luar biasa bagi saya masih bisa berjuang. Setelah dalam keadaan terpuruk sekarang bisa bangkit lagi dan berada di Liga 1.

INDOSPORT: Lalu seperti PSIS di mata Wahyu Winarto?

Wahyu Winarto: PSIS Semarang itu sudah menjadi bagian hidup saya. Apalagi sekarang main di Magelang. Dulu saya pagi dan sore selalu di lapangan untuk memantau perkembangan tim dan latihan.

Baca Juga

Jadi sekarang seperti ada yang hilang karena biasanya setiap saat dengan PSIS. Memang karena senang dan hobi itu menjadi bagian kehidupan saya. Jauh ke Magelang pun saya tetap datang.

Geledah Stadion Persitara Bareng Pentolan NJ Mania

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Indonesia Lainnya di INDOSPORT

PSIS SemarangWawancara KhususLiga IndonesiaLiga 1Wahyu WinartoBola Indonesia

Berita Terkini