x

Mencari Kambing Hitam di Balik Kacau Balaunya Real Madrid Musim 2018/19

Senin, 20 Mei 2019 16:34 WIB
Editor: Coro Mountana
Para pemain Real Madrid tertunduk lesu saat mereka dipastikan gagal ke 8 besar Liga Champions 2018/19.

INDOSPORT.COM – Real Madrid merupakan klub tersukses di Spanyol maupun Eropa dengan gelar terbanyak di LaLiga dan Liga Champions.

Namun, apa yang terjadi dengan Real Madrid musim ini, benar-benar terlihat seperti sebuah bencana yang teramat mengerikan.

Berstatus sebagai tim tersukses di LaLiga (33 gelar) dan Liga Champions (13), Real Madrid justru hancur lebur musim ini. Pasalnya, musim 2018/19 ditutup Real Madrid dengan puasa gelar setelah gagal total di Liga Champions, LaLiga Spanyol, dan Copa del Rey.

Baca Juga

Di Liga Champions, Real Madrid yang merupakan juara di 3 edisi terakhir justru harus langsung tersingkir di babak 16 besar oleh Ajax Amsterdam. Setali tiga uang, di LaLiga, Real Madrid pun hanya mampu berada di posisi ketiga dengan 68 poin.

Bahkan perolehan poin itu menjadi yang terburuk atau terendah bagi Real Madrid sejak musim 2001/02 (66 poin).

Baca Juga

Melihat betapa mengerikannya kehancuran Real Madrid, tentu menjadi pertanyaan, sebenarnya siapa yang harus dikambinghitamkan atas kekacauan yang menimpa Los Blancos musim 2018/19?


1. Hilangnya Mesin Gol

Cristiano Ronaldo pemain terakhir yang memakai nomor punggung 7 di Real Madrid sebelum Mariano Diaz.

Seperti yang kita tahu, Real Madrid dalam 4 musim terakhir sangat bergantung pada produktivitas gol Cristiano Ronaldo. Berdasarkan data dari Transfermarkt, Cristiano Ronaldo selalu mampu mencetak di atas 40 dalam semusim untuk Real Madrid.

Otomatis, kepergian Ronaldo ke Juventus awal musim ini membuat Real Madrid kehilangan mesin golnya. Dan itu terbukti di mana Karim Benzema yang menjadi mesin gol Real Madrid hanya mampu mencetak 30 gol saja di berbagai ajang musim ini.

Kiper Getafe, David Soria memblokir Karim Benzema yang berusaha membobol gawangnya di Coliseum Alfonso Perez 25/04/19. Gonzalo Arroyo Moreno / Getty Images

Karim Benzema terbukti tidak mampu menggantikan peran dari Cristiano Ronaldo sebagai mesin gol yang bisa mencetak minimal 40 gol semusim. Pun begitu dengan Gareth Bale yang ternyata hanya mampu mencetak 14 gol saja.

Tidak adanya sosok penyerang haus gol di kubu Real Madrid membuat produktivitas menurun jauh. Di mana pada musim lalu, Real Madrid masih mampu mencetak 94 gol di LaLiga menjadi menurun pada musim ini di angka 63.

Kehilangan sosok Cristiano Ronaldo benar-benar memberi masalah yang signifikan terhadap kekuatan Real Madrid.

Mencari sosok pengganti Karim Benzema dan Gareth Bale yang terbukti gagal menjadi suksesor Cristiano Ronaldo wajib dilakukan agar bisa bangkit di musim depan.

Pergantian Pelatih yang Terlalu Masif

Julen Lopetegui saat masih melatih di Real Madrid.

Selain tidak adanya sosok yang menjadi mesin gol, pergantian pelatih yang terlalu masif atau sering juga memberikan masalah baru bagi Real Madrid.

Memasuki awal musim ini, Real Madrid sudah mendapatkan kabar buruk setelah pelatihnya, Zinedine Zidane mengundurkan diri.

Real Madrid pun bergerak cepat dengan membajak Julen Lopetegui dari Timnas Spanyol untuk dijadikan sebagai pelatih baru sejak 12 Juni 2018.

Baca Juga

Namun sayang catatan Lopetegui bersama Real Madrid tidak impresif dengan hanya mampu meraih 6 kemenangan dari 14 laga.

