Tak Selamanya Indah, Ini Sisi Kelam Jadi WAGs Liga Primer Inggris
INDOSPORT.COM - Menjadi istri atau kekasih pemain sepak bola Liga Inggris atau yang biasa dikenal dengan WAGs (Wives and Girflfriends) tak selalu indah seperti yang terlihat.
Pesepak bola, di zaman sekarang ini, terkadang cenderung menempatkan dirinya pada posisi seorang selebriti. Memang tak semuanya begitu, namun godaan dan risiko menyandang popularitas memang tak bisa dihindari, apalagi di level sepak bola tertinggi Inggris, Liga Primer (Premier League).
Berselingkuh
Elizabeth Miller (akrab disapa Lizzie), yang merupakan mantan istri eks pemain Chelsea dan Tottenham Hotspur, James Cundy, jadi salah satu wanita yang berani membongkar sisi kelam kehidupan pribadi para pesepak bola, salah satunya yang rentan terhadap isu perselingkuhan. Apa katanya?
“Klub-klub sepak bola berisi orang-orang dari berbagai belahan dunia yang kerap berkumpul bersama, jadi banyak potensi ke arah sana (perselingkuhan). Saya tahu beberapa pemain yang berselingkuh dengan istri pemain lain, tapi beruntung saya tidak harus melalui itu,” ucap Lizzie, dikutip dari laman The Sun.
Hal serupa diungkapkan WAG sekaligus blogger anonim, I Am The Secret WAG. Ia membeberkan betapa tak tenteramnya kehidupan para wanita pesepak bola. Bahkan, ada yang sampai memeriksa ponsel, pakaian, hingga akun Facebook pasangan untuk membuktikan sang suami/kekasih tak berselingkuh.
Pesta dan Hidup Mewah
Tak bisa dipungkiri, pesepak bola memang sebuah profesi menjanjikan, apalagi saat sudah sukses. I Am The Secret WAG pun tak menampik bahwa beberapa pemain top Liga Primer Inggris memang memiliki lingkaran pergaulannya sendiri, yang mana bisa berdampak ke hal-hal negatif.
Sulit Berkarier
Kembali ke kesaksian Lizzie, menurutnya, wanita yang belum mapan dalam karier biasanya akan kesulitan ketika menjadi seorang istri/kekasih pemain sepak bola. Mungkin ini tak berlaku untuk Victoria Beckham atau Cheryl Tweedy yang sudah populer saat masih melajang.
Sang wanita pun harus ‘mengabdikan’ diri kepada kehidupan pasangannya, misalnya saja memasak atau menyediakan makanan khusus yang sesuai dengan standar pesepak bola. Perlu dicatat, tak semua wanita menyanggupi gaya hidup seperti itu.