Ingat Bek Persib Pencetak Gol Penalti ‘Buta’, Patricio Jimenez? Begini Kabarnya Sekarang
INDOSPORT.COM – Klub sepak bola Indonesia, Persib Bandung, pernah punya bek asing legendaris asal Chile bernama Patricio Jimenez Diaz.
Patricio membela Persib Bandung di era Liga Indonesia musim 2006/07. Ia juga pernah merumput bersama tim besar lainnya, seperti PSMS Medan, Semen Padang, dan Sriwijaya FC.
Pato, sapaan akrab Patricio, memiliki ciri khas yang tidak sukar untuk dikenali. Perawakannya garang dengan rambut panjang yang terurai sampai bahu.
Ia dikenal punya tembakan kaki kiri yang mematikan. Salah satu aksi monumental yang pernah Patricio lakukan ialah tembakan penalti dengan mata tertutup.
Patricio terakhir eksis di sepak bola Indonesia sebagai pemain pada tahun 2014 dengan membela Persikad Depok. Setelah itu, ia lebih sering melakukan kegiatan lain yang masih bersinambungan dengan olahraga si kulit bundar.
Berikut portal berita olahraga INDOSPORT menelusuri jejak kehidupan Patricio Jimenez, bek asing legendaris Persib Bandung.
1. Penalti âButaâ
Patricio Jimenez pernah menciptakan gol penalti spektakuler saat membela Persib Bandung. Ia melakukan tembakan dari titik putih dengan mata tertutup.
Pada babak 32 besar Copa Indonesia 2007 di Stadion Siliwangi, Patricio maju sebagai eksekutor penalti melawan Persijap Jepara. Seperti biasa, Patricio mengenakan bandana khasnya yang selalu menempel di kepala.
Seusai menaruh bola, Patrico menurunkan bandananya hingga menutupi mata. Dengan mata tertutup, ia mengeksekusi bola dan berhasil mengelabui kiper Persijap Jepara, Fance Haryanto.
Mualaf
Petualangan Patricio di Indonesia tidak hanya berkisar mengenai dunia si kulit bundar. Ia ternyata punya perjalanan spiritual yang menyentuh kalbu.
Semasa mengawali karier di Semen Padang, Patricio tertarik dengan ajaran Islam karena kerap diajak mengunjungi masjid di Padang bersama rekan-rekan setimnya.
Patricio kagum dengan ajaran Islam yang memandang semua orang berkedudukan setara di sisi-Nya. Keputusannya menjadi mualaf turut didukung sang istri yang juga berasal dari Tanah Minang, Novi Angraini.
"Saya tidak pernah melihat di manapun lewat internet atau secara langsung, di mana orang masuk masjid itu pekerja desa, kemudian sebelahnya berdiri Kolonel TNI, lalu dokter, guru, orang yang minta sumbangan. Di dalam masjid, tidak ada perbedaan sama sekali, status sama. Itu sangat mulia, itu yang buat saya jatuh cinta sebenarnya."
"Jadi waktu kenal Novi, dengan kehadiran dia, wanita Minang yang Islam 100 persen di daerah itu sangat membantu. Dia tanya kepada saya apakah saya bisa membaca Alquran. Saya jawab, saya tidak bisa sesempurna bacaan ustaz, tapi saya bisa sedikit-sedikit," kenang Patricio.
2. Pernah Jualan Rokok
Patricio pernah membuat gempar publik dengan mendadak menjadi pedagang asongan di hari Natal tahun 2007. Kejadian itu terjadi di kota Bandung.
Ia berkeliling di perempatan Jalan Soekarno-Hatta-Moh Toha, Bandung, sambil membawa kotak berisi rokok, makanan, dan minuman. Patricio bahkan tidak ragu naik ke bus-bus untuk menjajakan jualannya.
Alasan Patricio melakukan tindakan nyeleneh itu ternyata atas kemauannya sendiri. Ia ingin merasakan perjuangan rakyat kecil dalam mencari rizki.
Namun demikian, tindakannya justru berbuntut masalah. Patricio mendapatkan rugi lantaran uang hasil jualannya tidak sesuai dengan permintaan pedagang.
Semua barang yang ia dagangkan ternyata dijualnya dengan harga Rp1.000. Polisi terpaksa mengamankan Patricio ke pos polisi terdekat.
Ia baru bisa pulang setelah seorang ofisial Persib Bandung yang kebetulan lewat memberikan jaminan dan membayar kerugian sang pedagang.
Pemandu Bakat
Patricio terakhir menjabat sebagai duta Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia membantu mencari bibit pesepak bola muda Indonesia melalui Mega Proyek Pembinaan Olahraga.
Pria yang kini berusia 43 tahun tersebut kerap mengisi seminar peningkatan prestasi olahraga di daerah-daerah, terutama di Jawa Barat.
Pada April 2019 lalu, Patrico sempat menjadi juri seleksi pemain U-16 tim Liga 3, Persigar Garut. Ia bahkan tertarik menjadi pelatih Persigar Garut jika serius ditawari.