Akibatnya, Lopetegui dipecat oleh Real Madrid untuk digantikan dengan Santiago Solari pada 30 Oktober 2018.

Namun setali tiga uang dengan Lopetegui, Solari justru membawa Real Madrid tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey yang membuatnya dipecat.

Foto wajah lesu ditampakan Santiago Solari dipinggir lapangan pada laga Liga Champions 16 besar di stadion Bernabeu, Rabu (06/03/19) Spanyol.

Solari pun digantikan oleh Zinedine Zidane lagi sejak 11 Maret 2019 untuk menyelamatkan harga diri di sisa musim ini. Dengan kata lain untuk musim ini saja, Real Madrid telah memiliki 3 pelatih yang tentu membawa dampak negatif bagi tim.

Pasalnya berbeda pelatih, tentu beda juga strategi, pola latihan, serta pendekatan saat melatih yang membuat para pemain Real Madrid harus beradaptasi lagi.

Hal itu membuat para pemain Real Madrid kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pelatih baru jika terus diganti oleh manajemen. Seyogyanya manajemen Real Madrid tidak terlalu masif mengganti pelatihnya karena itu akan berdampak pada peforma para pemain.

Selain dua masalah yang menjadi kambing hitam itu, sejatinya masih ada hal lain yang rasanya itulah penyebab utama kacau balaunya Real Madrid musim ini, apa itu?


2. Penghuni Lama Kurang Bergairah

Luka Modric tutup wajah karena gagal mengamankan peluang yang hilang pertandingan La Liga di Estadio Santiago Bernabeu, Sabtu (02/03/19) Spanyol.

Sadar atau tidak materi pemain Real Madrid musim ini dengan musim lalu itu sejatinya nyaris sama, hanya tidak ada Cristiano Ronaldo saja.

Itu artinya dengan materi pemain lama seperti Luka Modric, Toni Kroos, Karim Benzema, Marcelo, dan Sergio Ramos, seharusnya tidak menjadi alasan Real Madrid alami kehancuran.

Namun jika ditelisik lebih dalam, memang ada yang membedakan skuat Real Madrid musim ini dengan musim lalu yaitu gairah, semangat, dan determinasi. Para penghuni lama tim saat bermain terlihat seperti kurang bergairah, tidak seperti musim lalu.

Pemain Real Madrid tertunduk lesu ketika dikalahkan Valencia.

Akibatnya, itu berdampak pada menurunnya peforma sejumlah pemain bintang musim ini. Sebagai contoh, Marcelo yang mampu mencetak 11 assists musim lalu, kini hanya ada 5 saja yang ia torehkan musim ini.

Lalu ada Toni Kroos yang di musim lalu sanggup menciptakan 5 gol dan 10 assists, kini hanya mampu cetak 1 gol dan 6 assists saja. Menurunnya peforma Marcelo dan Toni Kroos juga terjadi pada pilar lainnya seperti Gareth Bale, Luka Modric, dan Casemiro.

Bisa jadi memenangkan 3 gelar Liga Champions dalam tiga musim terakhir telah membuat para pemain Real Madrid berada di zona nyaman. Sehingga itu membuat para pemain terlihat seperti malas-malasan atau hilangnya rasa lapar menyambut kompetisi musim ini.

Baca Juga

Pada akhirnya kambing hitam di balik kacau balaunya Real Madrid musim ini ada di pundak semua stakeholder tim.

Mulai dari manajemen yang terlalu sering mengganti pelatih, para pemain yang tidak mampu menjadi mesin gol dan kurang bergairah, hingga para pelatih baru yang gagal menjaga ritme dan positif tim sepeninggal Zidane.

Nasi sudah menjadi bubur, musim 2018/19 pun sudah berakhir yang artinya saat ini Real Madrid perlu menatap musim depan dengan sejumlah evaluasi agar tak terulang bencana mengerikan itu.

Penampilan Terakhir Persija di Piala AFC 2019, Pelipur Lara Jakmania

Terus Ikuti Perkembangan Seputar Real Madrid dan Berita Olahraga Lainnya di INDOSPORT.

Real MadridCristiano RonaldoMarceloLuka ModricZinedine ZidaneLaLiga SpanyolLiga ChampionsKarim BenzemaToni KroosCopa del ReySantiago SolariLiga Spanyol

Berita Terkini