x

Man of The Match Borneo FC vs Bhayangkara FC: Ramiro Fergonzi, Supersub!

Jumat, 17 Mei 2019 08:54 WIB
Editor: Coro Mountana

INDOSPORT.COM – Ramiro Fergonzi layak mendapatkan penghargaan sebagai man of the match dalam lanjutan Liga 1 antara Borneo FC vs Bhayangkara FC di Stadion Segiri, Samarinda pada Kamis (16/05/19) kemarin.

Laga yang mempertemukan dua kuda hitam Liga 1 itu sejatinya berlangsung dengan sangat menarik di mana mereka saling jual beli serangan. Hingga akhirnya tensi laga semakin memanas ketika Borneo FC berhasil mencetak gol pembuka dari Matias Conti.

Beruntung bagi Bhayangkara FC mampu membalas gol tersebut di menit-menit akhir. Hasil seri atas Borneo merupakan sebuah kemenangan bagi Bhayangkara karena laga itu dimainkan di kandang Pesut Etam.

Di mana selama Liga 1 musim lalu, kandang Borneo terkenal angker dengan hanya menelan 4 kekalahan saja di sana. Oleh karena itu, bisa seri saat bermain di kandang Borneo sudah merupakan sebuah keberhasilan.

Baca Juga

Lantas di mana peran Ramiro Fergonzi sehingga layak diganjar dengan gelar man of the match dalam laga Borneo FC vs Bhayangkara FC?


1. Si Supersub Bhayangkara FC

Dua pemain Bhayangkara FC berusaha merebut bola dari kaki pemain Borneo FC.

Secara singkat, Ramiro Fergonzi menjadi man of the match karena ia menjadi supersub dalam laga tersebut. Ramiro tercatat masuk menjadi pemain pengganti di menit ke-53 menggantikan Ilham Udin Armaiyn.

Sebagai pemain yang baru pertama kali main di Indonesia, Ramiro tampak awal-awalnya sempat canggung. Itu terlihat ketika ia sempat terperangkap offside, padahal jika onside, itu bisa menjadi peluang emas.

Tapi pada akhirnya ia mampu menunjukan tajinya di menit-menit akhir. Berawal dari umpan visioner dari sang kapten, Indra Kahfi yang ternyata hanya dibiarkan saja oleh Ramiro yang sudah tahu kalau Herman Dzumafo berada di posisi yang lebih baik.

Sontak Dzumafo langsung menembak tapi membentur tiang gawang sebelum Ramiro datang untuk mensontek bola dengan lemah ke gawang yang sudah kosong. Untuk itu, Ramiro layak menjadi man of the match, tapi ia perlu berhati-hati karena ada kutukan bagi stiker asing Bhayangkara.

Kutukan itu adalah penyerang asing mayoritasnya memiliki karier yang singkat di Bhayangkara di mana mereka rata-rata hanya bertahan setengah musim saja. Mulai dari musim 2017 saat Bhayangkara punya penyerang bernama Thiago Fourtuoso.

Namun di pertengahan nama itu diganti oleh Ilija Spasojevic yang sanggup membawa Bhayangkara FC menjadi juara. Pada musim 2018, tren itu terulang dengan awalnya Bhayangkara mengandalkan Nikola Komazec sebelum akhirnya diganti oleh Ellio Martins.

Nikola Komazec (Bhayangkara FC)

Perlu diketahui juga kalau nasib Komazec juga di awal musim mujur dengan mampu cetak 2 gol dalam 3 laga awal. Namun sayang catatan 2 gol itu tak bertambah lagi hingga Komazec dicoret dari skuat.

Lantas apakah karier Ramiro akan sama dengan Komazec, hanya bagus di awal tapi meelempem selanjutnya?

Progres Pembangunan Stadion BMW 3 Bulan Setelah Peletakan Batu Pertama 

Terus Ikuti Perkembangan Seputar Liga 1 dan Berita Olahraga Lainnya di INDOSPORT.

Borneo FCLiga IndonesiaBhayangkara FCLiga 1Bola IndonesiaRamiro Fergonzi

Berita Terkini